
"Ipek? Ini beneran Ipek?" tanya Intan tidak percaya bahwa gadis cantik yang dihadapanya adalah Ipek, gadis yang dulu biasa menghabiskan makanan di kulkasnya.
"Iya Dok," Jawab Ipek dengan senyum khasnya yang membuat Clovis hatinya langsung loncat.
Intan tanpa nunggu lama langsung loncat ke arah Ipek. Memeluk dengan sangat kencang, membuat keseimbangan Ipek akan hilang, hampir Ipek terhuyung kebelakang.
"Dok berat," ringis Ipek, yang Intan nggak mau melepaskanya.
"Ipek aku kangen banget sama kamu. Kamu kemana ajah? Terus ini apa lagi, kenapa kamu jadi cantik begini. Ah, gue nggak terima pokoknya loe lebih cantik dari gue. Badan loe juga bisa kurus gini pasti loe habis dari korea yah, buat oprasi plastik?" selidik Intan dengan tatapan tidak terima.
Ipek hanya terkekeh samar.
"Udah yuk Pek duduk! Dia mah jangan didengerin memang dia suka gitu ngeselein."Ody menggandeng tangan Ipek agar ikut duduk bersama Ody.
Ipek hampir lupa parsel buah dan kado buat May yang ternyata anak cantik itu berdiri mau ikut menyapa tante cantiknya tapi tidak kebagian dengan Intan dan Bundanya.
"Eh... entar dulu Mba, lupa ada kado buat si cantik. Ternyata Mayra mematung bingung juga. Ipek menghampiri Mayra.
"Hay cantik, Tante ada hadiah buat ponakan tante semoga May suka yah." Ipek mengambil kado yang besarnya hampir sama dengan milik Aarav.
"Holeh... May dapat kado lagi. Makasih Tante cantik kadonya. May boleh buka?" tanya Mayra dengan lembut.
"Boleh dong sayang. May boleh buka. Tante bantu boleh?" tanya Ipek yang kasihan sepertinya Mayra ingin segera tahu isi kado yang Ipek berikan.
Begitu kado di buka dan Mayra sudah bisa melihat dalamnya ia sudah senang bukan kepalang. "Yeh... May punya boneka frozen dan teman-teman." Mayra berjingkrak gembira karena ternyata kado yang Ipek berikan adalah yang May inginkan. Karena harganya yang lumayan mahal sehingga belum dibelikan niatnya Ody mengajarkan menabung dulu baru keinginanya akan dituruti. Mainan Frozen lengkap dengan semua temanya dan istana Es yang sangat mirip dengan aslinya. Hanya dijual khusus dan pemesanan khusus pula.
Namun justru Ipek membelikanya, dengan cuma-cuma hal itu langsung membuat Mayra berjingkram gembira dan buru-buru mamerkan mainan yang Ipek belikan. Bahkan punya Aarav dan yang lainnya Mayra lupa. Karena ada mainan yang ia impi-impikan.
"Papah, Bunda liat! May dapat hadiah frozen dali Tante cantik." Mayra menghampiri Rio dan Ody agar melihat mainan yang Ipek berikan untuk May.
"Waw... ini sih mahalan kado buat May dari pada motor," celetuk Aarav yang tahu betul berapa harga mainan itu.
Ipek belum sadar bahwa diantar teman-teman yang kumpul ada Clovis. Dia pun belum sadar ada Zawa juga saking fokus dengan Mayra dia sampe lupa untuk menyapa yang lain.
Setelah mainan di buka, kini Mayra tengah bermain ditemanin dengan pengasuhnya. Ia fokus dengan permainan yang om dan tantenya bawakan untuk dia.
"Gue mah heran sebenernya loe itu kaya banget yah Pek sampe beli maian mahal gitu nggak sayang. Mana bawa parsel buah satu toko dibawa perasaan. Duit loe tinggal cetak," ucap Intan yang dari dulu ia dibikin penasaran sama Ipek, sosok Ipek
"Engga ko Dok, kebetulan ada uang lebih jadi bisa membelikan May sedikit kenang kenangan lah," jawab Ipek selalu merendah.
"Oh iya Pek masih ingat kan sama teman-teman kita yang ini semua," ucap Ody menuntun Ipek agar duduk di samping dirinya.
Deg... jantung Ipek seolah berhenti ketika melihat sosok laki-laki yang belakangan mati-matian ia ingin lupakan, tetapi justru kali ini laki-laki itu hadir kembali, setelah ia memiliki pengganti dihidupnya. Perasaan Ipek nggak menentu, tetapi Ipek berusaha tetap baik-baik saja, berusaha tidak terjadi apa-apa. Bahkan Ipek terlihat lebih santai.
"Mba itu bukanya Zawa bukan sih?" tanya Ipek dengan berbisik.
"Iya, kenapa?" tanya Ody heran.
"Bukanya, dengar-dengar Zawa di penjara?" tanya Ipek kembali berbisik.
"Zawa. Ipek ada yang pengin ditanyain." Ody malah membuat semua menoleh kearah Ipek. Seketika itu Ipek menunduk dan wajahnya memerah.
Clovis sangat gelisah, sejak tadi memperhatikan Ipek berbicara bisik-bisik sama Ody membuat Clovis tidak mau berpaling dari wanita yang dulu mati-matian ia tolak, bahkan disakiti, dibuat menderita.
Bahkan Clovis bertingkah sangat aneh, lebih banyak diam dari pada ikut masuk kedalam obrolan seperti yang lain membalas rendom.
Setelah Ipek ngobrol basa-basi dengan Zawa dan Intan. Ipek baru tahu bahwa Zawa sudah lama bebas dan itu semua karena Zawa berhasil membuktikan bahwa ia tidak bersalah.
Ipek yang serius mengobrol dengan yang lain membahas cerita yang banyak ia lewatkan. Sedangkan Clovis lebih banyak diam duduk menyandarkan tubuhnya mengamati Ipek. Ingin sekali ia menarik Ipek untuk memgobrol berdua. Clovis ingin meminta maaf dengan semua yang ia lakukan, tetapi Clovis tidak mendapatkan kesempatan. Karena malam ini Ipek adalah bintang tamu sangat penting banyak yang mewawancarai ia untuk bercerita dengan perubahannya. Namun Ipek hanya tertawa ketika ditanyakan hal itu.
Setelah makan malam bersama dan Ipek juga sudah selesai melaksanakan kewajibanya sebagai seorang muslim menjalankan sholat wajib. Ipek menghampir teman-temanya yang kini ada di taman belakang.
Entah lah tengah melakukan apa pasalnya terlihat sangat ramai. Setelah didekati ternyata tengah bermain putar botor Ipek pun yang dipaksa Ikut, mau tidak mau mengikuti permainan itu. Walaupun ia takut pertanyaanya aneh-aneh.
Sungguh entah keberuntungan entah apa, Ipek langsung mendapat giliran dapat pertanyaan. Suara sorak kegembiraan pun ramai mewarnai jatah gatian Ipek.
"Kasih pertanyaanya jangan yang sulit-sulit yah. Ipek takut nggak bisa jawabnya," ucap Ipek sembari was-was kalo-kalo pertanyaan Ody dan yang lain malah yang enggak-enggak.
"Enggak ko, sebenarnya pertanyaan ini kemarin udah aku tanyain tapi malah kamu nggak jawab, entah lupa atau apa tapi aku ulang lagi pertanyaanya. Gampang pake banget ko soalnya." Ody menarik nafas dalam-dalam dan mulai melemparkan pertanyaan pertamanya.
Ipek tak kalah deg-degan dengan pertanyaan Ody, begitupun Clovis entah kenapa dia ikut deg-degan seolah ia yang akan mendapat pertanyaan itu.
"Kamu nikah udah berapa lama? Terus yang suka duluan siapa? Dan bertemu dengan suami kamu di mana?" Ody hanya ingin tahu Itu.
Deg.... kali ini jantung Clovis seolah lansung berhenti seketika. Ia kaget sangat kaget mendengar pertanyaan Ody. Memang yang lain pun kaget hanya sajah reaksi Clovis paling menonjol diantara yang lain.
"Loe udah nikah Pek? Ah gue kok nggak yakin loe udah nikah?" Intan mewakili pertanyaan dari yang lain.
Ipek hanya tersenyum ia siap-siap akan menjawab perntanyaan Ody. Berbeda dengan Clovis yang selalu panas dingin sepanjang acara yang Ody buat. Ipek malah terlihat santai-santai saja.
"Apa Ipek sudah melupakan aku yah? Kenapa kayaknya dia santai banget. Kenapa jadi aku yang panas dingin begini," batin Clovis yang sejak tadi ia menghapus keringatnya, yang tidak berhenti berproduksi.
#Sepesial bonus Bab buat yang udah kasih kopi...😝🙏❤