
Setelah Rio melakukan sujud syukur dengan keputusan Ody, kini ia bersiap akan menemuai istrinya. Setelah sekian minggu ia tidak bisa bertemu dengan istrinya, dan akhirnya Ody luluh juga dan mau menemui dirinya Rio merapihkan pakaianya dan menyemprotkan parfum dan rambut ia sisir rapih. Rio tidak mau terlihat kumel apa lagi semrawud di depan Ody.
Buuuukkk... Rio bertabrakan dengan pintu, yang papih tiba-tiba buka, bertepatan ketika ia akan membuka pintu ruanganya.
"Awww... Papih, sakit." pekik Rio yang terkena pintu.
"Loh kenapa kamu ada di situ? Ya mana Papih tau kalo kamu ada dibelakang pintu situ," bela Papih, tidak mau disalahkan dong.
"Ish... jadi telat kan," dengus Rio, dia menghentakan kakinya bak seorang bocah dan juga Rio akan pergi meninggalkan papihnya.
"Tunggu Rio!!! Papih mau ngomong sesuatu ada yang penting." Papih menghentikan langkah Rio.
Rio pun berbalik, "Penting soal apa Pih? Rio buru-buru mau ketemu Ody. Nanti dia kelamaan nunggu malah marah lagi." Rio meminta kelonggaran dari papih untuk menemui istrinya.
"Kamu mau ketemu denga istri kamu? Kalo gitu Papih ikut." Tanpa menungu persetujuan dari Rio, akhirnya papih pun ikut mengekor di belakang Rio.
"Rav kamu ambil alih kerjaan aku dulu!!! aku ada urusan, jangan sampai kerjaan berantakan," ucap Rio, meminta Aarav keruanganya guna melanjutkan pekerjaan yang sudah menumpuk. Mau nggak mau Aarav pun mengikuti peritah sahabat sekaligus bosnya.
Tanpa ada pembicaraan Papih dan anak itu jalan tergesa menuju ruangan VIP di mana Mayra di rawat. Intan dan Ody masih berada di sana. Menunggu Baby Mayra yang sebentar lagi akan sah menjadi anak Ody dan Rio.
Mereka tengah memikirkan isi pikiran masing-masing. Begitu sampai di ruanga VIP nomor 2 yang Intan barusan sebut kini Rio hendak mengetuk pintu itu.
"Kamu yakin ini ruanganya?" tanya Papih memastikan Rio.
"Yakin Pih, tadi Intan yang bilang bahwa Ody ada di disini," balas Rio dengan yakin.
"Ya udah kalo gitu, ayo kita buru-buru masuk. Papih penasaran juga ada hal apa yang mau disampaikan Ody." Akhirnya Papih yang mengambil alih mengetuk pintu ruangan VIP itu.
Sementara di dalam ruangan, "Aduh Dok, aku tiba-tiba gemeteran begini yah." Ody menggenggam tangan Intan, agar tidak tremor.
Hihihi... Intan terkekeh ringan. "Kamu itu lucu loh, gemeteran kaya mau ketemu pacar ajah. Udah kamu tenang ajah ada aku disini yang bakal ada dipihak kamu. Kamu cukup sampaikan kemauan kamu dan nanti aku yang bantu untu menyampaikan pada Rio." Intan mengusap-usap lengan Ody agar tidak gemetar lagi.
Ody pun mencoba menenangkan fikiranya, mencoba menarik udara banyak-banyak dan membuangnya dengan perlahan.
"Masuk!!" sahutan dari dalam terdengar.
Papih dan Rio pun langsung masuk, Rio langsung tertuju pada Ody yang duduk di samping ranjang pasien yang masih bayi dan merah.
Rio langsung tertarik dengan anak bayi itu. Rio mendekat dan wajahnya memerah, di mana Rio mengingat kembali wajah baby Angel.
"Angel?" lirih Rio sembari mengusap-usap pipi Mayra. Rio menganggap itu Angel, tetapi jelas bukan, sebab Angel sudah meninggal dan Rio sendiri yang memakamkanya.
"Duduk dulu Om, ada yang mau Intan dan Ody sampaikan." Intan meminta agar Om Hartono dan Rio juga duduk.
Papih meminta Rio, berhenti memandangi Baby Mayra terus dan mengajaknya duduk. Rio baru tersadar bawa tujuanya ke ruangan ini adalah untuk menemui Ody. Akhirnya Rio pun ikut duduk bersama yang lain.
Pandangan Rio sekarang terfokus pada Ody, yang masih sama seperti dulu, cantik walaupun tanpa sentuhan make up.
Sementara Ody menunduk, bukan malu tetapi karena memang ia belum terlalu siap untuk bertemu dengan Rio. Dalam hatinya masih berperang dan selalu mengingat-ingat keburukan Rio. walaupun ia berusaha terus agar bisa melupakan sikap buruk Rio, tetapi semuanya tidak semudah niatanya. Baru bertemu dengan Rio saja ia sudah kembali gemetar, lalu apa bisa ia kembali hidup dalam satu atap?
Intan melihat Rio yang terus menatap Ody, hingga bola matanya akan loncat keluar.
Eheeemmm..... Intan berdehen, hendak memulai membicarakan pertemuan hari ini, sementara Rio langsung tersadar dari lamunanya.
"Om, Rio, saya sudah coba berbicara pada Ody, dan Ody pada akhirnya mau bertemu dengan Rio. Namun pertemuan kita kali ini ada yang mau dibahas dan kami minta Om dan Rio mau bekerja sama dengan kami. Sebab ini menyangkut nyawa seseorang. Pasti kalian tidak mau kan, hal buruk seperti Baby Angel terjadi pada bayi lain. Maka dari itu kami minta kerja sama, terutama buat Rio." Intan memulai pembicaraanya sebagai wakil bicara dari pihak Ody.
"Jujur Om belum tau apa rencana kalian, tapi kalo itu yang terbaik untuk kita semua maka kami akan berusaha untuk mengikuti kemauan kalian. Iya kan Rio?" Papih menyikut Rio yang kembali melamun menatap Ody, entah lah Rio menyimak pembicaraan mereka atau tidak.
Ahhhh... Rio terlonjak kaget. "Iya Tan, aku pasti berubah." Rio dengan gelagapan langsung menjawab seadanya.
Intan memulai obrolan selanjutnya di mana akan membahas Baby Mayra.
"Jadi gini Om, Rio maksud Ody mau bertemu dengan Rio karena ada niat yang harus segera disampaikan. Berhubung setatus Ody dari segi hukum masih menjadi istri Rio." Intan menjeda bicaranya. Kini Rio pun sudah bisa fokus dengan obrolan Intan.
"Dia adalah Baby Mayra, cucu Ibu Zuha (Intan menunjuk Mayra yang masih bobo, dan Mbok Zuha yang tengah menemani Mayra di sisi ranjangnya) Nasibnya Baby Mayra itu kurang beruntung. Ibunya korban pemerkosaan, dan sekarang Ibunya sudah meninggal saat melahirkan Mayra. Kondisi Baby Mayra sempat drop, karena Mayra alergi susu formula. Sehingga Ody memutuskan menjadi Ibu susu untuk Baby Mayra. Sekarang kondisi Mayra pelahan sudah menunjukan perubahan yang bagus, karena Ody bisa merawatnya dengan baik." Intan menjelaskan dengan sangat detail dan sabar, agar bisa dipahami dengan Papih dan Rio. Nampaknya Papih dan Rio juga paham dengan penjelasan Intan.
Lalu Intan pun kembali melanjutkan ceritanya. "Lalu yang akan jadi inti adalah, Ibu Zuha yang sudah tua mengaku tidak sanggup apabila merawat Mayra, sehingga meminta Ody mengadopsi cucunya. Sementara yang saya tau mengadopsi bayi itu tidak hanya asal mau dan mampu. Namun ada syarat yang harus dipatuhi agar surat-surat legal, dan Mayra tercatat dalam negara sebagai anak Ody. Salah satu syarat adalah pasangan yang sudah menikah. Demi Mayra, Ody mau memperbaiki pernikahan dengan Rio. Namun Ody mau mengajukan syarat atau surat perjanjian sama seperti pertama kalian menikah. Apa kamu mau memenuhi syarat dari Ody. Soal isi surat perjanjian nanti Ody yang akan menjabarkanya." Intan menarik nafas dalam menandakan ia telah selesai membawakan tugasnya sebagai pembuka acara.
Papih pun kaget, dan baru tau bahwa pernikahan pertama Rio dan Ody menggukan surat perjanjian seperti yang ada dinovel-novel kawin kontrak.
Rio pun mencoba mencerna omongan Intan. "Saya setuju, dan saya akan ikuti apa mau Ody, asalkan saya diberikan kesempatan kedua, dan saya akan membuktikan kesungguhan untuk menjadi Imam yang baik untuk keluarga kecilku. Saya tidak akan mengulang kesalah yang sama dan membuat keluargaku membenciku untuk yang kedua kalinya. Cukup kejadian kemarin memberikan saya pelajaran yang sangat penting di mana komunikasi lebih penting dari pada emosi." Rio pun tanpa pikir panjang langsung setuju dengan syarat Ody, yang di sampaikan oleh Intan, sepupunya.
...****************...
#Hay, teman-teman Othor mau kasih rekomendasi novel yang sangat bagus dari bestie othor namanya kak Tyatul. Buat kalian wajib baca yah, tinggal klik judul novel di laman pencarian, lalu baca dan jangan lupa tekan fav. Setelah baca klik like, komen juga yah, jangan lupa kasih bonus biar othornya Happy...
kuy baca langsung seru loh ceritanya...