
Dengan terburu-buru Ody dan Ipek menuju loker, menyimpan barang, dan berganti seragam OG-nya.
"Maaf yah Ipek, gara-gara harus jemput aku, kamu jadi ikut terburu-buru gini." Ody merasa ga enak dengan Ipek.
"Ih mba Ody apaan sih, kan udah Ipek bilang, susah senang kita harus bersama, so jangan dibiasain napa dikit-dikit ga enak dikit-dikit minta maaf. Pokoknya kita jalanin ajah semua seperti air mengalir.gimana ok ga?" tanya Ipek dengan menunjukan jari jempolnya
"Ok deh," jawab Ody mengikuti gaya Ipek, sambil berlalu untuk mengerjakan aktifitas paginya. Disusul Ipek yang mengekor dibelakangnya.
Hari ini rencananya Ody akan menemui pamanya, ketika istirahat nanti, Ody akan pamitan secara langsung, rasanya kurang sopan kalo hanya berpamitan melalui telefon, sedang Ody dan paman kerja dirumah sakit yang sama, tetapi keduanya jarang bertemu, karna tugas yang berbeda lantai. Kalo inget jasa paman yang sudah mencarikan Ody kerjaan, dan juga sudah rela menampung Ody selama ini tinggal dirumahnya, Ody pikir harus berpamitan dan mengucapkan terima kasih secara langsung.
****
Sedang di kediaman Rio.
Rio dan Aarav, sedang menikmati sarapan pertama yang disiapkan Ody.
"Gimana kerjaan Ody pagi ini? dan penilaian masakan yang dia buat menurutmu gimana?" tanya Aarav .
"Untuk pemula sih udah bagus keseluruhan, rupanya dia sudah mengatur waktu dengan baik. Buat rasa masakan, entah mengapa lidah gue langsung cocok dengan hasil masakan dia." Jawab Rio jujur, dia nggak mau berbohong kalo kerja Ody memang bagus.
"Menurut gue juga gitu, sejak pertama liat dia mengerjakan semuanya dia itu cekatan dan teliti. Jadi kalo dia udah paham kerjaan dirumah ini, gue nanti malam balik ke apartemen yah, ga apa-apa kan gue tinggal loe berdua ajah dengan Ody?" tanya Aarav ragu.
"Ya ga apa, emang kenapa dengan gue dan Ody, biasanya juga gue berdua sama mbok karti lo ga khawatir, lagian kan ada Pak Yono dia jaga keamanan. Terus apa lagi yang lo khawatirin?" tanya Rio merasa aneh dengan kecemasan Aarav.
"Ya jelas beda dong, antara Mbok Karti dan Ody, mbok Karti sudah tua, dan sudah punya suami serta Anak. Sedang Ody masih single dan juga dia cantik bodynya juga nggak kalah menarik dengan mantan loe." jawab Aarav yang sengaja seperti mengompor-ngomporin Rio.
"Oh jadi loe cemas, takut gue ngapa-ngapain Ody, karena loe demen gitu? rupanya Rio merasa bahwa Aarav suka dengan Ody .Loe tenang ajah gue liat Ody biasa ajah, seperti pekerja yang lain ko, mau dia cantik, single, suara yang aduhan merdunya. Gue bukan tipe yang liat cewex bening dikit langsung naksir kaya loe, jadi buang pikiran mesum loe. Itu nggak akan pernah terjadi," jawab Rio tegas .
Selanjutnya keduanya pergi kerumah sakit, setelah menghabiskan sarapanya. Piring kotor mereka tinggalkan begitu sajah, akan jadi tugas Ody nanti, ketika dia sudah pulang bekerja dari rumah sakit. (Enak yah jadi orang kaya, selesai makan langsung tinggal ajah,hehe)
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan padat, dokter Rio sampai dirumah sakit. Pekerjaan rutin paginya adalah, melakukan laporan rekam medis dari semua pasiennya baik yang rawat jalan atau rawat inap dengan dia sebagai Dokter penanggung jawabnya, meskipun Rio adalah anak dari pemilik rumah sakit, dan menjabat sebagai Ditektur rumah sakit, ia tidak semena-mena dalam pekerjaanya. Semua peraturan rumah sakit, dia ikuti dan jalankan dengan sebaik-baiknya, maka dari itu nggak jarang yang menilai kalo Rio sangat Profesional, terlebih dia termasuk Dokter muda terbaik, dengan berbagai prestasi yang sudah didapatkan. Dokter Rio juga ramah terutama dengan para pasienya sehingga disenangi oleh pasien kecilnya, yang bahkan dengan sengaja ada yang ingin diperiksa khusus oleh Rio.
Selanjutnya Rio akan membuka praktek di jam sepuluh, dan apa bila sudah selesai dia akan naik keruanganya dilantai atas rumah sakit, untuk beristirahat sejenak dan dilanjutkan menjalankan peranya sebagai Direktur rumah sakit. Akan dilanjutkan di jam sore dia akan melakukan kunjungan ke pasien yang menjalani rawat inap, setelah selesai dia akan kembali lagi keruanganya dan kembali dengan kepemimpinanya. Tidak jarang juga Rio memimpin rapat apabila papihnya berhalangan hadir. Seperti beberapa waktu kedepan ia akan menggantikan papihnya memimpin rapat, karena papih dan mamihnya kini sedang mengunjungi adiknya di negara sebrang, entah sampai kapan mereka akan tinggal di Malaysia.
Begitulah kira-kira kesibukan Rio yang sangat padat .
***Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur yang akan menjadikan hidup bahagia.***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤❤❤
Like ✅
Comen✅
Vote✅
kasih hadiah✅
Jangan lupa tekan ❤