
Aarav masuk keruangan Rio, dan tentunya disusul oleh Rio juga.
"Ga usah baper deh, kaya Anak ABG ajah.
lagiankan loe tau kita-kita yang doyan bercanda," Rio berusaha mencairkan suasana .
"Hah siapa yang baper sih, gue cuma mau buru-buru kasih tau kalo calon Art sementara udah ada, makanya gue nggak mau lama-lam nanggepin candaan kalian, kerjaan gue udah numpuk." balas Aarav kembali keniat dan tujuanya keruangan Rio.
"Oh, kirain ngambek. Baperan!! siapa orangnya gimana rajin nggak?" tanya Rio penasaran.
"Setau gue rajin, dan sepenuturan Bu Dewi pun begitu, dia termasuk karyawan yang terpercaya dari cara kerja dan kejujuranya, mungkin loe juga udah tau orangnya, dia Ody." jelas Aarav.
"Ody, yang mana sih? Gue pernah ketemu?" tanya Rio karna memang dia sendiri nggak begitu kenal dengan karyawanya.
"Pernah, yang suaranya serak itu kalo kata loe kaya orang sakit suaranya, dan waktu itu pernah gue minta bersihin ruangan loe." jelas Aarav, mengingatkan Rio.
"Oh iya, yang nguping pembahasan gue dan loe masalah Emly kan?" ucap Rio dengan sepontan.
"Bukan nguping kayaknya deh, lebih tepatnya nggak sengaja ngedengar karna kecerobohan loe," bela Aarav pada Ody.
"Eh itu mah sama ajah nguping." Rio nggak mau terima pembelaan.
"Terserah ajah deh apa kata loe. Iya intinya dia orangnya." jawab Aarav nggak mau berdebat.
"Ya kalo dia memang sanggup dan kerjanya ok, kenapa engga, gue mah kan cari yang seriuz kerja." balas Rio, nggak mau ambil pusing dengan siapapun yang akan kerja dirumahnya asalkan orangnya seriuz dengan kerjaanya, tapi dia mau tetap kerja dirumah sakit ini. gimana?" tanya Aarav.
"Kerja di rumah sakit ini gimana maksud loe, kan emang dia kerja disini, di rumah gue hanya sementara," Rio tampak tidak begitu paham dengan maksud obrolan Aarav .
Gini loh Bos, kata Bu Dewi, nih anak sedang butuh uang buat biyayain adeknya kuliah, dan kebutuhan keluarganya dikampung sebagian besar dia yang tanggung, makanya nih anak pengin tetap kerja di rumah sakit ini. Terus selepas kerja dari rumah sakit dia lanjutkan kerja dirumah loe. Ya intinya dia akan mengerjakan dua kerjaan gitu."Aarav berusaha menjelaskan maksud dari kemauan Ody, dengan detai agar Rio paham.
"Mana bisa gitu, kalo kerja dibagi-bagi gitu mana dia bisa fokus, yang ada malah kerjaanya berantakan semua." Rio tanpak ragu dengan kemampuan Ody .
"Ya kalo kata gue mah, apa salahnya Bos bantu orang yang sedang kesusahan, selagi dia menyanggupi berati dia bisa atur waktu." Aarav tanpak meyakinkan bosnya agar mempertimbangkan kemauan Ody .
"Coba loe panggil deh tu OG, gue pengin ngomong langsung dengan dia. Ini bukan alasan loe kan Rav, jangan-jangan karna loe suka sama tuh OG, jadi kamu ngebelanya," tanya Rio curiga kalo Aarav memyukai Ody.
"Ga atuh Bos, gue mah real kasian ajah, kalo kita bisa bantu ya nggak ada salahnya, kan bantu orang yang sedang kesusahan dapet pahala." cicit Rio membela dirinya.
"Tumben otaknya lempeng," celetuk Rio.
"Enak ajah, biar selengean gini, aku mah waras Bos," bela Aarav, nggak terima.
Aarav pun mulai menghubungi Bu Dewi
"Hallo, Bu Dewi tolong sampaikan sama Ody, keruangan Dokter Rio, sekarang yah."ucap Rio begitu terdengar sapaan dari sebrang telpon.
"Masuk!!!" jawab Aarav
Tampak Ody dengan ragu masuk keruangan, dengan wajah menunduk dia mulai menyapa sopan .
"Siang tuan!" sapa Ody sopan.
"Siang, ayo sini Ody." Aarav mumpersilahkan Ody mendekat ke meja Rio .
Ody melangkah pelan ke arah meja, ia berdiri disamping Aarav yang sedang duduk didepan Dokter Rio .
"Tadi saya sudah menjelaskan maksud dari kemauan kamu, kamu pengin tetap kerja di rumah sakit ini dan akan melanjutkan kerja di rumah dokter Rio. Namun tampaknya dokter Rio masih belum begitu paham dengan kemauan kamu, sekarang bisa kamu jelaskan maksud dan tujuan kamu, dengan dokter Rio langsung, agar bisa saling ambil jalan tengahnya," Aarav memulai obrolan.
"Maaf sebelumnya kalo saya lancang, atau seolah serakah untuk menginginkan kerjaan yang lebih, tapi saya benar-benar butuh uang dan kalo tuan Dokter izinkan, saya ingin mengambil kerjaan yang tuan tawarkan menjadi Art sementara, tapi juga saya masih tetap kerja dirumah sakit ini. Saya janji bakal kerja dengan rajin, dan tidak mengecewakan Tuan baik dirumah dan di rumah sakit." jelas Ody panjang lebar berusaha menyakikan Rio agar setuju dengan penawaranya.
"Caranya? kamu sudah tau kerjaan apa ajah dirumah saya, apa Aarav sudah memberi tahu kamu apa ajah kerjaan utama kamu dirumahku?" tanya Rio tidak begitu yakin, Ody bisa mengerjaan dua kerjaan sekaligus ditempat berbeda.
"Untuk detailnya belum tuan, tapi untuk intinya saya sudah diberitahu, kurang lebih, membersihkan semua isi rumah, mencuci, nyetrika, dan memasak." jawab Ody dengan yakin.
"Nah kira-kira seperti itu, apa kamu bakal sanggup dengan kerjaan itu, dan melanjutkan kerjaan dirumah sakit?" tanya Rio penasaran
"Insyaalloh saya sanggup tuan, nanti saya sebelum berangkat kerja akan membersihkan rumah Anda dulu, dan memasak buat sarapan dan makan siang Anda, lanjut saya akan berangakat kerja kerumah sakit, selepas pulang kerja saya akan lanjutkan membersikan taman beberes dan mencuci baju, serta masak buat makan malam." jawab Ody dengan tegas.
"Kamu yakin?" Ttanya Aarav ragu-ragu. "Nggak mudah loh mengerjakan itu semua, nanti yang ada kamu kecapean dan sakit lagi." ujar Aarav meyakin kan Ody agar mempertimbangkan keputusanya.
"Anda boleh coba dalam waktu satu bulan tuan, kalo kerjaan saya kurang memuasakan, Anda bisa ganti saya dengan pekerja yang baru, tapi tolong izinkan saya untuk mencobanya. Saya benar"-benar butuh pekerjaan itu tuan." Ucap Ody meyakinkan Aarav dan Rio.
"Ya udah kita coba ajah Rav, toh kalo dia merasa cape juga nyerah sendiri." Rio memberi kesempatan kepada Ody. Disatu sisi juga Rio ingin membantu Ody yang sedang membutuhkan kerjaan, untuk menambah pemasukanya, disisi lain juga dia tertantang dengan kerja Ody sanggup atau malah nyerah ditengah jalan.
"Ya udah kamu lanjut kerja dulu, nanti kalo udah selesai jangan langsung pulang. Kamu malam ini langsung kerja dirumah saya .Jadi kamu siapkan semuanya buat mulai kerja dirumah saya." perintah Rio .
"Baik tuan, dan juga saya ucapkam terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk membuktikan kalo saya mampu mengambil kerjaan ini semua." ucap Ody tulus.
"Hemz....Rio hanya menjawab dengan deheman," menandakan dia paham dengan omongan Ody .
Ody pun pamit, untuk melanjutkan pekerjaanya sampai jam pulang tiba, dan dia harus siap-siap untuk memulai kerjaan barunya.
***Selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa. Selalu ada jalan bagi mereka yang sering berusaha***
...****************...
#Terimakasih buat yang sudah mampir.❤