
"Loh ko Mba Ody udah pulang?" tanya Hendra ketika melihat kakanya masuk ke rumah.
"Iya Ndra tadi ada sedikit halangan pas lagi di mall, jadi kami memutuskan pulang sajah. Badan juga cape. Mba masuk dulu ke kamar yah pengin rebahan," pamit Ody.
Hendra pun hanya mengangguk mengiyaka omongan Ody. Di dalam kamar Ody masih ngeri apabila teringat dengan peristiwa tadi sehingga membuatnya sedikit syok. Memang orang-orang itu tidak sampai mencelakai dirinya maupun Ipek. Namun, Ody tidak bodoh ia tahu bahwa orang-orang itu memiliki maskud tidak baik dengan salah satu diantara mereka.
"Ya, Allah siapa sebenarnya yang mereka cari? Siapa pun yang mereka cari, semoga sajah tidak terjadi apa-apa semoga Engkau selalu melindungi kami ya Alloh." Ody berdoa dalam hatinya.
Tanpa sadar saking capenya Ody tertidur. Rio yang hari ini memutuskan pulang lebih awal, ia ingin memberika kejutan kepada istrinya.
"Ndra, Mbamu udah pulang?" tanya Rio ketika masuk ke dalam rumahnya, tetapi tidak melihat Ody, melainkan Hendra yang ia lihat tengah menonton televisi.
"Eh, Mas udah pulang. Mba Ody uda pulang, tadi bilang pengin istirahat. Mungkin lagi tidur di kamar Mas," jawab Hendra sembari melirik ke kamar Rio dan Ody.
Rio pun bergegas ke kamar, udah nggak sabar buat melihat istrinya. Begitu iya membuka pintu kamar, Rio melihat Ody yang tengah tertidur.
"Pasti dia kecapean," gumam Rio dengan senyum mengembang di wajahnya. "Padahal tadinya aku mau ngajak kamu jalan-jalan dan makan diluar, ternyata kamu sudah kecapean duluan, baiklah untuk makan dan jalan-jalan bisa lain waktu asalkan kamu sehat dulu ajah," bisik Rio sembari memperhatikan Ody yang masih nyenyak tertidur.
Karena merasakan ada yang mengganggu tidurnya, Ody pun terbangun.
"Mas, udah pulang?" tanya Ody dengan suara seraknya. "Emang ini jam berapa? Ko tumben Mas udah pulang?" Ody mengusap kedua matanya, dan menengok kearah jam yang terdapat di dinding kamarnya.
"Masih jam empat. Mas sengaja pulang awal, tadinya ingin ngajak istri tercinta buat jalan-jalan dan makan diluar rumah, tapi nampaknya lagi cape banget yah." Rio mengusap rambut Ody yang sedikit berantakan.
"Cape banget sih engga cuma sekarang takut kalo mau kemana-mana," ucap Ody ingin menceritakan semua kejadian tadi siang pada Rio.
"Ko takut, emangnya kenapa? Lagian kan ada Mas yang nemenin masa takut," ledek Rio.
"Mas, kira-kira punya musuh atau apa gitu? Soalnya tadi waktu aku dan Ipek berbelanja di mall diikuti terus sama orang. Jadi kita pulang lebih awal karena takut orang itu berbuat jahat." Ody mulai bercerita kejadian tadi siang, dan dia menggeser duduknya sehingga kini Ody dan Rio berhadap-hadapan.
Rio diam sejenak, mencari tahu kemungkinan orang yang melakukan itu semua, tetapi Rio tentu tidak merasa memiliki musuh. "Itu perasaanmu ajah kali, Mas kayaknya nggak ada musuh," jawab Rio menenangkan Ody.
"Engga Mas, itu Ody dan Ipek yakin banget kalo orang itu mata-matain kita. Soalnya waktu Ipek sadar bahwa kita dibuntutin kita coba menghindar dan menghilangkan jejak dari orang itu, dan orang itu keliatan marah banget waktu tau kita udah nggak kelihatan lagi. Kan aneh banget." Tentu Ody berusaha terus meyakinkan Rio.
"Ya udah kalo gitu, nanti Mas cari tau. Entar Mas minta orang-orang Mas untuk menyelidiki orang itu, kamu masih ingat ciri-ciri orang itu kan?" tanya Rio, sebenaranya Rio pun ada sedikit ketakutan, apabila yang dibicarakan Ody ada benarnya. Rio masih mencurigai Emly, tetapi dia juga tidak ingin gegabah menyimpulkanya, sebelum semua orang suruhanya nanti menemukan bukti-bukti bahwa Emly yang melakukanya.
"Ya sudah, sekarang kamu tenang urusan itu nanti orang-orang Mas yang ngaturnya." Rio memeluk Ody untuk menenagkanya.
****
"Arzen, yah aku akan mencoba meminta bantuan pada Arzen," gumam Ipek, akhirnya ia bisa sedikit mengihurup nafas lega.
Ipek memutuskan untuk menjalankan sholat subuh, setelahnya ia akan beristirahat sejenak lalu mencoba menghubungi Intan, tentu Ipek sangat memerlukan bantuan Intan. Karena dari mereka yang sangat dekat dengan teman-teman Rio adalah Intan. Ipek tentu sangat berharap dengan bantuan Intan semua rencananya akan berjalan lancar sesuai dengan rencana Ipek dan bisa membuat tutup mulut Clovis.
Pukul enam Ipek terbangun dan langsung mencari ponselnya. Ia menghubungi Intan beberapa kali. Ipek menghubungi Intan tetapi tak kunjung ada jawaban.
"Hallo," jawab Intan dengan suara serak khas bangun tidur.
"Hallo dok, baru bangun yah? Pantas Ipek telpon dari tadi nggak dijawab," dengus Ipek.
"Hehe ngantuk Pek, kenapa emang ko tumben telpon pagi-pagi. Mau minta sarapan? Belum pada mateng kalo jam segini." Keisengan Intan langsung timbul apabila sudah berurusan dengan Ipek.
"Ish, masa minta sarapan. Engga jaman banget. Ada yang penting ingin Ipek bicarain sama dokter sekalian Ipek ingin minta solusi," lirih Ipek, rasa untuk bercandanya bahkan udah menguai entah kemana. Biasanya ketika Ipek dan Intan bertemu mereka akan saling ejek dan selalu bercanda. Namun, kali ini Ipek lebih terlihat pendiam.
"Kayaknya serius banget, cerita sajah nanti kita cari solusi bareng-bareng." Itu lah istimewanya Intan dia selalu perduli dengan yang lain meskipun kadang mereka saling ejek dan berantam.
"Clovis, dia marah dan sekarang dia akan membalas dendam denganku." Ipek bingung mau bercerita dari mana, sehingga ia mengambil kesimpulanya sajah.
"Tuh kan, apa aku bilang kemarin-kemarin. Clovis itu kaya gitu orangnya nggak bisa keusik. Kamu lagian kenapa suka sama dia sih, kalo udah begini kamu juga yang repot," dengus Intan, karena kesal dengan Ipek yang dari awal dibilangin agar jangan suka sama Clovis, tetapi kekeh ingin memperjuangkanya.
"Iya dok, aku sekarang menyesal, tetapi namanya cinta itu masih ada dan akan tetap ada," isak Ipek, ia sendiri bingung dengan jalan fikiranya kenapa tetap bersikeras mencintai orang yang jelas-jelas membencinya.
"Ya sudah sekarang nasi sudah menjadi bubur. Lalu apa rencana kamu?" Intan tentu akan mencoba membantu mencari solusinya. Meskipun jujur Intan sangat kesal juga dengan Ipek yang keras kepala.
...****************...
#Mampir juga ke karya Othor yang satu lagi yah judulnya #Jangan Hina Kekuranganku dijamin ceritanya juga seru loh...