Beauty Clouds

Beauty Clouds
Buronan



Setelah merasa Ody tenang dan bisa beristirahat. Intan pun memberikan kabar pada paman dan tantenya yaitu papih dan mamih Rio. Mamih dan ka Luna yang mendengar kabar bahagia itu pun langsung bergegas ke rumah sakit.


Sementara papih yang sejak tadi mengurus Rio dan beberapa pekerjaan rumah sakit pun langsung keruangan Ody. Namun Ody sudah kembali beristirahat.


Kondisi Rio pun belum mengalami perubahan. Terutama pesikologinya, di mana Rio selalu menyalahkan dirinya dengan kondisi ini. Papih sudah meminta psikiater untuk membantu mengembalikan sikap Rio. Papih merasa Rio perlu mendapat bimbingan dari psikiater agar teraumanya hilang, setidaknya ia bisa menerima takdir buruk yang menimpanya


.


****


Sedangkan di tempat lain di rumah yang megah terjadi kepanikah mana kala Emly setelah melahirkan bayi perempuan mengalami koma, sudah lebih dari tiga jam Emly pingsan. Papihnya pun sudah memanggil team medis, tetapi mereka semua menyarankan untuk dirujuk kerumah sakit yang lebih memadai.


Papih memang memutuskan Emly lahiran di rumahnya yang berlokasi di samping rumah Rio. Emly tidak melahirkan di rumah sakit, sebab polisi sudah mencari keberadaan Emly. Yah setatus Emly saat ini adalah buron, maka dari itu papih merahasiakan keberadaanya. Sedangkan tempat paling aman adalah rumah ini.


Di rumah mewah ini Emly melahirkan baby perempuan yang sangat cantik. Namun, sanyang kelahiranya tidak bisa membuat orang-orang bersimpati. Terlebih papih yang sejak anak itu lahir memerintah Bibi menjaukanya. Papih sangat marah pada bayi itu sebab karena Emly melahirkan bayi perempuan itu kini Emly koma dan dokter untuk sementara mengatakan bahwa saraf Emly ada yang rusak sehingga itu yang membuaat ia koma.


Papih Emly diam-diam meminta team medis dan ambulance membawa Emly ke bandara. Pasalnya papih sudah menyewa jet pribadi untuk membawa Emly ke Singapura untuk kenjalani pengobatan di negara tersebut. Sekaligus kabur dari pencarian polisi.


Papih tidak mau Emly sampai di penjara sehingga ia rela melakukan ini semua. Beliau sangat menyayangi Emly. Ia akan meminta orang kepercayaanya untuk terus mengawasi perkembangan Emly. Sementara papih sendiri akan pulang ke Indonesia untuk mencari tahu perkembangan kasus anaknya.


"Mbok Suha, aku nggak mau liat bayi itu, kamu buang jauh-jauh bayi itu! Mau dibunuh atau buang kepanti asuhan terserah aku tidak peduli. Kehadiranya hanya sebagai pembawa sial. Gara-gara kehadiran bayi itu anak aku sekarang koma, dan ada kemungkinan ia akan lumpuh." Papih memerintah Mbok Suha untuk membuang anak Emly. Bahkan papih belum melihat wajah cantik bayi itu sedikit pun.


"Ba... baik Tuan, saya akan membungnya sesuai dengan perintah Tuan." Mbok Suha walau berat hati, tetapi ia harus tetap menjalan kan perintah Bos besarnya.


Namun begitu papih pergi, Mbok Suha tidak jadi membuangnya. Ia juga takut kejadian pembuangan bayi diketahui warga dan justru membuat Mbok Suha terjerat hukum.


Mbok Suha mendengar dari tetangga bahwa anak sebelah rumah meninggal, dan lagi anaknya sama yaitu perempuan. Sehingga Mbok Suha akan menawarkan untuk mengasuh bayi Emly kasihan air susu sang ibu lebih baik diberikan pada bayi Emly yang sama sekali tidak dikehendaki kelahiranya.


Mbok Suha akan memeberikanya nanti apabila orang-orang sudah sepi hari ini tengah ada pengajian meninggalnya Baby Angel.


Ke esokan harinya di kantor polisi...


Arzen datang mengunjungi Zawa. Ini kali pertamanya Arzen datang mengunjungi kekasihnya setelah kasus pembunuhan berencana membelit kekasihnya.


Arzen menunggu Zawa di ruang tunggu. Kemudian tidak lama Zawa dantang dengan baju tahanan, badan kurus, mata sembab dan Zawa menunduk tidak berani melihat kearah Arzen. Rasanya terlalu malu untuk memperlihatkan segimana kacaunya dirinya sekarang ini.


Zawa duduk di depan Arzen. Masih menunduk, air matanya sudah kering setiap hari ia menangisi kebodohanya yang mau dengan mudah percaya pada Emly. Terlebih setelah mengatakan bahwa Emly kemungkinan kabur. Sehingga tersangka akan jatuh ketangan Zawa, sebab Emly tidak bisa memberikan keterangan yang bisa membebaskan atau setidaknya meringankan hukuman Zawa.


Arzen begitu melihat betapa kacaunya Zawa tentu sedikit rasa iba, dan ada keyakinan di dalam dadanya bahwa Zawa tidak melakukan itu semua.


Sekian menit mereka tidak terlibat obrolan sama sekali. Arzen sibuk dengan pikiranya sendiri dan Zawa tidak berani memulai pembicaraan.


"Kenapa kamu lakukan ini semua Zawa, apa pengorbananku selama ini kurang membuktikan kalo aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh bahkan dalam hatiku sudah penuh dengan namamu. Namun, kamu justru membuat aku kecewa dan menjatuhkan ku sekencang-kencangnya. Mengakibatkan aku hancur berkeping-keping." Arzen pada akhirnya memulai obrolan diantara mereka.


"Aku minta maaf telah membuat kamu kecewa. Awalnya aku memang mendekati kamu karena permintaan Emly. Namun jujur perasaan yang selama ini aku rasakan itu tulus Arzen. Aku tidak pernah bermain-main dengan hati. Aku sungguh mencintaimu. Aku tidak pernah berpura-pura dengan hati ini. Namun saat ini aku benar-benar tidak layak untuk kamu. Aku kotor aku bahkan dianggap pembunuh. Keluarga angkatku tidak mempercayai omongan aku, polisi dan yang lainya juga tidak mempercayai omongan aku. Sekarang aku hanya bisa pasrah Arzen. Seumur hidup menghabiskan di dalam penjara. Bahkan aku berkata jujur pun tidak ada yang percaya dengan aku." Zawa mengutarakan kekecewaanya dengan polisi dan yang lainya. Yang bahkan sempat melakukan tamparan pada Zawa agar berkata jujur. Namum semua yang Zawa katakan adalah kejujuran sehingga ia tidak akan. mengakui sesuatu yang tidak pernah dia lakukan. Zawa akan selalu berkata sesuai dengan peranya. Dalam kasus ini ia hanya membantu mengambilkan foto, tidak ada chat yang preman itu mengaku Zawa yang mengirim pesan. Serta perbuatan kriminal lainnya. Zawa tidak melakukanya.


"Ceritakan padaku kronologi sesungguhnya, mungkin saja ada celah untuk membuat kamu bebas atau setidaknya hukumanmu lebih ringan." Arzen mencoba akan mendengarkan penuturan dari Zawa.


Zawa menarik nafas dalam dan membuangnya dengan perlahan. Kemudian ia mulai menceritakan kejadian demi kejadian ia kembali berkomunikasi dan Zawa pun menceritakan kondisi Emly yang hamil karnena Aarav dan Emly menolak anak itu dan berkali-kali hendak mengugurkan anak itu dan Emly yang mulai menggukan anak itu untuk menekan Zawa mau mengikuti permainanya. Zawa bercerita dengan detail dan tanpa menambahkan sesuatu dan mengurangkan sesuatu. Ia bercerita sesuai dengan kondisi di lapangan.


"Arzen pun yakin bahwa Zawa memang dijebak. Namun sangat sulit untuk membebaskan Zawa sebab dalam semua bukti Zawa teribat. Itu karena Emly memang sudah sangat merencanakan Zawa sebagai tumbalnya. Emly menggunakan Zawa yang polos sebagai bantalan peluru, dan ia mencuci tangan dengan membuat kesaksian-kesaksian palsu. Tentu Arzen yakin kedua preman suruhan Emly adalah kesaksian palsu yang Emly bayar tinggi agar memberikan kesaksian yang memberatkan Zawa.


"Aku akan coba bantu sebisa aku untuk meringankan hukuman kamu. Namun aku nggak bisa memaafkan kebohongan kamu yang mempermainkan hatiku sesuka hatimu. Aku terlalu sakit untuk memaafkan semua kebohonganmu." Sebelum Arzen pergi ia sebelumnya menitip pesan pada Zawa agar jangan terlalu percaya dengan orang lain, dan apabila bantuan dari Arzen bisa meringankan hukumanya. Berbuat baik lah dan jangan mempermainkan hati laki-laki. Arzen juga mengatakan bahwa cintanya untuk Zawa tulus tanpa ada kebohongan apa pun. Lalu Arzen meninggalkan Zawa dengan kebisuan dan penyesalanya.


Zawa kembali dibuat menyesal karena sempat meragukan cinta Arzen. Andai Zawa tidak ragu dengan ketulusan cinta kekasihnya itu. Pasti Emly tidak akan dengan mudah menghasudnya. Sampai pada akhirnya Zawa mengambil foto-foto Rio dari ponsel Arzen. Di mana itu menjadi bukti terkuat.


"Maafkan aku Arzen. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku akan membuktikan bahwa hanya kamu yang ada dihatiku." Zawa bergumam dalam batinya dan menatap punggung Arzen yang menghilang ditelan penyekat ruangan.