
Sinar matahari yang cerah merangsak masuk dari celah jendela, menyinari sepasang suami istri yang masih terlelap dan saling berpelukan dalam tidurnya.
Hemz..
Ody bangun lebih dulu ketika merasakan tubuhnya sudah terasa hangat mana kala sinar matahari mengenai tubuhnya.
"Jam berapa ini, kenapa perasan udah sangat terang," gumam Ody pada diri sendiri, lalu Ody melirik jam yang ada didinding, ya ampun sudah jam delapan.
"Mas bangun! Hari ini kamu masuk atau libur?" tanya Ody karena belakangan pekerjaan suaminya tengah banyak sehingga sering pulang larut malam dan hari sabtu pun masih masuk kerja. Rio yang dibangunkan Ody bukanya segera bangun, justru mengeratkan pelukanya.
"Libur nih? Biasanya kalo malas-malasan gini tandanya libur," ledek Ody dengan membalas pelukan Rio.
"Pagi baby," sapa Rio mengecup perut buncit Ody yang semakin hari semakin menambah besar dan membuat Ody makin Seksi.
"Ko babynya ajah yang dikasih salam, Bundanya dianggurin ajah," rajuk Ody memanyunkan bibirnya.
"Baiklah-baiklah calon bunda satu ini memang luar biasa, bisa banget kalo soal goda menggoda," ledek Rio sembari mencium pucuk kepala Ody. " Pagi Bunda," Papah sayang Bunda dan Baby ," ucap Rio kini bergantian mencium pipi kanan dan pipi kiri, dan yang terakhir mencium bibir seksinya.
Benda kenyal itu selalu membuat Rio tidak bisa berkonsentrasi, bahkan dalam bekerja pun Rio sering membayangkan bibir istrinya itu.
"Mas bangun yuk, nanti kita lanjut tiduran di lantai bawah. Aku pengin menikmati waktu lebur kamu berduaan disana sambil menikmati taman belakang," rengek Ody agar Rio mau menuruti kemauanya.
"Loh kata siapa Mas libur? Mas masuk kerja ko," ujar Rio dengan wajah seriusnya.
"Yah, Ody pikir libur, padahal pengin banget bersantai dilantai bawah sambil menikmati taman belakang," balas Ody dengan raut wajah sedikit kecewa.
"Emang kalo dari kamar nggak bisa menikmati keluar jendela?" tanya Rio, kenapa harus dilantai bawah coba, aneh-aneh ajah kan Bumil mah.
"Kalo dari kamar kita nggak ngadep langsung ke taman dan kolam renang sehingga pemandanganya kurang menarik," papar Ody, menjelaskan alasanya memilih bersantai di ruang keluarga yang berada di lantai dasar, dari pada di dalam kamarnya.
"Tar dulu Mas mau tanya. Ini kemauan Bundanya atau Babynya?" tanya Rio dengan terkekeh.
"Tentu Babynya dong Pah." Ody menjawab dengan yakin, agar Rio percaya bahwa yang mengingikan semuanya adalah sang Baby, alias mengidam.
"Bailah kalo udah Baby tercinta yang minta, Papah nggak bisa nolak lagi. Papah akan libur dan kita akan bersantai di ruang keluarga, kalo perlu bawa kasur dipindahin sanah." Tentu sajah akhirnya Rio mengabulkan keinginan Babynya.
"Tunggu-tunggu berati kamu libur yah Mas?" tanya Ody yang baru sadar bahwa suaminya mengerjainya.
"Hehe terpaksa libur buat Baby biar nggak ngences," ledek Rio, padahal kenyataanya Rio memang mengerjai Ody. Hari ini ia meminta libur dan yang menyelesaikan pekerjaanya untuk sementara Aarav dan Azra sajah. Toh, pekerjaan tinggal sedikit lagi.
Ody mengrenyitkan dahinya dan memeberikan tatapan yang membunuh, seolah menodong kejujuran dari suaminya.
"Hehe ko gitu sih, liatinya, Mas keliatan bohong yah?" tanya Rio, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mas itu nggak pernah bohong, jadi ketahuan kalo bohong pasti pandangan matanya nggak berani lihat Ody," ucap Ody menjabarkan kecurigaanya.
"Yaudah Mas ngaku deh, barusan bohong, Mas hari ini libut. Tadi mau ngerjain kamu ajah, siapa tau bakal nangis gitu kalo Mas masuk kerja. Taunya biasa ajah," dengus Rio, yang gagal mengerjai istrinya.
"Sayang, jangan gini ah nanti malah pengin lagi," ucap Rio. Mengingat semalam ia dan Ody sudah saling memuaskan.
"Emang kalo pengin lagi dilarang yah?" goda Ody yang seolah menantang suaminya agar kembali saling memberikan energi positif.
"Jadi kalo Mas mau lagi boleh?" tanya Rio dengan mata berbinar bahagia. Memang tidak salah Rio memilih istri. Ody pandai dalam segala bidang, memasak, memijit dan yang terpenting Ody sangat bisa memuaskan Rio dalam urusan kepuas'an batin.
"Di kamar mandi yah, jadi biar cepat sambil mandi sambil olahraga," saran Ody tanpa memberikan tawaran apapun.
Rio pun langsung membopong tubuh polos Ody ke dalam kamar mandi. "Otw naik kepincak gunung," pekik Rio dengan gembira.
Ody hanya terkekeh melihat kelakuan suaminya. Sangat gampang membahagiakan sumaminya itu tinggal dikasih servis plus-plus langsung semua setresnya hilang.
Satu jam proses mandi pun selesai kini Ody dan Rio sudah rapih dan harum. Keduanya menapaki kaki turun tangga, dengan bergandengan sangat mesra hendak memulai sarapan yang sudah lewat. Gimana nggak lewat sekarang sudah pukul sepuluh tetapi mereka baru akan menikmati sarapan pagi.
Setelah menikmati sarapan, Rio pun mulai meniapkan menggeser sova yang empuk dan nyaman menghadap ketaman belakang langsung, semuanya diatur dengan sangat apik untuk istrinya rebahan karena Babynya mengidam ingin dimanjakan oleh papahnya sambil menikmati taman belakang.
"Loh, itu mau diapain Tuan, kenapa posisi sova diacak-acak begitu?" tanya Mbok Karti dengan heran kenapa majikanya justru mengacak-acak posisi sova.
"Nyonyah yang pengin Mbok, kalo nggak diturutin bisa nangis Babynya," bisik Rio, agar Ody yang tengah berada di taman tidak mendengar bahwa dirinya tengah digibahin.
"Oh, ngidam pengi bobo disini?" tanya Mbok Karti dengan setenga berbisik, mengikuti Rio.
"Yah begitulah, aneh-aneh ajah kan, kamar banyak tinggal tunjuk mau pilih tidur di mana, tapi malah minta disini, dan harus geser-geser pula agar menghadap ketaman," oceh Rio tetapi masih dikerjakanya.
"Sayang udah selesai nih, yook rebahan, badan Mas udah pada pegel ngegeserin tuh sova," ucap Rio dengan menunjuka saung-saungan yang sudah berhasil ia susun.
"Ody pun langsung menghampiri Rio, dan sangat antusias melihat keseriusan suaminya yang mewujudkan keingunanya.
"Ya udah ayuk, Ody udah nggak sabar pengin rebahan di sana." Ody menarik tangan Rio dan langsung mengajak duduk disova sembari bermanjaan.
"Ah rasanya nyaman sekali empuk dan pemandanganya bagus," Tidak henti-hentinya Ody memuji keindahan taman.
Rio pun terkekeh geli melihat tingak istringa yang sangat lucu. "Emang kalo ibu hamil gitu yah asal keinginanya terpenuhi langsung berbinar bahagia," batin Rio masih terus memperhatikan Ody.
Padahal menurut Rio tamanya biasa sajah dan lagi sangat biasa rebahan disova, enakan juga di kamar bisa bebas ngelakuin apa ajah, tapi buat Ody beda ia sangat nyaman dan menikmati waktu bersama dengan suaminya.
Kadang bahagia itu sederhana banget bisa berdua dengan suami dan menikmati waktu luang dengan bercengkrama, curhat hal yang sepele, sudah lebih dari cukup.
Bonus foto Bambang Rio sama Neng Ody yang lagi bersantai, foto diambil oleh Mbok Karti...
Selamat bersantai Bumil kesayang...