
Keesokan paginya, ody bersiap untuk pergi berziarah kemakam ayahnya.
"Bu, nanti ody sama Hendra kemakam ayah yah! Ibu mau ikut atau dirumah sajah?" tanya Ody sebelum berangkat berziarah.
"Ibu dirumah sajah deh. Kalian pergi berdua aja nggak masalahkan?" ibu kembali bertanya ke Ody.
"Atuh ngaak dong bu, emang kenapa kan Ody juga tau, ibu takut ketauan sedihkan nanti kan" .Ody berusaha menghibur ibu.
'Ya, Ody memang anaknya sedikit jahil dan usil dia selalu pengin membuat suasanya tidak canggung dengan melontarkan sedikit cadaannya.''
"Ah, kamu bisa aja Dy. iya ibu kalo kemakam ayah suka keinget terus, jadi suka nggak berasa nagis, makanya ibu dirumah ajah cukup mendoakan beliau dari rumah." ibu mengakui dengan sedikit malu malu.
"Iya deh nggak masalah ko, ibu dirumah ajah biar Ody sama Hendra yang pergi ziarah ke makam ayah. Nanti Ody sampaikan salam hangat dari ibu untuk ayah." Ody kembali meledek ibunya, kali ini dengan suara berbisik. Seolah Hendra tidak boleh mendengar ucapanya kali ini..
"Terserah kamu ajah, Mba." balas ibu dengan pasrah .
Merekapun pergi kemakam, dengan mengendarai sepeda motor.
Kurang lebih sepuluh menit perjalanan mereka sudah sampe dimakam ayah.
"Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Yah, ini Ody datang kerumah baru ayah. Maaf ya yah, ody baru bisa datang sekarang. Ayah sudah tenang dan bahagiakan disana?
Yah, Ody kangen sama ayah." dengan surah terbata bata dan sedikit terisak Ody menyapa ayahnya, yang sudah damai dipembaringan terakhirnya.
"Ayah doakan ya, supaya Ody dan Hendra bisa terus menjaga dan membahagiakan Ibu." ujar Ody, ia takut tidak bisa membahagiakan ibunya nanti.
setelah membaca Doa, dan membersihkan makam. Ody dan Hendra pun langsung beranjak pulang.
Rencananya hari setelah mengunjungin makam ayah, Ody lanjutkan dengan mengunjungi rumah keluarga Doni, untuk membahas dan meminta dikembalikan lagi uangnya.
Padahal Ody menganggap Cindi adalah sahabatnya, karna dari kecil memang selalu bersama sama. Mereka dulu berangkat dan pulang sekolah, bermain bahkan sampe mereka bekerja selalu bertukar kabar, tidak jarang juga baik Ody maupun Cindi sering curhat masalah percintaanya. Cindi pun tau betul bahwa Doni adalah tunanganya Ody.
"Ndra tolong antar mba kerumah mas Doni yah." ucap Ody ditengah perjalanan setelah berziarah.
"Aduh mau ngapain lagi sih, Mba kerumah mas Doni segala. Bukanya dia sudah nikah. Hendra tau, mungkin Mba masih cinta, tapi Mba harus lupain tuh Doni. Buktinya mas Doni nggak tau diri udah seenaknya ajah selingkuh, sama Cindi lagi. Dasar emang pada gatel dua-duanya." sungut Hendra, dengan asiknya mengomel seolah pengin mengeluarkan semua unek uneknya.
"Apaan sih kamu Ndra, Mba kerumah Doni juga karna mau menanyakan uang Mba ajah. Sampai kapanpun Mba ga akan bisa mengiklaskan uang Mba. Uang itu hasil kerja Mba, susah payah Mba kumpulkan masa mau dibiarkan saya mereka nikmati. Kamu juga nggak ikhlas kan uang Mba kerja hilang begitu ajah." beo Ody, menjelaskan maksud ia ingin kerumah mantan tunanganya.
"Ya nggak lah, enak ajah Mbaku yang cape kerja, masa uang mereka yang mau nikmatin, kalo niat Mba kerumah Mas Doni buat membahas itu. Hendra orang pertama yang mendukung." ujar Hendra dengan semangat seolah mau menuju medan perang.
"Makanya jangan Su'uzon dulu." dengus ody, sambil menepuk pundak Hendra.
*Jangan sekali -kali engkau mengucapkan sesuatu yang jika engkau benar tidak mendapakan pahal,namun jika engkau salah maka engkau berdosa,yaitu buruk sangak terhadap saudaramu.
"Lagian nih yah Ndra, Mba juga nggak pernah kepikiran buat merebut atau balikan lagi dengan Doni. Bahkan kalopun dia menyesal dan pengin Mba balikan. Udah pasti Mba tolak!" udah sakit banget nih hati. Ucap Ody penuh emozi.
"Malah kalo nggak ada masalah ini, sebenernya Mba juga males berhubungan dengan keluarga mereka lagi. Kalo bisa Mba malah berdoa biar nggak bertemu lagi. Rasanya Mba udah mati rasa, udah nggak pengin mengenal yang namanya cinta lagi." tambah Ody dengan menahan sesak didadanya.
"Ya udah, Hendra mah juga cuma bisa berdoa semoga urusanya cepat selesai dan menemuka solusinya. Balas Hendra berusaha menenangkan Ody yang keliatan masih emosi setiap membahas percintaanya yang kandas bersama mantan tunanganya Doni, terlebih yang membuat hubunganya hancur adalah teman main masa kecilnya dulu.
***Kalo nggak bisa dapatin apa yang kamu mau, jangan mengambil apa yang orang punya***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir ❤