
Rio melajukan mobilnya dengan perasaan kesal, kenapa Ody harus kerja di tempat Clovis, sedangkan Rio tau tempat Clovis bukan tempat yang bagus buat Ody terlebih ia tengah hamil, banyak di dalam sana orang-orang asik mengisap rokok, yang menyebabkan asap roko yang mengandung nikotin terhirup oleh Ody dan itu tidak bagus untuk janinya.
Rio kesal pada diri sendiri, seharusnya ia tidak marah, tetapi menasehati dengan perlahan, agar Ody tak harus kembali bekerja di tempat Clovis. Ia kini menyesal atas sikapnya yang sering marah dan kesal pada Ody tanpa alasan yang jelas.
Rio menghubungi pengacaranya, agar selepas magrib datang kerumah Rio. Ia sudah yakin akan membatalkan perjanjian nikah. Rio akan berusaha mengikuti saran dari teman-temanya untuk menerima Ody dan akan menjelaskan pada keluarganya setatus Ody dan dirinya.
Rio sampai di rumah sakit, langsung menuju keruanganya, sementara Aarav dan Azra sudah sedari tadi bekerja, kini Aarav tidak lagi mengantar jemput Rio. Rio yang meminta agar Aarav lebih fokus mengurusi pekerjaanya. Selama Papihnya masih diluar negri, semua laporan rumah sakit Rio yang hendel, meskipun ada Om Jaxton asisten kepercayaan papih tetapi Rio juga ingin menunjukan bahwan ia kini sudah bisa diandalkan sehingga tidak ingin dicap sebagai anak kecil lagi.
Rio menyelesaikan semua kerjaanya lebih awal, sengaja ia ingin pulang lebih cepat dari jam pulang biasanya. Jam empat kerjaan Rio sudah rapih, dan dia pamit lebih dulu pada Aarav dan Azra untuk pulang. Rio sengaja ingin membeli susu ibu hamil untuk Ody. Dia harus meminum susu itu agar nutrisi calon anaknya terpenuhi.
Rio menepikan mobilnya disebuah supermartket, dan dia berjalan menyusuri barisan susu, dia memilih merek yang terkenal dan beberapa rasa yang berbeda agar Ody tidak bosan untuk meminumnya. Rio juga membelikan beberapa box Es Cream buat Ody, karena yang ia tau Es Cream bagus buat ibu hamil.
Setelah melakukan transaksi pembayaran, Rio menenteng dua kantong besar tas belajaan dengan isi susu, Es Cream dan beberapa makanan ringan untuk Ody apabila ingin ngemil. Entah lah kini perasan Rio lebih berbunga-bunga setelah mencoba berdamai dengan takdirnya, menikah dengan Ody. Sebelumnya Rio akan mudah tersulut emosi apabila mengingat semua takdirnya. Namun, setelah Rio mengikuti saran dari teman-temanya kini perasaanya seolah lebih tenang dan bahagia.
Tidak terasa kini Rio sudah berada di depan rumahnya.
"Mbok, Ody mana?" tanya Rio ketika baru masuk dan tidak melihat Ody di dapur atau sekitarnya.
"Neng Ody, barusan kekamarnya tuan, katanya pengin istirahat." jawab Mbok Karti mengikuti omongan Ody.
"Oh ya udah, tolong belanjaan di dalam mobil keluarin yah Mbok." Rio memerintahkan Mbok Karti untuk menurunkan semua belanjaanya.
Rio naik kelantai atas, ia akan melihat Ody dan meminta maaf atas kejadian tadi pagi, dan menjelaskan maksudnya tidak menyukai Ody bekerja di tempat Clovis. Rio membuka kamar Ody dengan perlahan, dia melihat Ody tengah tertidur di ranjangnya.
Rio mendekat dan duduk di tepian tempat tidur mengecek apakah Ody sakit atau hanya ingin istirahat biasa.
Ody yang merasakan tepat tidurnya bergerak pun membuka matanya. "Tuan, Anda sudah pulang?" tanya Ody kaget ketika melihat Rio tengah duduk disampingnya terlebih tangan Rio memegang kening Ody, tentu sajah membuat Ody semakin keget. "Apa yang Anda lakukan tuan?" Ody kembali bertanya, sembari bangun untuk duduk menjauh dari Rio. Ody masih tidak terbiasa dengan perlakuan Rio. Ia masih sedikit trauma atas perbuatan Rio yang pernah memperkosanya.
"Kamu nggak lagi sakit atau ngga enak badankan?" tanya balik Rio, bukanya menjawab pertanyaan Ody, Rio justru memberikan pertanyaan balik pada Ody.
"Sa.....saya baik-baik sajah tuan, hanya dari tadi siang perasan saya tiba-tiba tidak tenang. Saya teringat adik dan ibu saya." jawab Ody sembari menunduk. Ody merasa bersalah dengan ibunya karena merahasiakan pernikahanya bahkan sekarang dirinya tengah hamil, andai ibunya tau nasib putrinya, pasti ibu akan kecewa berat pada Ody.
"Kalo ada apa-apa ceritalah barangkali bisa mengurangi beban fikiran kamu." ucap Rio sembari menenangkan Ody.
"Aku barusan membeli beberapa susu buat kamu, mulai sekarang kamu harus rajin minum susu dan biasakan mengemil agar berat badan kamu menambah, ibu hamil nggak boleh terlalu banyak fikiran dan perbanyak makanan yang bernutrisi agar calon bayinya sehat." cicit Rio agar Ody bisa mengontrol kecemasaanya.
Ody hanya mengangguk lemah, rasanya aneh sekali tiba-tiba Rio bersikap demikian.
Rio pamit akan membersihkan badanya, bahkan ia lupa niatnya menemui Ody untuk meminta maaf atas kejadian tadi pagi. Setelah Rio keluar dari kamarnya, Ody pun bangun dan akan kedapur mengecek apakan yang dikatakan Rio benar bahwa ia membelikan susu untuknya.
Ody sampai di dapur,.dan benar sajah ada beberapa dust susu dengan farian rasa yang berbeda, Ody juga melihat ada banyak snack untuknya mengemil. Entah setan apa yang merasuki Rio, tetapi Ody sangat bersyukur setidaknya Rio tidak terlalu dingin saat ini. Ody berharap bahwa perhatian Rio akan selamanya bukan hanya saat dirinya hamil sajah.
****
Di kampung halaman Ody...
Beberapa hari ini kondisi ibu Arum menurun, bahkan sekarang untuk sekedar berjalan kekamar mandi sudah semakin kesusahan. Hendra yang melihat kondisi ibunya semakin menurun memutuskan untuk cuti kuliah dan mengfokuskan untuk merawat ibunya.
Sebenarnya Hendra ingin mengabarkan pada Ody, mengenai kondisi ibunya yang makin menurun, tetapi ibu lagi-lagi menolak. Ibu meminta tidak memberi tahukan kondisinya pada putrinya.
Hendra sudah terlanjur berjanji pada ibunya, maka dari itu Hendra memutuskan mengambil cuti kuliah, tentunya tanpa sepengetahuan Ody. Sudah hampir dua bulan Hendra cuti dari kuliahnya. Uang yang Ody kirimkan untuk kuliah Hendra gunakan untuk pengobatan Ibu. Hendra juga memutuskan menjual sawah yang mereka punya untuk memenuhi kebutuhan mereka dan pengobatan ibu yang memerlukan uang tidak sedikit.
Hendra bahkan sudah pasrah apabila Ibu menyusul ayahnya kembali menghadap ke Sang Pencipta. Serta Ody yang marah karena telah membohongi kondisi ibunya. Yang ada dipikiran Hendra adalah fokus merawat ibunya.
****
Setelah kemarin Arzen dan Zawa resmi berpacaran. Pagi tadi Emly sudah pindah dari rumah Zawa. Emly pindah ke apartemen miliknya, dibantu oleh Mbok Zuha, serta Zawa pun ikut mengantar Emly berpindahan.
Sore hari Arzen menemuai Zawa, sebelumnya mereka sudah berjanji akan menghabiskan malam bersama.
Hari-hari Arzen lebih berwarna semenjak mengenal Zawa, begitu pun Zawa lebih terlihat ceria semenjak mengenal Arzen. Awalnya Zawa mendekati Arzen hanya untuk memanfaatkan agar mengetahui informasi mengenai Rio, tetapi justru Arzen memberikan rasa yang sudah lama tidak pernah Zawa rasakan, sehingga kini Zawa benar-benar jatuh cinta dengan Arzen. Begitu pun Arzen benar-benar dibuat tergila-gila dengan Zawa. Gadis manis yang memiliki kriteria yang Arzen inginkan, paket lengkap ada pada sosok Zawa.
****
Sementara itu di Bar milik Clovis, Ipek tengah bekerja dengan serius, meskipun Clovis selalu membuly dan menghina Ipek dengan kata-kata kasar, dan sangat menyakitkan. Nyatanya Ipek masih mau kembali bekerja, bukan karena Ipek yang tidak memiliki harga diri dan bodoh. Hanya Ipek ingin membuktikan pada Clovis bahwa ia adalah gadis yang kuat, tidak mudah ditindas.
Adai Ipek mau bisa sajah ia langsung berhenti dari kerjaanya, tetapi apabila ia melakukanya nanti Clovis akan makin besar kepala, mengira Ipek menyerah dengannya.
Ipek bahkan sudah berjanji kepada kedua orang tuanya, beserta ketiga kaka laki-lakinya, ia akan mengakhiri semua petualanganya diluar dan akan mengikuti kemauan orang tuanya setelah enam bulan waktu yang diberika habis.
Sehingga apabila waktu itu tiba Ipek tidak akan pernah lagi merasakan kebebas dengan berpura-pura menjadi seorang pekerja paruh waktu dan seorang cleaning servis.
Maka dari itu Ipek sekarang akan menikmati hari-harinya dengan sebaik mungkin, jadi ketika waktu itu tiba, Ipek tidak menyesalinya, setidaknya ia sudah berjuang memperjuangkan cinta pertamanya.
Meskipun mungkin sajah hasilnya mengecewakan untuk dikenang. Namun, Ipek akan ikhlas untuk menjalaninya. Memang cinta butuh perjuangan, itulah perinsip Ipek.Tak lupa Ipek akan berdoa semoga Clovis kelak mendapatkan jodoh yang bisa membimbingnya kejalan yang benar, dan meninggalkan semua kegiatanya yang dibenci Tuhan.
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, dan jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤
# Mampir juga kekarya Othor yang satunya yah "Jangan Hina Kekuranganku" ceritanya nggak kalah seru loh...❤