
Sesampainya di rumah, setelah mengucapkan salam, dan bersalaman dengan umk kebetulan hanya umi yang berada di rumah untuk saat ini. Ipek langsung berlalu kekamarnya di lantai atas dengan muka murung. Tentu umi sembagai orang yang paling mengerti sifat anak perempuan satu-satunya bertanya-tanya, apa kira-kira yang terjadi dengan anak kesayanganya. Umi mengikuti Ipek, menyusul kekamarnya, untuk sekedar bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Tok... tok ... tok... ( Suara ketukan pintu dari umi)
"Sayang boleh Umi masuk?" tanya umi dengan suara selembut mungkin, sebelum masuk ke kamar putrinya.
"Masuk Umi, pintu nggak Ipek kunci ko." Ipek berteriak dari dalam kamarnya.
Begitu umi mendengan putrinya mengizinkan masuk, umi langsung mendorong pintu dengan pelan dan masuk ke kamar putrinya itu.
"Ko Umi perhatikan mukanya di tekuk gitu dari semenjak pulang. Apa Umi boleh tau apa yang terjadi, sehingga mukanya sedih gitu?" tanya umi dengan lembut agar Ipek tidak tersinggung.
"Ipek dipecat Mi," jawab Ipek sembari terisak sedih. Tentu bukan sedih karena ia dipecat, lebih sedih karena ia tidak bisa lagi mengejar cintanya. Sedangkan hampir tiap malam menjelang tidur, Ipek selalu membayangkan dirinya bisa meluluhkan hati Clovis. Serta Clovis yang perlahan juga membalas cinta Ipek, sudah menjadi bayangkan rutin yang sangat membuatnya bahagia.
"Loh bagus dong, berati kini Ipek nggak harus cape-cape kerja. Udah sekarang Ipek di rumah sajah temanin Umi di rumah," jawab umi yang justru membuat Ipek makin BT (Boring total)
"Ah, Umi mah nggak tau. Bukan masalah kerjaanya Mi, tapi karena ad yang lain, Ipek jadi sedih," dengus Ipek, memanyunkan bibirnya.
Tentu umi yang pernah merasakan mudah juga tau apa yang putrinya maksud.
"Uluh, ulut ternyata anak cewek Umi udah gede yah, sekarang udah main suka-sukaan. Memang siapa sih yang diincar sampe BT gitu?" ledek Umi, dengan menggelitik putrinya.
"Auw... geli Mi," pekik Ipek yang memang dia itu sangat sensitif ketika ada yang menggelitik perutnya.
"Makanya, kalo nggak mau digelitikin, cerita sama Umi. Tenang Umi adalah orang yang paling bisa menjaga rahasia," bisik umi.
Ipek tentu hanya diam tidak langsung menyanggupi permintaan uminya. "Tapi, Umi janji yah jangaan bocorin sama siapa pun, terutama sama Abi dan Abang. Bisa-bisa nanti Ipek diceng-cengin terus," sungut Ipek, tentu ia akan jadi bahan ledekan keempat abangnya, andai mereka tau adik bungsunya tengah kasmaran.
"Iya, Umi janji." Umi mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya sebagai sembol perjanjian.
"Jadi Ipek suka sama bos Ipek kerja Mi, tapi dia justru tidak menyukai Ipek, dan kami bagai anjing dan kucing apabila bertemu. Dia sangat membenci Ipek, padahal Ipek perhatian dan patuh dengan apa yang dia perintahkannya, tetapi dimata dia Ipek selalu salah. Tepatnya seperti hari ini, Ipek disalahkan lagi dengan apa yang Ipek nggak lakukan, dan dia memecat Ipek," jelas Ipek, dengan muka sedihnya.
"Iya Mi, sebenarnya dari jauh hari Ipek sudah menyiapkan hati ini apabila memang dia bukan jodoh Ipek, tapi tetap sajah Mi, hati Ipek sakit." Ipek menghambur pada umi dan menumpahkan semua sesak di hatinya. Umi dengan sabar mebiarkan putrinya menangis. Umi mencoba mengerti gimana hancurnya hati Ipek, ia sebagai orang yang lebih tua tentu tau gimana perasaan putrinya itu.
****
Di ruangan pribadinya Clovis tengah sibuk dengan ponselnya semenjak tadi ia tengah berbicara dengan lawan bicaranya yang berada disebrang teleponya.
"Pokoknya aku ingin, siapapun kalian membuktikan siapa yang sudah bisa tidur dan bercinta dengan tuh cewek. Gue akan kasih hadiah satu milliar," ujar Clovis, dengan tersenyum sinis.
Sebelumnya memang Clovis sudah mengirimkan foto-foto Ipek yang ia dapat dari CCTV di barnya, tentu tidak hanya foto melainkan ciri-ciri Ipek, Clovis jelaskan dengan detail.
Orang yang dia hubungi adalah teman temanya sesama cansanova dan bos-bos mafia dan lain sebagainya. Pergaulan Clovis di dunia gelap tentu banyak memiliki teman yang setipe denganya.
"Kenapa ngasih cewek yang begitu sih bos, bahkan untuk menaikan senjata kita sajah tidak bisa. kasih itu cewek yang seksi. Lah ini badan kaya kontainer dikasih buat tidur bareng, cantik sih cantik, tapi liat badanya, Joni nolak nih," seloroh orang disebrang sana.
"Justru kalo yang cantik dan seksi nggak harus kalian yang terjun, gue yang garap langsung tuh lahan," sungut Clovis.
Karena badan Ipek yang tidak selera bagi Clovis makanya ia membuat sayembara buat yang lainnya siapa sajah yang bisa meniduri Ipek apalagi sampai hamil dan membuat mental Ipek hancur Clovis akan memberikan hadiah uang yang cukup banyak, dan tentunya akan ada bonus lagi andai rencananya tercapai dengan mulus.
Setelah mengumunkan dengan ketua perkumpulan para mafia dan kelopok-kelompok di dunia gelap, Clovis menutup sambungan teleponya. Ia tersenyum sinis, waktunya telah dimulai. Kini ia sangat yakin bahwa Ipek akan memohon maaf kepadanya. Ipek akan menyesal karena telah berurusan dengan Clovis dan selalu menentang omongan Clovis.
" Menyingkirkan parasit sepertimu sangat gampang dasar wanita murahan dan sombong," batin Clovis sembari terkekeh.
Malam ini Clovis akan berpesta dan berkencan menghabiskan malam bahagianya bersama kupu-kupu yang sudah ia panggil, dan kini ia tengah menanti teman kencanya dengan minikmati minuman haram yang sudah beberapa tahun ini selalu ia konsumsi sekedar untuk menghangatkan tubuh atau bahkan sengaja ia minum untuk menenangkan pikiranya.
...****************...
#Jangan lupa mampir ke novel othot yang satunya yah # Jangan Hina kekuranganku# Ceritanya nggak kalah seru loh..