
Setelah Ody mengatur napasnya. Kini Ody sudah lebih tenang, dan juga Ody sudah siap untuk bercerita dengan Ipek tentang semua yang terjadi dengan dirinya semalam.
Mulai dari, Ody yang tidak jadi menginap di rumah lamanya, karena ternyata paman dan keluarganya sedang tidak di rumah, dan dilanjut dengan Ody yang terbangun karna mendengar kegaduhan. Sampai menceritakana semua kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh Rio, Ody ceritakan semuanya dengan detail.
Ody juga memberikan semua bukti memar dan kemerahan dipergelangan tangan yang sampai sekarang masih terasa sakit.
Ipek pun mendengarkan dengan sangat khusus apa yang Ody ceritakan, dan ketika Ipek melihat bukti kekerasan yang Rio tinggalkan di beberapa tubuh Ody, karena Ody yang berusaha melawan. Ipek pun sangat geram dengan kelakuan Rio.
Bisa-bisanya Rio yang selama ini Ipek kenal baik, sopan dan penyayang anak-anak bisa melakukan kejahatan luar biasa bagi perempuan, nggak cuma itu Rio juga tega melakukan kekerasan fisik pada pada Ody.
Ipek dan Ody pastinya tidak mengetahui semua yang Rio lakukan pada Ody, karna pengaruh obat perangsang yang Emly berikan.
"Ini sih keterlaluan Mba," ucap Ipek sembari menggeleng-gelengkan kepalanya setelah mendengar cerita dan melihat bukti memar yang Rio tinggalkan.
"Menurut kamu, aku harus gimana Pek? Apa aku harus lapor polisi, tapi kalo lapor polisi apa kita akan menang? Kamu tau sendirikan aku orang nggak punya, sedang Dokter Rio orang yang berduit. Bisa sajah dia membayar untuk menutup kasus ini." tanya Ody bingung, dari yang Ody banyak tonton diTV di negri ini hukum bisa dibeli.
Ipek pun tanpak diam untuk berfikir, benar juga yang dikatakan Ody, nggak boleh gegabah langsung lapor polisi, karna uang bisa membeli segalanya." batin Ipek"
"Kayaknya kita harus main cantik Mba," Ipek memberikan masukan. "Aku pikir yang Mba Ody sampaikan ada benarnya ketika kita langsung melaporkan kepolisi bisa sajah, Dokter Rio menggunakan uangnya buat menutup kasus ini, dan akan menghilangkan bukti-bukti." papar Ipek dengan muka datar.
"Maksud kamu main cantik gimana Pek," tanya Ody yang sudah mulai buntu dengan ide.
"Aku sudah sangat cape sampe nggak bisa cari ide yang bagus kayaknya." ucap Ody pasrah .
Ipek membenarkan posisi duduknya, agar bisa berhadapan dengan Ody. Kali ini mereka mengobrol ditempat tidur dan saling berhadapan .
"Mba Ody inget nggak dulu pas teman-teman Dokter Rio ngajak kita makan bareng, kan Dokter Chandra pernah bilang bahwa disetiap sudut rumah ini ada Cctv." ucap Ipek mengingat perkataan teman Rio.
"Iya inget lalu? apa kita akan gunakan rekaman cctv buat bukti?" tanya Ody lagi yang sepertinya Ody mulai paham kemana arah ide dari Ipek .
"Iya betul Mba, nah sekarang kita kumpulkan bukti-bukti dulu semuanya. Pokoknya semua bukti, dari baju Mba pas kejadian, rekaman cctv, dan nanti kita akan melakukan visum juga, mengingat di tubuh Mba Ody juga banyak meninggalkan luka memar agar bukti kita semakin kuat, tapi ingat Mba kita melakukan ini semua jangan sampai Dokter Rio curiga yah?
Kalo Dokter Rio tau kita menyiapkan ini semua bisa-bisa dia mertindak satu langkah didepan kita. Yang ada kita nggak bisa dapat bukti apa-apa." cecar Ipek, ia mengingatkan Ody agar berhati-hati dalam masalah ini.
"Terus kalo bukti sudah ada kita akan apakan? Lapor polisi atau gimana? Terus apa kamu tau gimana caranya kita ngecek cctv?" tanya Ody lagi.
"Kayaknya kita jangan langsung lapor polisi deh? Kalo Mba Ody keinginanya gimana?" tanya Ipek balik. "Kalo masalah cek cctv nanti aku minta bantuan seseorang yang Ahli dibidangnya. Mba Ody nggak usah kawatir, urusan itu Ipek yang atur." tambah Ipek meyakinkan Ody.
"Aku juga nggak terlalu setuju kalo lapor polisi, kalo kepenginan aku Dokter Rio tanggung jawab. Aku takut nanti bakal hamil karena kejadian semalam soalnya aku baru selesai haid, dan kata orang kalo selesai haid itu masuk masa subur. Kalo nanti aku hamil, dan Dokter Rio dipenjara kasian anak aku nggak ada ayahnya yang mau tanggung jawab." jawab Ody dengan menunduk lesu .
"Ya udah kalo Mba Ody penginya Dokter Rio tanggung jawab. Kita bikin dia tanggung jawab." jawab Ipek tegas .
"Caranya gimana?" Ody kembali meminta solusi dari Ipek .
"Iya pek, apa lagi Dokter Rio kan dari keluarga terpandang pasti dia akan berfikir dengan kehormatan keluarganya." Ody mendukung ide dari Ipek.
"Iya betul Mba, sekarang sangsi sosial dari masyarakat karena Viral perbuatan tercela apa lagi ini kejahatan yang sangat tidak bisa ditolerin sih menurut aku. Pasti netijen akan sangat bar-bar membuar Dokter Rio dan keluarganya Down." tambah Ipek
"Iya bahkan sekarang lebih banyakan orang-orang takut Viral dan dihujat habis-habisan sama netijen dari pada polisi. Kalo gitu kita mulai dari mana?" tanya Ody yang sekarang sudah mulai semangat buat menjalankan rencana dari Ipek.
"Kita tunggu Dokter Rio pergi kerja. Hari ini kita bolos kerja Mba buat cari bukti di rumah ini dan kalo nanti kita masih punya waktu langsung pergi ke rumah sakit buat melakukan Visum. Pokoknya makin cepet makin baik, agar bukti-bukti nggak hilang." jelas Ipek dengan semangat .
Kali ini Ipek dan Ody kayaknya akan main dektektif-dektetifan deh. hehe...
"Giman kalo kita nggak kerja, emang nggak kena marah sama Bu Dewi?" tanya Ody merasa nggak enak karna selama ini dia tidak pernah membolos, Ody memang salah satu karyawan teladan dan rajin .
" Ih,Mba Ody, jangan pikirin Bu Dewi marah, itu semua bisa diatur. Nanti ipek kirim pesan sama Bu Dewi buat izin Mba Ody sakit dan kalo Ipek mah emang udah biasa absen. Hehehe..."
jawab Ipek dengan nyengir kuda menampakan giginya yang rapih.
Sekarang yang mba Ody harus fikirin adalah masa depan Mba Ody. Jangan sampai Dokter Rio bebas dalam kasus ini." ucap Ipek semangat, lebih semangat dari Ody.
"Ya udah, aku ikut saran kamu ajah. Kalo Bu Dewi nanti marah bodo amat." jawab Ody singkat.
"Nah gitu dong semangat buat bikin Dokter Rio nggak berkutik, nasib mba Ody kedepan ada dikita. Gimana kita mencari bukti buat menekan Dokter Rio. Itu sangat menentukan kedepanya gimana. makanya kita harus totalitas untuk semuanya." ujar Ipek memberi pompaan semangat.
"Iya iya Ipek kamu emang luar biasa. Beruntung banget aku punya sahabat kaya kamu, yang selalu ada buat aku, sampai aku bingung Pek, cara balasnya nanti gimana ke kamu." jawab Ody merasa sangat beruntung dengan hadirnya Ipek dikehidupanya.
"Ih kebiasaan deh, udah Ipek ikhlas banget ko buat bantu mba Ody." jawab Ipek yang merasa nggak harus sungkan buat saling membantu.
Ya udah yuk kita istirahat dulu sampai Dokter Rio pergi baru setelah pergi kita beraksi." ajak Ipek yang kasihan melihat Ody kelelahan.
Entah sejak kapan Ody tidak tidur, sampai-sampai terlihat jelas lingkaran hitam dibawah mata.
Ody pun pasrah dan merebahkan badannya untuk beristirahat. Memang benar kata Ipek, bahwa Ody sangat lelah, terbukti belum ada sepuluh menit, Ody sudah tertidur pulas.
Ipek yang sudah tidur cukup selama di rumahnya pun hanya duduk di kasur memainkan ponselnya, menunggu sampai Rio pergi kerja dan mulai menyusun rencanaya untuk mencari bukti.
***Saat hukum terbelit begitu mudah, langit keadilan runtuh menimpa si lemah**
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤