
Ody yang sedang terletap tidurpun terbangun, karna mendengar kegaduhan diluar kamar.
Ody memutuskan tidak keluar kamar, karna takut adanya maling, atau bahkan rampok yang bisa sajah malah melukai Ody.
Ody, diam menguping dari dalam kamar. Setelah ody mendengarkan dari percakapan mereka, bisa Ody pastikan bahwa kegaduhan itu adalah ulah Bosnya, dan beberapa temanya.
Ody memutuskan untuk tidur kembali, setelah semuanya kembali normal dan tampaknya teman-teman Rio juga tidak lama, karna barusan saja terdengar suara mobil meninggalkan kediaman Dokter Rio.
Ody berusaha memejamkan matanya lagi, tapi setelah sekian lama mencoba tidur kembali, tampaknya matanya sudah tidak mengantuk lagi. Akhirnya Ody putuskan untuk keluar kamar, karena ia merasa haus, lalu Ody mengambil minum,sekaligus mengecek apakan pintu sudah terkunci atau belum .
***
Dikamar Dokter Rio....
Rio yang sedang merasakan efek obat Afrodisiak, dengan libido yang meningkat, dan ingin segera menuntaskan hasrat se'xnya, ia meraskan sekujur tubuhnya memanas, dan tongkat kepemilikanya menegang sempurna.
Rio mencoba meredakan rasa panas dengan mengguyur tubuhnya, dengan air dingin dikamar mandi. Setelah mandi, Rio merasakan tenggorokanya panas diapun memutuskan kedapur, ia ingin meminum air dingin, dan menyejukan tubuhnya yang saat itu, hanya berbalut bathrobe duduk didepan kulkas. Rasanya dinginya Ac tidak bisa menyejukan tubuhnya.
Begitu sampai dapur Rio mengambil air dingin, dan meminumnya didepan kulkas yang sengaja ia buka agar bandanya tidak terlalu panas. Rasanya benar-benar menyiksa.
Ody yang rencananya akan mengambil minum pun kaget melihat Rio yang hanya menggunakan bathrobe, tengah duduk dengan didepan kulkas yang sengaja terbuka.
Ody kaget, dan menghampiri Rio, ia tidak tau bahwa Rio tengah mati-matian menahan hasrat se xnya yang sangat tinggi. Rio melihat Ody yang walaupun hanya mengenakan baju tidurnya berlengan panjang sajah sudah berhasil menaikan lagi libidonya yang tadi sempat Rio coba mati-matian meredamnya.
"Tuan, kenapa aanda duduk didepan kulkas, nanti Anda bisa sakit kalo duduk disini, dan hanya mengenakan bathrobe begini." Ody berusaha mengingatkan Bosnya
Namun, Ody tidak berani mendekat, karna Ody melihat tatapan Dokter Rio yang berbeda, seperti orang yang sedang marah tampak garang, dan sangat mengerikan.
Rio pun sudah tidak bisa menahan lagi dirinya.
Terlebih suara Ody yang benar-benar menggoyahkan pertahanan Rio.
Rio membayangakn de'sahan yang ody bakal keluarkan, dengan suaranya yang se'xsinya
Ody mencoba berteriak sekeras mungkin, tetapi ternyata Security yang sedang berjaga tengah mendengarkan musik untuk melawan ngantuk, tentu sajah tidak mendengar teriakan Ody. Terlebih ruang keluarga lumayan jauh dari pos keamanan dirumah Dokter Rio.
Ody berontak sekuat tenaga, tetapi seolah sia-sia, tenaga Dokter Rio jauh lebih kuat dari tenaga Ody.
Rio memulai aksinya dengan memberikan sentuhan-sentuhan dibagian sen-sitif Ody, sampai tanpa Ody sadari dia mengeluarkan suara yang tertahan, dan bagi Rio yang saat itu tengah dibawah efek obat perangsang, sangat meningkatkan gairahnya. Setelah puas dengan pemanasan yang Rio lakukan, kini Rio mencoba memasukan pusakanya ke bibir bawah milik Ody, dengan susah payah Rio mencoba, berkali-kali gagal. Terlebih Ody juga masih selalu berontak, meski kedua tangan Ody sudah Rio kunci keatas dengan kuat, dan juga badan Ody yang kecil dengan mudah bisa Rio kunci.
Namun, Ody sangat berusaha menjaga kehormatanya, apalagi dia diperlakukan dengan tidak hormat oleh Bosnya. Ody sangat membenci kejadian ini, ia berharap bahwa ini hanya mimpi buruk.
Rio yang mendapat perlawanan keras dari Ody, justru semakin berusaha terus, agar berhasil menaklukan Ody, berkat kerja keras Rio membuat pusakanya berhasil masuk ke sarangnya, dan Rio segera menuntaskan hasratnya.
Setelah berkali-kali gagal mencoba, kali ini Rio menekan dengan kuat dan mendorong dengan keras. Sampai membuat ody menjerit, ia merasakan sebuah benda keras yang masuk seolah merobekan bibir bawahnya. Ody pun meringis menahan nyeri yang sangat, dia tidak menyangka bahwa perlawananya berakhir dengan tidak berdaya. Kini Ody sudah kehilangan keperawananaya, yang selama ini dia jaga, dan hanya akan dia berikan ke suaminya nanti. Namun, sepertinya keinginanya tidak akan pernah ia wujudkan, karena justru mahkota kehormatanya diambil paksa oleh majikanya dengan cara yang menjijikan.
Ody hanya pasrah, membiarkan Rio menguasainya, rasanya perlawananya hanya akan membuat tubuhnya semakin sakit. Rio yang melihat ody menjerit, dan meringis, tapi pasrah pun semakin menggila, dia melakukan dengan sangat bergairah, sampai dipuncak kenikmatanya dia melepaskan jutaan calon benihnya didalam rahim Ody.
Lagi-lagi Ody hanya pasrah, dan menagis pilu.
Rio yang melihat reaksi Ody pun hanya tersenyum puas, terlebih Rio tau bahwa Ody masih perawan.
Tidak cukup sekali Rio melakukan pelecehan pada ody malam ini, justru rio melakukan sampai tiga kali penyatuan itu, Ody benar-benar sudah pasrah, dan hanya bisa menagisi nasibnya. Dipikiranya Ody memikirkan gimana cara kedepanya dia menuntut keadilan atas perlakuan bosnya. Ody tidak akan diam sajah, dengan pelecehan yang dia terima. Biar dia dari kalangan bawah, tetapi Ody bertekad akan mencari keadilan, walaupun akan mendapat merbagai halangan nantinya.
Rio membiarkan ody menagis, sampai ia cape dan berhenti dengan sendirinya. Difikiran Rio, ia akan memberi sejumlah uang nantinya agar ody menutup mulut dengan kejadian ini .
Namun, tampaknya Rio salah menilai Ody. Bahkan Ody sudah memikirkan agar Rio bertanggung jawab, dengan perbuatanya.
Ody akan mencari keadilan seadil-adilnya kalo perlu melaporkan kejadian ini ke Polisi, agar Rio mendapatkan hukuman yang setimpal.
*** Hidup itu keras, dan tak mudah...., tapi aku jauh lebih keras dan tak mudah dikalahkan***
...****************...
# Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤❤