Beauty Clouds

Beauty Clouds
Hari Bahagia



Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, pukul enam pagi, rumah Aarav di mana rumahnya bersebelahan dengan Rio sudah ramai oleh sahabatnya tentu saja tanpa terkecuali Intan dan sang duda, Chandra. Si cantik Meyra juga nampak bahagia terlebih setelah di beritahukan bahwa Dady dan mamihnya akan menikah dia sangat antusias. Biarpun dia belum tahu betul apa itu menikah, dan dia juga pagi ini adalah tuan putri yang sangat cantik, setelah di rias natural wajah Meyra memang sangat mirip dengan Emly yang sangat cantik itu.


Jantung Aarav sudah bergemuruh hebat padahal ini saja baru akan berangkat ke tempat acara ijab kabul yang di langsungkan di gedung, tempat yang sama di mana nanti akan diadakan resepsi. Yah, baru saja melihat orang yang berkumpul segini hati Aarav tetap sudah berdetup dengan kencang, dia sangat deg-dengan. Segala doa sudah di rapalkan, dan juga ia sudah sangat gugup entah gimana nanti ketika acara ijab kabul yang kata teman-temanya itu adalah acara yang paling menegangkan dan padahal Aarav sudah sangat yakin dan mempersiapkan ini dengan matang tetapi masih saja gerogi.


Tidak berbeda jauh dengan Aarav kini Emly yang sudah berada di gedung di mana acara yang nanti akan di adakan. Tanganya sejak tadi sudah basah oleh air keringat.


*****


Di tempat lain....


"Sayang, kamu kenapa deg-degan yah? Jangan deg-degan ini tangan kamu basah bqnget nanti malah kamu pusing, rilek ajah yakin semuanya akan baik-baik sajah," ucap Liana sembari menggenggam tangan putri satu-satunya yang sudah basah.


"Iya Mih, Emly sangat deg-degan takut kalo nanti acaranya beratakan, mungkin nggak sih Mih kayak gitu?" tanya Emly yang mana ini adalah momen untuk pertama kalinya sehingga ia ketakutan yang luar biasa.


"Enggak mungkin dong sayang gagal itu ada alasanya bukan sekedar gagal ajah, dan pernikahan kalian iti tidak ada kemungkinan yang menyebabkaan gagal jadi jangan panik nanti malah cantiknya hilang," hibur Liana yang melihat anaknya sangat cantik terlebih Emly sekarang sudah bisa berjalan dan sudah memiliki calon suami yang sangat perhatian dan juga buah hati yang cantik jelita.


Liana di balik wajah cantiknya mengeluarkan air mata kebahagiaan yang sangat tidak pernah di bayangkan olehnya bahwa ia akan merasakan kebahagiaan seperti ini. Laki-laki yang dulu selalu di hina oleh keluarganya justru sekarang bisa mengangkat keluarganya kembali dan bisa menikahi anaknya serta memuliakan keluarganya. Yah sejak hubungan mereka membaik Erwin di percaya mengurus bisnis Aarav dan dia sendiri lebih senang dengan profesi sebagai asaisten Rio itu, Karena ia sudah terlanjur cinta dengan pekerjaanya itu.


Pukul tujuh pagi Aarav dan rombongan sudah pada datang  semua, karena memang acara ijab kabul akan di langsungkan pukul delapan pagi, di lanjutkan resepsi. Di acara Emly resepsi memang langsung di adakan pagi hingga sore hari hal itu karena Emly yang kondisinyq masih belum seratus persen sembuh, sehingga menjaga agar Emly tidak sakit lagi.


"Yo, loe bareng gue jalannya, gue deg-degan banget Yo," ucap Aarav yang memang sejak di rumah laki-laki itu sudah panas dingin, dia terlalu tegang sehingga dari tadi gelisah.


Aarav pun mengikuti apa kata Rio, dia menghirup nafas dalam agar ia  tidak tegang dan juga untuk merilekan otot-ototnya yang seolah ikut menegang.


Aarav berjalan di apit oleh Rio dan juga Chandra di belangnya di susul Oleh Zawa dan Arzen, dan  selanjutnya di susul oleh pasangan jahil Clovis dan Ipek, lalu berikutnya di sambung oleh  Ody dan Meyra, sementara Boy di tinggal di rumah dengan pengasuhnya, dan yang terakhir di susul oleh Intan dan Tisy (Anak Chandra). Barisan berikutnya yaitu para dayang-dayang yang membawa seserahan termasuk pemilik rumah sakit Tuan Hartono dan Istrinya. Mereka bukan tidak mau menggandeng Aarav sebagai anak angkat mereka tetapi Aarav sendiri yang menolaknya dengan alasan ingin dengan teman-teamnya agar persahabatan mereka tetap kuat dan terjalan dengan harmonis.


Kedatangan rombongan pengantin laki-laki di sambut dengan baik oleh keluarga besar Erwin, bahkan Erwin dan Hartono dan keluarganya mereka sudah akur dan tidak terlibat pertengkaran lagi. Tidak lagi memperebutkan cucu. Acara demi acara di lewati Aarav dan yang laianya, jantungnya semakin bedetak dengan kencang, ketika sudah mendekati dengan acara ijab kabul. Dan itu artinya dia akan melihat wanita yang selama ini di cintainya. Yah, bahkan Aarav sering memimpikan Emly tidak hanya itu Aarav juga sering berhayal kalau ia dan Emly saling mengukir janji di hadapan hakim dan para saksi, dan di aminkan oleh semesta.


Yang bikin Aarav tambah bahagia adalah kenyataan itu kini menjadi kenyataan . Di mana ia sebelumnya pasrah ketika cintanya tidak pernah terbalaskan oleh gadis pujaan hatinya, tetapi hebatnya Aarav dia tidak pernah menyerah dengan apa yang terjadi dengan hidupnyaa diq terus berusaha dan selalu berdoa. Sampai di sini ia benar-benar di gariskan berjodoh dengan Emly.


"Apa Nak Aarav sudah siap bertemu dengan calon istri? Kalau siap nanti calon istrinya mau di ajah duduk di samping Nak Aarav, supaya memberi semangat buat kang calon suami, biar ijab kabulnya lancar," canda Pak penghulu.


"Siap Pak," jawab Aarav dengan yakin.


Tidak berselang lama pun Emly masuk ke dalam aula yang sudah di hias sedemikian cantiknya, dengan diapit oleh Liana dan Erwin.


Tessss... Tessss air mata Aarav jatuh ketika melihat kejutan ini, dan Emly yang begitu tampil sangat cantik dengan kebaya yang Liana pilihkan.


"Ya Allah apa ini hadiah yang Engkau kirimkan atas kesabaran hamba," batin Aarav ketika melihat Emly berjalan di mana biasa dia yang akan mendorong korsi rodanya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain melihat Emly bisa berjalan.