
Intan mencoba mengubungi Rio,
setelah tiga kali telpon terhubung akhirnya Rio mau mengangkat telponya.
"Kemana ajah sih susah banget ditelpon, udah kaya Presiden ajah sibuknya." omel Intan, ketika Rio baru sajah mengangkat pangilanya.
"Kenapa emang, kangen??" jawab Rio singkat
"Ih amit-amit, kalo nggam ada hal yang penting gue juga ogah tefon loe." jawab Intan jutek.
"Hal penting apa emang yang membuat seorang Dokter Intan mau meneleponku?" tanya Rio dengan nada meledek.
"Nanti pulang kerja loe ada waktu kan? Ada yang pengin gue omongin sama loe." ujar Intan.
"Penting?" tanya Rio singkat.
"Kalo nggak penting mana mungkin gue mau buang-buang waktu gue buat ketemu loe," jawab Intan masih dengan nada yang jutek.
Intan sama Rio memang selalu berantem bila ketemu, karena sifat jail dari Rio yang bikin Intan selalu ninggi ketika berbicara.
"Ya udah kalo kamu maksa! nanti pulang kerja kita janjian di lestoran Arzen yang dijalan X, kebetulan Clovis dan Chandra juga nanti ada disana." ucap Rio.
Akhir telpon, Intan pun menyanggupi, nanti sepulang kerja mereka akan bertemu di lestoran Arzen.
***
Setelah Intan memastikan bisa bertemu dengan Rio sepulang kerja nanti. Intan pun memberi tahu Ody. Agar Ody mempersiapkan bukti yang dia miliki.
Seolah Intan tau bahwa, tidak akan mudah membuat Rio mau langsung menerima permintaan Ody, agar Rio mau mempertanggung jawabkan perbuatanya.
***
Ody dan Ipek sudah menunggu sejak setengah jam yang lalu di palkiran sebuah cafe yang Intan kirimkan alamatny.
Mereka sengaja menunggu di palkiran paling ujung agar Rio dan yang lain tidak mengetahui keberadaan mereka.
Tidak lama Aarav dan Rio terlihat turun dari mobil, dan masuk kedalam cafe. Rupanya Rio lebih duluan datang di banding Intan.
"Kayaknya kita harus lebih sabar lagi Mba nunggu kedatangan Dokter Intan." celetuk Ipek, yang mungkin sajah sudah cape dari setengah jam yang lalu menunggu.
"Sabar yah, mungkin Dokter Intan masih banyak pasien, atau bahkan ada urusan penting." bujuk Ody menenangkan Ipek.
"Sabar sih sabar, tapi nih perut udah lapar," ujar Ipek dengan muka dibikin sesedih mungkin.
"Hahaha,...."Ody yang mendengar jawaban Ipek pun hanya bisa tertawa, dan mengelus perut Ipek dengan mesra. Sabar bentar lagi kita makan di dalam kalo Dokter Intan sudah datang." ucap Ody sambil menunjuk kearah cafe.
***
Hampir satu jam mereka menunggu. Akhirnya Intan datang, dengan anggunya berjalan kearah Ody dan Ipek.
"Kalian sudah lama nunggu?" tanya Intan
"Udah Dok, dari satu jam yang lalu." jawab Ipek dengan sepontan .
"Ya ampun maaf yah, tadi biasa ada pasien yang harus aku tanganin." Intan mencoba menjelaskan keterlambatanya.
"Ga apa-apa ko Dok, kami maklum seorang Dokter memang pekerjaanya nggak bisa di tentukan, kadang kita harus siap kapan pun untuk membantu pasian." jawab Ody, memaklumi keterlambatan Intan.
Kini mereka masuk kedalam cafe, setelah berbincang ringan.
Rio yang melihat Intan datang bersama Ody dan Ipek pun dibuat kaget .
"Mau apa Intan ngajak mereka," batin Rio heran.
Sedang yang lain juga heran dibuatnya .
Intan menghampiri Rio, " Kalina sudah lama?" tanya Intan, mengagetkan lamunan Rio.
"Lumayan, mungkin setengah jam yang lalu." jawab Rio singkat .
"Yah, nggam masalah bukan kan itu tugas Seorang Dokter." jawab Rio datar.
Intan pun duduk di samping Rio, disusul oleh Ody duduk di samping Intan, begitu pun Ipek yang duduk disamping Ody, dan Chandra.
Sedang Clovis, Aarav dan Arzen memilih duduk di meja lain, yang berada di sebrang meja mereka.
"Kenapa loe datang bareng mereka," akhirnya Rio memulai obrolan dengan menanyakan apa yang mengganggu di pikiranya.
"Kayaknya loe udah tau jawabanya." ujar Intan dengan sinis, sambil meminum jus yang baru di antar oleh pelayan cafe .
"Maksud loe apa? Jangan muter-muter langsung ajah, gue nggak suka kalo harus main tebak-tebakan!" omel Rio, nampaknya masih bingung dengan jawaban dari Intan.
"Kemana selama tiga hari ini? Mau kabur dari masalah!" balas Intan tanpa basa basi.
"Apa urusan loe, kemana gue selama tiga hari ini nggak ada urusan sama loe." jawab Rio sinis.
"Memang nggak ada urusan dengan gue, tapi dengan Ody? Apa kamu nggak ingin ngomong sesuatu?" tanya Intan, "Gue udah tau hal apa yang terjadi antar loe dan Ody. Jujur gue kecewa banget sama sikap loe Rio, gue pikir selama ini loe orang yang tanggung jawab, dan penyayang, nampaknya gue selama ini salah menilai loe. Ternyata loe nggak lebih dari Monster yang tega menghancurkan masa depan dari seorang gadis yang nggak tau apa-apa. B*r*ngs*knya lagi kamu tingakan begitu sajah tanpa kejelasan apapun. Oceh Intan mewakili Ody menumpahkan kekecewaanya.
Ody pun hanya diam menyimak semua obrolan, dia tidak ada keberanian untuk mengutarakan semua beban yang ada di hatinya. Padahal sebenarnya Ody pun ingin memaki Rio. Namun seolah nyalinya menciut ketika bertemu secara langsung dengannya.
"Oh,...jadi Ody yang cerita semuanya, dan dia meminta dukungan dari loe?" tanya Rio sinis.
Bukanya loe sepupu gue, kenapa loe berdiri di pihak dia, bisa saja dia memutar balikan keadaan? ucap Rio, sembari menunjuk kearah Ody.
Ody, dan ipek mendengar perkataan Rio pun semakin geram. Ingin rasanya menjambak dan menarik jakunya dengan kasar.
Intan nampaknya semakin terbawa emosi dengan jawaban-jawaban yang di lontarkan Rio. "Dengeryah Rio, Ody nggak pernah menceritakan secara langsung apa yang terjadi antara kalian. Gue yang tidak sengaja mendengar obrolan Ody dan Ipek." jelas Intan, dengan nada kecewa dengan perkataan Rio.
"Ody juga tidak meminta dukungan dari gue!Gue sendiri yang menawarkan diri untuk membantu dia agar mendapatkan keadila." imbuh Intan.
"Gue memang sepupu loe, bahkan gue bekerja di rumah sakit keluarga loe, tapi bukan berati gue harus dukung kejahatan yang loe perbuat, orang yang jelas-jelas salah. Disini gue netral, berdiri membantu pihak yang tertindas, dan gue liat Ody pihak itu. Maka dari itu gue berdiri di pihak Ody. Masalah tuduhan lo,tentang memutar balikan fakta, gue sudah lihat semua bukti yang Ody milikin, gue bisa simpulkan 100% yang salah adalah loe. Sementara Ody, gue bisa jamin lebih dari 1000% dia hanya korban. Sampai kapanpun loe mengelak, justru menunjukan bahwa loe memang laki-laki paling B*j*ng*n. cerocos Intan panjang lebar, kali ini dengan nada yang terlihat betul emosinya. Seolah tidak membiarkan Rio pembelaan.
Rio yang mendengan penuturan Intan pun mulai terbawa arus emosi.
"Terus mau loe apa sekarang?" balas Rio sembari menatap Ody jengah.
"Uang?..."
"Berapa ?..."
"1M? 2M? 3M? Atau mau rumah mewah dan mobil?" tanya Rio pada Ody dengan menatap sinis.
Ody yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun semakin geram. Ia yang awalnya diam karena merasa nyalinya menghilang. Begitu mendengar hinaan yang Rio lontarkan langsung menjawab pertanyaan Rio dengan emosi.
"Maksud Tuan apa? Apa sebegitu hinanya saya di mata Anda, sampai dengan mudah Anda menghargai saya dengan materi?" tanya Ody dengan penuh emosi.
"Bukankan tujuan kamu seperti itu. uang! Keluargamu butuh uang bukan? Sekarang kamu nggak usah kerja sampai larut hanya demi mendapatkan uang receh. Kamu tinggal sebut nominal saya akan kabulkan." hina Rio.
Ody yang geram dengan jawaban Rio, berdiri dan menyiramkan air putih yang ada di depanya.
"Jaga mulut Anda tuan, kalo memang Anda tidak mau bertanggung jawab ya sudah!! Saya nggak akan maksa! Tapi jangan mengemis maaf, kalo nanti Anda masuk penjara. ancam Ody dengan tegas.
"Semua bukti udah kami miliki, saya pastikan kurang dari dua puluh empat jam, bisa sajah Anda menjadi tahanan, karna laporan saya." tutur Ody, lagi-lagi membuat Rio dan yang lain diam tanpa kata.
...****************...
*Rio itu sebenarnya awalnya baik dan peduli. Namun, sejak di hianati Emly, dia merasa bahwa semua wanita sama sajah.
Mendekatinya hanya karna harta. Itu membuat Rio enggan bertanggung jawab pada Ody, dia memilih mengganti rugi yang Ody alami dengan uang. Berapapun akan dia bayar, karena di pikiran Rio, cinta yang tulus itu nggak ada.
***Sebuah proses memang sulit, seperti halnya kupu-kupu yang membutuhkan banyak waktu, ketika akan menjadi mahkluk yang indah***
...****************...
#mampir yuk dikarya author. dukung terus karya author ..
#makasih (emot love banyak-banyak )❤