
Dikediaman Dokter Rio.
Ipek didalam kamar mendengar samar percakapan antara asisten Aarav dan Dokter Rio. Setelah memastikan mereka pergi, Ipek pun membangunkan Ody .
"Mba Ody bangun, dokter Rio dan asisten Aarav sudah pada pergi." ucap Ipek dengan menggoyangkan pundak Ody.
Ody pun bangun setelah beberapa kali Ipek menepuk pundaknya.
"Jam berapa Pek?" tanya Ody dengan suara seraknya.
"Jam delapan lewat Mba." jawab Ipek setelah melihat jam dari Hendphonenya.
Kini tubuh Ody sudah sedikit merasa enakan setelah istirahat, walau hanya beberapa jam, tetapi itu sudah cukup bagi Ody, untuk mengembalikan staminanya.
Setelah nyawanya mengumpul sempurna, Ody masuk kekamar mandi, ia membersihkan diri agar lebih fresh lagi, karena hari ini pasti banyak kegiatannya, makanya Ody harus siap.
Setelah mandi, Ody menghampiri Ipek. "Kita mulai dari mana Pek?" tanya Ody.
Ipek mulai memberi tahukan rencana-rencananya untuk mulai mengumpulkan bukti-bukti.
"Kita mulai dari rumah ini dulu Mba, pakaian yang Mba gunakan semalam sudah Mba amankan buat bukti?" tanya Ipek
"Udah aku pisahkan Pek," jawab Ody, karna Ody tau dari Tv, ketika mendapat pelecehan se'xsual pakaian salah saktu jadi bukti. Maka dari itu Ody sudah menyiapkanya.
"Terus kita cek Cctv, TKP(Tempat Kejadian Perkara) kita foto ajah setiap sudut tempat kejadian. Kalo memang ada bercak darah itu bisa jadi bukti juga Mba. Makanya kita harus cek TKP dengan teliti, jangan sampai satu buktipun lolos dari kita," jelas Ipek dengan serius, bak detektif akan beraksi.
"Ok, Pek, tapi kalo untuk CCTV kamu bisa emang, buat cari buktinya, setahuku harus ada ahlinya untuk mengecek cctv?" ujar Ody .
"Soal itu udah ada solusinya Mba, tadi aku udah hubungi teman ku yang ahli IT, dia siap bantu buat cari bukti dari cctv dirumah Rio, tapi nanti Mba harus bantu dia buat masuk kerumah ini, jangan sampai Satpam didepan tau. Supaya satpam tidak curiga dan melapor ke dokter Rio." Ipek memberitahukan rencananya .
"Itu bisa diatur, nanti saya alihkan satpam agar tidak melihat pas teman tamu masuk." jawab Ody yakin.
"Tadi saya sudah janjian dengan Tanu (Temen Ipek) jam sepuluh, jadi nanti Mba Ody siap-siap didepan bikin Pak Yono pergi atau gimana gitu. Supaya Tanu bisa masuk tanpa ketahuan satpam." ujar Ipek menjelaskan rencananya.
"Iya itu bisa diatur." Jawab Ody singkat.
Setelah Ody, dan Ipek menyusuri ruang keluarga tempat semalam Ody mendapat pelecehan dari Rio, dan mereka mengumpulkan bukti, memfoto setiap sudut ruangan yang masih berantakan, dan benar sajah disofa ada bercak darah. Ody langsung mengambil gambar dan merekam agar bukti semakin kuat. sebelum ia membersihkanya.
Jam sepuluh lebih ponsel Ipek berdering .
"Hallo udah sampai **T*an? tanya Ipek*
"Iya nih gue udah didepan rumah yang lo kirim alamatnya." jawab Tanu singkat
"*O*k lo tunggu bentar yah nanti temen gue jemput kedepan setelah satpam rumah pergi lo langsung masuk ajah. lo nggak bawa kendaraan kan sesuai saran gue?" tanya Ipek pada Tanu.
"Ga gue naik taxi,ini juga gue masih didalam taxi." jawab Tanu jujur
"Ok bagus kalo gitu." sahut Ipek dari sebrang telfon, sebelum ia mematikanya.
Ipek mengakhiri obrolan mereka,lalu Ipek memberitahukan Ody bahwa Tanu sudah datang .
lalu Ody kedepan, menghampiri Pak Yono yang sedang berjaga dipos.
"Ehem ,..."Ody berdehem. "Pak Yono sedang sibuk tidak?" tanya Ody dengan muka sedikit dibikin memelas.
"Engga neng Ody, kenapa?" tanya Pak Yono
"Ody minta tolong bisa ga?" badan Ipek meriang, kepala Ipek juga tadi ngeluh pusing, bisa nggak Pa Yono belikan obat ke Apotek, soalnya setok obat yang biasa Ipek minum abis. Ini contoh obatnya," Ody memberikan bungkus obat yang sudah habis
"Aduh gimana yah Neng, etar kalo ada apa-apa dengan rumah ini Pak Yono bisa kena omel." jawab Pak yono
"Pak Yono nggak usah kawatir, urusan keamanan rumah selama Pak Yono ke Apotik, Ody dan Ipek yang jaga. Lagian kan Apotik ada diujung jalan ini Pak. Jawab Ody meyakinkan satpam agar mau pergi keluar sebentar.
Pak Yono tampak berpikir.
"Emang Pak Yono ga kasian, kalo Ody tinggal Ipek sendirian dirumah ini. Lagian Ody juga nggak tega buat tinggalinya, takut Ipek kenapa-napa, malah nanti nggak ada yang nolong. Kalo Ody dirumah kan bisa siaga kalo ada apa-apa dengan Ipek." Ody kembali membujuk dengan menunjukan muka memelasnya.
"Ya udah deh, Pak Yono mau, tapi neng Ody sama neng Ipek jaga rumah yah. Inget jangan sampai bukain pintu gerbang kalo ada orang ingin masuk apa lagi ga dikenal." pesan Pak Yono .
"Baik Pak Yono, makasih yah udah mau bantu Ody," ucap Ody dengan semanis mungkin.
Begitu satpam pergi dan sudah tidak terlihat lagi,Tanu keluar dari taxi dan masuk kerumah Rio.
Setelah berbasa basi dengan Ipek, dan berkenala dengan Ody ,Tanu mulai mengecek rekaman cctv.
"Untung cctv dirumah ini berfungsi dengan baik sehingga semua kejadian semalam terekam," kata Tanu merasa lega bisa membantu temanya dalam mencari keadilan.
"Terus gimana kamu bisa pindahkan rekaman cctv itu ke Hp aku sebagai bukti kan?" tanya Ody.
Sebenarnya Ody malu kejadian semalam diketahui oleh Ipek dan Tanu, tapi demi sebuah bukti Ody pun bersikap cuek. Toh,Tanu dan Ipek tidak menonton sampai habis setiap kejadian hanya kejadian awal dimana Ody mulai menyapa Rio, dan Rio menariknya keruang keluarga. Setelah itu Tanu pun nggak melanjutkan, karna Tanu sendiri tau bahwa Ody pasti malu kalo sampai kejadian semalam diputar sampai habis.
#Ya iya lah, gila ajah Tanu kalo ditonton, bisa terjadi perang nanti#
"Bisa nanti aku pindahkan ke HP kalian. Lalu aku akan hapus dari cctv ini, Sehingga nanti ketika bos kalian cek mengira kalo cctv ini mati .
Tanu juga menghapus rekaman tadi ketika dia masuk bersama Ody, agar tidak diketahui Rio.
Kurang lebih tiga jam Tanu mengerjakan itu semua.
Tanu mengerjakan itu semua bersembunyi dikamar Ody .
Pak Yono pun sudah kembali dari tadi, dan sudah berjaga dipos lagi.
"Pek gue udah selesai gimana nih mau keluar, tuh satpam udah ad dipos lagi kan?" ucap Tanu sambil melirik kearah pos.
"Oh kalo soal itu biar Mba Ody yang alihin satpam, loe siap-siap ajah kalo satpam kebelakang lo langsung keluar ajah
"Ok sip." jawab Tanu.
sebelum keluar Tanu sudah memesan taxi Online. Begitu Pak Yono kebelakang, karna Ody meminta bantuan untuk mengambilkan sesuatu digudang.Tanu langsung menyusup keluar dan naik ke taxi yang sudah sejak tadi menunggu.
Sebelum Tanu pergi Ipek mengucapkan banyak berterimakasih, karna dirinya sudah mau membantu Ody.
"Makasih banyak yah Tan, loe udah mau membantu gue dan mba Ody." ucap Ipek tulus
Sama-sama, kaya sama siapa ajah sih loe Pek, kita kan udah lama jadi temen, jadi wajar kan kalo saling bantu," jawab Tanu. "Ok lah gue pamit dulu yah nanti keburu satpam nongol lagi." pamit Tanu singkat.
"Ya udah lo ati-ati yah,sekali lagi makasih buat bantuanya." ucap Ipek sebelum Tanu masuk kedalam mobil.
Tanu pun masuk kedalam mobil dan melampaikan tanganya kearah Ipek .
Ipek pun membalas.
Setelah mobil yang Tanu tumpangi tidak terlihat, Ipek pun masuk kedalam, dan mengunci kembali gerbang agar Pak Yono tidak curiga .
***Tidak ada yang salah jika kamu peduli terhadap seseorang, yang salah adalah jika kamu mengharapkan dia melakukan hal yang sama***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤