
Setelah menempuh penerbangan Singapura-Jakarta yang hanya ditempuh kurang dari dua jam. Akhirnya Emly sampai ditanah air. Emly sangat percaya diri bahwa kepergianya ke Negeri singa dipercaya Rio hanya kunjungan pekerjaan saja. Pastinya Emly tidak tau bahwa Rio selama ini sudah mengetahui penghianatanya.
Selama ini memang Rio masih menjalin komunikasi yang baik, bahkan masih sangat mesra ketika bertukar kabar dan hampir tiap hari Rio juga selalu kirim kata-kata manis seperti dahulu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal itu semua hanya sekenario Rio agar Emly tidak curiga bahwa Rio mengawasi kegiatanya .
Emly sudah merencanakan kejutan manis untuk Rio, setelah dirinya beristirahat diapartemenya.
...****************...
Disatu situasi, Ody sangat bingung dari mana dia harus mendapatkan uang dalam jumlah banyak secara cepat mengingat Hendra dua bulan lagi lulus dan akan melanjutkan kuliah. Sesuai kesepakatan dan memang keinginan Hendra juga, dia akan kuliah masuk kedokteran.
Sedang untuk uang Ody yang orang tua Doni janjikan nggak ada titik terang, bahkan keinginan Ody agar dirinya bertemu Doni di Jakarta, tetapi sampai satu bulan Ody di Jakarta tidak sekalipun melihat Doni maupun Cindi.
"Ya kan memang jakarta luas jadi tidak mudah Ody menemukan keduanya." celoteh Ody pelan.
"Mba Ody kenapa ko keliatan murung?" tanya Ipek ketika keduanya tengah menikmati waktu senggang disela-sela pekerjaan yang nggak ada abisnya .
"Bingung nih Pek, bentar lagi adek Kuliah dia pengin masuk kedokteran, tapi aku udah nggak ada tabungan lagi. Mau cari kerja tambahan juga bingung, kerja apa?" ucap Ody dengan wajah sendu.
"Emang mba Ody butuh uang berapa? biar nanti Ipek bantu." tanya ipek
"Seriuz Pek?" dengan ragu Ody menyebutkan nominal yang sangat besar bagi kalangan OG yang gajihnya hanya diangka empat juta itu pun sudah termasuk uang makan.
"Eh, tapi jangan deh, kamu kan juga gajihnya sama kaya aku, belum lagi nanti keluarga kamu kalo ada keperluan dadakan, kan kamu harus bantu. Biar nanti Mba cari solusi lain deh," jawab Ody murung, nggak enak kalo harus melibatkan Ipek.
"Idih seriuz nanti Ipek bantu. Masalah keluarga Ipek tenang pasti Ipek bisa atasi ko," jawab Ipek dengan santai.
"Ini seriuz Pek kamu bakal bantu aku?" tanya Ody dengan ragu.
"Yeh nggak percaya, ya seriuz lah Mba, mumpung Ipek masih ada tabungan," jawab Ipek dengan yakin.
"Ya Alloh makasih yah Pek, pasti nanti Mba ganti deh, Mba cicil tiap bulan nggak apa-apa kan?" Ody sangat senang ternyata Ipek bakal kasih bantuan biar dia bisa kirim uang buat biyaya pendaftaran kuliah hendra.
"iya santai ajah itu mah. Kalo pun Mba Ody belum ada buat cicil juga nggak apa-apa, nggak buru-buru Ipek pake ko uangnya, ya itung-itung Ipek tabung uang itu." jawab ipek santai.
"Ih, apaan sih Mba, mana ada Sultan mau kerja cleaning servis, biarpun nyamar juga pilih-pilih kali kerjaan mah. Kebetulan ajah ko Ipek lagi pegang uang. Lagian kalo punya tabungan nggak harus sultan." elak Ipek nggak mau identitas aslinya diketahui siapapun.
"Iya juga yah, hehe Ody tersenyum lega," akhirnya dia bisa segera kirim uang buat kuliah Hendra. Biarpun nantinya dia hurus kerja lebih keras. Biar bisa segera lunasin utangnya ke Ipek tanpa mengurangi jatah Ody kirim bulanan kekeluarganya dikampung.
...****************...
Begitu sampai dirumah sakit, Rio langsung masuk keruangan prakteknya.
"Pagi Dok, mau langsung, apa istirahat dulu Dok." tanya suster pendamping Rio. Mengingat didepan poli tempat Rio prakter antrian pasien sudah lumayan banyak .
"Pagi Sus, langsung ajak nggak apa-apa, Sus. Kasian mereka udah lama nunggu," jawab Rio sambil merapihkan mejanya,bahkan ada yang sudah dari pagi menunggu antrian.
"Baik Dok," balas suster pendamping Rio, lalu suster mulai memanggil pasien kecil yang menggemaskan sesuai dengan nomer antrian awal. Dokter Rio pun selalu sabar dan hangat ketika berhadapan dengan pasiennya memulai pemeriksaan dengan telaten dan seriuz sampai semua nomer antrian habis.
Dokter Rio bisa istirahat diruanganya tapi istirahat buat Rio adalah tetap disibukan dengan laporan rumah sakit .Dimana dia sudah harus belajar menggantikan papihnya yang sudah mulai mengurangi kegitan kantornya.
"Rav gimana kamu udah dapat pengganti Mbok Karti?" tanya Rio?
"Belum bos, nanti saya mau coba tanya Bu Dewi barang kali ada pegawai kebersihan yang mau dipindahkan sementara kerumahmu bos.
menurut loe gimana? Mau nggak kalo pengganti diambil dari OB dirumah sakit, biar lebih terarahkan, kalo ambil dari yayasan gue kurang setuju takut tidak bertanggung jawab. Soalnya banyak kan bos penipuan yang berkedok jadi Art, biarpun dibawah naungan yayasan tapi mereka tetap berani melakukan tindak kejahatan, tapi kalo yang dari karyawan dirumah sakit ini kan sudah terpercaya. Data diri ada sama kita jadi buat melakukan kecurangan sangat kecil kemungkinanya." saran Aarav.
"Terserah loe ajah Rav. yang penting secepatnya. Nggak betah gue kalo rumah kotor nggak ada yang bersihin dan masak loe tau kan gue selalu mau makan rumahan biarpun kadang sekali-kali makan diluar tapi lebih sering makan masakan rumahan yang jelas sehat, dari cara masak kebersihan dan gizinya terjaga." cecar Rio agar Aarav segera mendapatkan pengganti Mbok Karti.
"Iya udah gue tanya Bu Dewi biar masalah loe segera ada solusinya boz." pamit Rio yang akan menemui Bu Dewi di pantry.
*** Cara termudah jadi pandai adalah belajar dari hal terbodoh yang pernah kamu takutkan***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mau mampir, jangan lupa tekan love, comen, kasih Gift, vote dan tekan favorite.❤❤❤