Beauty Clouds

Beauty Clouds
Ody Yang Jago Memasak



Pekerjaan pertama yang Ody lakukan dirumah Dokter Rio adalah, menyiapkan makan malam dengan bahan-bahan yang sudah ada didalam kulkas. Tentunya masih dengan arahan Asisten Aarav, memasak bukan pekerjaan yang sulit buat Ody, mengingat dia selama kerja dinegri sakura sudah biasa memasak sendiri, dan dia juga banyak mempelajarin masakan ala negri sakura tersebut. Kali ini Ody menunjukan kepiawaianya untuk mengolah makanan yang hegeinis dan tentunya dengan rasa yang lezat menurut Ody, dan semoga sajah majikanya kali ini juga menyukai hasil masakan Ody.


Tidak kurang dari satu jam Ody sudah menyelesaikan menu makan malam, yang tampak begitu menggugah selera walau dengan menghirup aromanya saja.


"Wah kamu kayaknya jago yah buat masak." ucap Aarav yang dari tadi memperhatikan cara Ody masak, dan melihat hasilnya yang kelihatanya menggugah selera makannya.


"Saya dari dulu suka belajar memasak, olahan apa ajah Pa, biarpun saya belajar secara otodidak, tapi untuk rasa Insyaalloh tidak mengecewakan, apa Pa Aarav mau coba hasilnya." jawab Ody dengan sopan.


"Ah,..nanti sajah aku coba sekalian makan malam, sekarang kamu panggil dokter Rio buat makan malam, dia ada dikamarnya." titah Aarav agar Ody memanggil Rio.


"Baik Pa," Ody pun langsung menuju kamar Rio yang sudah diberitahu sebelumnya letaknya, oleh Aarav.


Tok.....


Tok....


Tok....


Ody mengetuk pintu dengan sopan,


"Tuan Rio saya diperintah asisten Aarav untuk memanggil Anda, untuk makan malam, makanan sudah siap." Ody memberi tahukan tujuanya mengetuk pintu .


"Tunggu sebentar lagi aku turun," balas Rio dari dalam kamar.


Ody pun langsung turun kebawah dan memberi tahukan Aarav bahwa Rio sebentar lagi akan turun.


Rio yang memang sedang santai diatas kasur, tidak lama bergegas untuk menghampiri Aarav yang pasti sudah menunggu diruang makan .


Sementara Rio dan Aarav menikmati makan malam, Ody melanjutkan pekerjaanya kali ini dia pergi keruangan laundry guna mencuci pakaian yang kotor, sebelumnya Ody memang sudah izin mengambil pakaian kotor dikamar Rio, dan setelah mengambil pakaian kotor lalu Ody mencucinya. Agar pekerjaan besok pagi tidak terlalu menumpuk pikirnya, sehingga dia bisa tepat waktu buat berangkat kerumah sakit.


Ody sudah terbiasa melakukan semua aktifitas bersih-bersih rumah dan dilanjutkan ke esokan harinya buat bekerja, sejak kerja mengadu nasib dinegara orang, Ody juga sudah melakukanya selama lima tahun makanya dia sangat yakin bahwa kali ini juga dia bisa melakukanya, tanpa harus kesusahan buat mengatur waktunya. Bahkan ketika dia kerja dinegara orang, jam kerja dipabrik tempat dia kerja lebih panjang dibanding jam kerja dia menjadi OG dirumah sakit, tetapi dia tetap bisa mengerjakan semua kegiatan lain seperti beres-beres Mess dari masak mencuci dan semua kegiatan bersih-bersih dimess Ody bisa lakukan dengan mudah.


****


Dimeja makan Aarav dan Rio sedang menikmati makan malam yang Ody masak, dengan sedikit obrolan mengenai kecekatan Ody yang menurut Aarav cepat buat menyesuaikan dengan tugas-tugas barunyanya, nampaknya Aarav puas dengan pekerjaan Ody.


"Gimana enak nggak masakan Ody?" tanya Aarav yang melihat Rio menikmati makan malamnya .


"Ya lumayan lah, enggak buruk-buruk amat, dan yang penting masih bisa dicerna oleh usus," jawab Rio singkat, sepertinya Rio gengsi kalo harus mengakui bahwa masakan Ody sangat lezat.


" Bilang ajah kalo enak, gengsi amat sih," ucap Aarav sewot. "Oh iya menurut gue, Ody cepat menangkap tugasnya, buktinya gue baru sekali memberi arahan tugas buat dia, dia sudah langsung sigap menguasainya, tanpa gue harus jelaskan lebih detail tugas dia. Tanpaknya dia memang sudah sangat siap dengan kerjaan ini." Aarav memberi tahu pandanganya dengan Ody .


"Ya bagus dong, jadi gue nggak akan pusing kalo pun nanti Mbok Karti lama dikampung,


"Kalo besok Ody sudah mengusai semua kerjaanya gue nggak perlu pantau dia lagi kan? Gue bisa pualng ke apartemen kan?"


memang selama Ody masih baru dan butuh arahan dengan pekerjaanya Rio menyuruh Aarav tinggal sementara dirumahnya, untuk memberitahukan Ody apa sajah kerjaanya dan pastinya, memastikan Ody sampai benar-benar bisa mengatur semuanya kerjaanya dengan benar .


"Iya terserah lo ajah, gue juga nggak mau sebenernya lo nginep dirumah gue, ganggu pandangan ajah," balas Rio jutek .


"Yeh udah ditolongin, bukanya makasih malah ngata-ngatain." balas Aarav yang nggak terima dirinya dibilang ganggu pandangan.


setelah makan malam, kedua pria itu melanjutkan obrolanya mengenai pekerjaanya diruangan kerja Rio .


Ody tanpa diberitahukan langsung merapihkan sisa kekacauan dimeja makan, dan dilanjutkan buat menawarkan minuman kebosnya, barang kali mau dibikin kan kopi atau teh buat menemani pekerjaan mereka batin Ody .


Rio yang mendengar pintu ruangan kerja diketuk pun mempersilahkan masuk .


"Malam Tuan, apa ada yang mau saya bikin kan minum?" tanya Ody dengan sopan.


Aarav dan Rio saling lirik, seolah bertanya mau minum apa? kemudian Aarav menjawab ,


"Boleh deh bikinkan kopi hitam yah gulanya pakei yang low fat yah tadi saya sudah kasih tau kamu kan?" tanya Aarav.


"Iya tuan saya sudah paham ko." kemudian Ody menuju dapur untuk menyiapkan pesanan yang Aarav perintahkan.


" Kopinya Tuan, sesuai yang Anda minta,


kalo nggak ada lagi yang tuan butuhkan lagi dari saya, apa saya sudah diperbolehkan untuk istirahat?" Kerjaan buat malam ini sudah saya selesaikan," tanya Ody dengan sopan .


Aarav melirik Rio, guna bertanya boleh atau tidak, atau masih malah ada yang perlu dibutuhkan dari tenaga Ody .


"Ya udah kamu boleh istirahat, dan pastikan kamu bangun lebih pagi buat mengerjakan kerjaan kamu sebelum berangkat kerja, aku nggak mau kamu asal-asalan mengerjakan semuanya, besok aku akan liat, hasilnya layak tidaknya kamu buat melanjutkan semua pekerjaanmu kedepanya,"jawab Rio dengan tegas .


"Baik Tuan, saya akan sungguh-sungguh buat kerjaan yang sudah Anda percayakan kepada saya, sehingga nanti Anda akan puas dengan hasilnya." ujar Ody dengan bersungguh-sungguh.


Setelah berpamitan Ody pun kini sudah berada dikamarnya untuk beristirahat dan bersiap-siap dengan hari esok.


*** Waktu senantiasa tau hanya keringat yang menuai senyuman diakhir cerita***


...****************...


#Terimakasih buat yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah.