
Siang hari, asisten Aarav menemui bu Dewi dipentry, kebetulan bu Dewi tidak sibuk, dipantri juga ada Ipek yang kebetulan baru sajah selesai mengerjakan tugasnya dan dia sedang istirahat sejenak, dan berbagi cerita ringan dengan Bu Dewi .
" Siang Bu Dewi," sapa asisten Aarav.
"Eh siang pa Aarav. Ada perlu apa tumben berkunjung ke pantru, apa ada kerjaan yang tidak memuaskan dari anak buah saya?" tanya bu Dewi yang kaget dengan kedatangan asisten Aarav tiba-tiba.
"Engga ko, kerjaan anak buah bu Dewi bagus semua. Makanya saya ada yang mau diobrolkan sedikit. Bu Dewi nggak lagi sibuk kan? bisa kita berbincang-bincang santai sebentar?" Tutur Aarav.
"Engga ko, saya nggak lagi sibuk. Ayo pa Aarav duduk, Bu Dewi menggeser kursi yang ada dipantry.
"Hemmm gini Bu Dewi,..aduh aku bingung mulai dari mana yah?" ucap asisten Aarav bingung memulai obrolanya.
"Apa bu Dewi ada rekomendasi anak buah bu Dewi, buat ditugaskan untuk sementara dirumah tuan Rio? jadi gini nu Dewi, Art dirumah tuan Rio sedang pulang kampung, karna anaknya sedang sakit, dan dirawat dirumah sakit, makanya untuk sekarang dirumah tuan Rio ga ada Art. Barusan tuan Rio meminta saya buat mencarikan Art pengganti sementar. Pikir saya dari pada cari lewat yayasan penyalur asisten rumah tangga, yang 'maaf' kadang masih banyak celah kekurangan cara kerja dan kadang dimanfaatkan oleh sebagian oknum buat melakukan kejahatan juga. Maka dari itu saya lebih percaya untuk minta bantuan bu Dewi buat mencarikan Art sementara itu dari karyawan kebersihan dirumah sakit ini. Selain mereka sudah terbukti cara kerjanya, buat data pribadi juga pastinya lebih terpercaya. Pasti bu Dewi juga tau dan paham kemauan tuan Rio seperti apa." tutur Aarav menjelaskan maksud kedatanganya.
"Dokter Rio lebih suka yang cekatan dan ga banyak protes, dan pastinya tanggung jawab, jujur dan kalo bisa bisa memasak. Soalnya kan dokter Rio ga suka dengan masakan luar." Asisten Aarav menjabarkan lagi kriteria calon Art buat Bosnya.
"Oh.....nanti saya coba seleksi yah pa Aarav," jawab bu Dewi sambil ngangguk-anggukan kepala tanda paham dengan obrolan asisten Aarav.
"Siapa yah kira-kira yang bisa pegang tugas berat ini, mengingat dokter Rio sangat pemilih, apa lagi ini Art yang akan mengurusi segala urusan dokter Rio dan akan keluar masuk kerumah dokter Rio. Pastinya nggak bisa sembarangan memberika tugas itu ke OB atau OG. Harus ada seleksi dan masukan dari anak buahnya. Aku ga mau salah merekomendasikan karyawan, salah pilih bisa-bisa aku yang kena masalah juga nantinya." batin bu Dewi "
"Oh ya udah bu Dewi pilih-pilih dulu ajah, kalo bisa nanti sore udah ada calon ARTnya yah biar bisa langsung dipindah ke rumah Dokter Rio. Asisten Aarav memberi waktu buat bu Dewi , untuk mencari calon orang yang dimaksud .
" Baik pa Aarav, nanti ketika saya sudah mendapatkan orangnya, saya segera beri tahu asisten Aarav .
"Ya udah kalo gitu saya balik keruangan saya dulu. Saya tunggu kabar baiknya, yah bu Dewi." ucap Aarav sebelum beranjak pergi.
Pelan namun pasti asiten Aarav mulai meninggalkan pantri .
...----------------...
Tanpa sepengetahuan Aarav dan Bu Dewi, Ipek yang kebetulan sebelum Aarav datang sedang berbincang dengan bu Dewi, dan tiba-tiba Aarav datang, Ipek pergi ke belakang untuk bersembunyi ,dan mendengar perbincangan mereka .
"Ipek harus kasih tau mba Ody, dan kalo mba Ody sudah mau jadi asisten rumah tangga sementara, tinggal minta bu Dewi untuk bilang ke asisten Aarav. Mudah-mudahan ini rezeki kamu yah, Mba." Doa tulus Ipek buat Ody.
Ipek engga tega, ketika dengar cerita hidup Ody.
Ody memang selalu terbuka dengan Ipek, bahkan Ody bercerita gimana kesusahan keluarganya mulai datang, dan dirinya sekarang tengah butuh uang buat biyaya kuliah adiknya serta harus menanggung kehidupan ibu dan adiknya. Ody juga bercerita mengenai Doni yang berselingkuh denga teman masa kecilnya. Serta uang Ody yang sampai sekarang belum ada kejelasanya.
Maka dari itu, Ipek menawarkan pinjaman. Agar Ody tidak teralu pusing, dan biar Ody bisa kerja dengan tenang, tanpa banyak melamun. Untuk uangnya yang Ipek pinjamkan, Ipek tau bahwa Ody orangnya tanggung jawab pasti bakal diganti, biarpun Ipek sendiri tidak begitu berharap uangnya diganti dengan waktu dekat, kalo pun dicicil Ipek nggak masalah, toh niatnya membantu meringankan beban Ody .
Kebetulan Ody menyambut baik niat Ipek, dan Ody juga berjanji bakal mencicil uang yang dia pinjam dari Ipek.
**Jika Anda dalam posisi dapat membantu orang lain,bersyukurlah ,karena Alloh sedang menjawab doa orang tersebut melalui anda***
Sekarang Ody sedang mencari pekerjaan paruh waktu. Kebetulan ada kesempatan buat dapatkan kerjaan tambahan. Ipekpun akan segera kasih tau ke Ody .
"Mba nanti istirahat bareng yah jam dua belas aku tunggu ditukang mie ayam tempat biasa ada yang Ipek mau omongin. Penting!!" isi wa dari Ipek buat Ody .
Ipek dan Ody memang sedang tidak tugas dilantai yang sama, tapi untuk jam masuk memang mereka selalu bersama Ody dan Ipek, tapi untuk tugasnya menyesuaikan arahan dari bu Dewi. Seperti hari ini Ipek dan Ody pisah lantai untuk sementara.
"Aduh penting banget yah Pek? aku jadi deg-degan." balas Ody .
Jam istirahat yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ody mulai bersiap untuk istirahat, sedang Ipek dari tadi sudah nunggu diwarung mie ayam sederhana tempat langganan mereka makan.
***Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan***
...****************...
#Terimakasih buat yang sudah mau mampir, dan jangan lupa tinggalkam jejak yah ..❤