Beauty Clouds

Beauty Clouds
Permintaan Paman



Sejak perbicangan sore itu, kini Rio sudah kembali ke rumah, tidak lagi menginap di apartemen Clovis. Nampaknya Rio yang sekarang bebeda, dengan Rio yang sebelum kejadian malam bedarah waktu itu.


Sebelumnya, Rio lebih bersikap ramah, bahkan sering menyapa basa basi dengan Ody maupun Ipek, Rio sering lakukan itu. Namun Rio yang sekarang berubah jadi dingin dengan Ody maupun Ipek.


***


Dua hari dari pembahasan di cafe Arzen sudah berlalu kini rencananya sepulang kerja Ody akan mampir kerumah pamanya, untuk membicarakan masalah pernikahan Ody dan Rio. Pastinya di temanin oleh Ipek, mungkin saat ini Ody akan jujur mengenai pernikahan dengan Rio, kalopun berbohong pasti pamanya akan curiga juga. Seolah tidak mungkin orang seperti Rio mau menikahin ponakanya, yang hanya bekerja sebagai cleaning servis tumah sakit milik keluarganya. Terlebih nanti ketika pamanya tau pernikahanya hanya dihadiri oleh beberapa orang, pasti paman juga akan curiga, dan meminta Ody untuk jujur.


Maka sebelum paman kecewa, karena ketidak jujuran Ody, lebih baik Ody jujur dari awal, biarpun paman marah setidaknya tidak ada kebohongan.


Untuk berbicara jujur ke ibunnya saat ini Ody masih memepertimbangkan ulang, karena Ody masih trauma dengan kepergian ayahnya, yang dikarnakan serangan jantung setelah mendengar kabar buruk menipa putrinya. Kali ini Ody harus lebih berhati-hati ketika mengabarkan sesuatu dengan ibunya.


***


pulang kerja Ody langsung menuju ketempat parkir, menunggu Ipek yang kali ini kerjaanya belum selesai.


Ody, duduk di kursi dibawah pohon yang rindang di samping tempat palkir sepedah motor. Ody menyiapkan mental agar nanti ketika memberitahun niat pernikahan dengan pamanya tidak gerogi .


Setelah menunggu sepuluh menit, Ipek pun sudah menghampiri Ody di palkiran.


"Dor.....ngelamun ajah." hardik Ipek, mengagetkan Ody.


"Eh,..kamu Pek, udah selesai?" tanya Ody dengan muka masih kaget, karena ulah Ipek yang usil.


"Udah dong, emang mau ngapain lama-lama, yok buruan cabut etar keburu sore, mau kerumah paman Hasan kan?" tanya Ipek memastikan.


"Iya lah, biar cepet kelar urusan, rasanya kalo belum kelar masih kepikiran terus, tidur pun tidak nyenyak." jawab Ody dengan lesu.


"Cie...yang mau nikah, udah nggak sabar." ledek Ipek dengan menoel bahu Ody.


"Apaan sih Pek, ini bukan masalah mau nikahnya, tapi masalahnya aku takut Rio berubah fikiran. Kamu tau kan akhir-akhir ini Rio makin dingin sama aku, bahkan udah kaya manusia es ajah. Belum pernah sekalipun aku denger suaranya sejak obrolan terakhir di Cafe.


Beda banget sama dulu yang kalo papasan ajah dia kasih senyum, sekarang kaya jijik banget sama aku." Keluh Ody.


"Iya sih, Ipek juga ngerasa gitu, sekarang dokter Rio beda. Positif thinking ajah Mba, mungkin dokter Rio lagi sariawan." ucap Ipek sambil tertawa


Ody yang mendengar ocehan Ipek pun ikut tertawa, Ipek memang gitu selalu ajah lawak hahaha..


***


Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kini mereka sudah sampai dirumah paman Ody. Bibi yang menyambut kedatangan Ody pun memberitahukan paman, kebetulan paman juga baru pulang kerja.


Tanpa berlama-lama, Ody menceritakan niat kedatangannya .


Paman, dan bibi yang mendengar pun kaget, terlebih Ody menceritakan juga apa yang menjadi alasan Rio akhirnya mau menikahi Ody.


Pastinya, Ody tidak menceritakan penikahan yang sesungguhnya. Pernikahan Kontrak! Pasti siapa pun nggak akan mau kalo kita menjalankan pernikahan. Namun, hanya sebatas pernikahan kontrak.


Biarpun mereka kaget, dan kecewa pastinya. Setelah Ody yang meminta paman agar mau menjadi wali pernikahannya, akhirnya paman pun luluh. Mau bagaimana pun semua sudah terjadi sekarang tinggal disegerakan menikah.


Agar apabila Ody hamil nanti sudah dalam keadaan sah. Sehingga tidak menimbulkan fitnah yang lain.


Ody, dan Ipek pamit undur diri setelah obrolan mereka selesai.


**Bila nasi telah menjadi jangan resah, Tambahkan bumbu,sambal,kecap,dan ayam goreng,maka akan terasa sedap.Begitupula dalam kehidupan,apabila telah terlanjur terjadi maka terimalah dan isi dengan sesuatu yang bermanfaat.Pada tiap kejadian pasti ada hikmahnya,dan ada nilai baiknya.Selebihnya serahkan kepada tuhan.


***


Kini mereka sudah berada di rumah Rio.


setelah mereka beristirahat sejenak. Ody, dan Ipek melanjutkan pekerjaan mereka masing- masing, yang sudah dibagi sesuai dengan keahlianya.


Jam delapan Rio pulang di antar oleh Aarav, selama kejadian Aarav ikut menginap di rumah ini. Jaga-jaga agar tidak kejadian serupa, mungkin.


Ody yang mengetahui bahwa Bosnya sudah pulang mulai menyiapkan makan malam.


Seperti biasa Rio tidak mengucapkan sepatah katapun .


Begitu melihat Aarav, dan Rio sudah menyelesaikan makan malamnya, dengan segala keberanian akhirnya Ody mulai mengutarakan niatnya.


"Maaf Dokter apa ada waktu? Saya ada yang mau disampikan." ucap Ody dengan ragu-ragu.


Rio yang mengetahui Ody berbicara denganya, menoleh kearah Ody.


"Penting?" tanya Rio singkat .


"Iya Tuan" jawab Ody nggak kalah singkat kan hehe


"Kalo gitu di ruangan kerjaku sajah," jawab Rio.


Rio pun menuju keruangan kerjanya, sedang Ody membereskan sisa makan malam mereka, lalu menyusul Rio keruangan kerja, yang Rio maksud.


Ody mengetuk pintu dengan sopan, sebelum masuk kedalam.


Rio yang sedang duduk dengan memeriksa beberapa laporan rumah sakit, melihat Ody.


"Duduk!" ucap Rio


Ody pun duduk di kursi berhadapan dengan Rio. Namun Ody menunduk tidak berani menatap Rio.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rio


"Saya sudah bicara dengan Paman, beliau pengin pernikahan ini disegerakam." jawab Ody singkat.


"Ya sudah kalo kalian inginya begitua, kapan?Besok?" tanya Rio masih dengan sikap yang cuek.


"Paman tidak memberi tahu kapannya, beliau hanya minta di segerakan." jawab Ody dengan sopan dan tetap terlihat santai.


"Ya udah dua hari dari sekarang, minggu kita nikah. semakin cepat semakin baik. Aku juga udah cape dengan masalah ginian pengin cepet lepas dari masalah ini." jawab Rio.


Walaupun Ody kaget, tetapi Ody juga menyanggupi saran Rio. Memang benar semakin cepat semakin baik.


Sehingga Ody bisa fokus mengerjakan pekerjaanya. Akhir-akhir ini Ody kurang tidur, karena masalah yang dia hadapi. Belum kini Ody juga banyak melamun ketika bekerja, tidak jarang Bu Dewi menegur Ody dari kesalahan kecil sampe kesalahan yang cukup fatal.


***


Ody kembali ke kamar, Ipek yang sudah sedari tadi menunggu pun langsung, menodong kejelasan dari Ody, mengenai perbincangan antara Ody dan Rio.


"Gimana Mba? udah ada kepastian kapan akan dilaksanakanya ijab qobul." tanya Ipek kepo .


"Dokter Rio bilang, nikahnya kita dilaksanakan hari minggu Pek." jawab Ody lirih.


"Hah ko cepet banget, dua hari lagi dong." jawab Ipek kaget.


"Iya Dokter Rio bilangnya gitu!"


Besok rencananya Ody akan memberikan kabar pernikahanya ke paman, agar paman dan bibi bisa hadir menjadi wali Ody.


***


Diruangan Rio....


Aarav yang baru masuk pun menanyakan hal yang serupa.R io pun memberitahukan pernikahannya dilakukan hari minggu. Rio meminta Aarav dan yang lain untuk menyiapkan semuanya.


Rio ingin dekor yang sesimpel mungkin, dan hanya di hadiri oleh kelima Bestienya, serta dari pihak Ody hanya di izinkan lima orang pula.


Walaipun Aarav merasa kaget dengan keputusan tiba-tiba Rio. Namun Aarav tidak bisa membantah. Mau nggak mau Aarav akan menyiapkan semuanya, dan membatasi tamunya hanya yang Rio izinkan sajah yang bisa hadir.


*Bahkan ketika kamu bersembunyi,takdir akan menemukanmu.Bahkan ketika kamu berlari,takdir akan meraihmu.#Alibinabithalib


...****************...


*jangan lupa dukung karya author yah.Makasih buat yang sudah mampir❤