Beauty Clouds

Beauty Clouds
Bertemu Kembali



Bruuukkk... Aaaaahhh... Bunda...


Hiiikkk... hikk... hik... Es Creamnya... Hiiikkk...


Ipek yang kaget di tabrak dari depan, dan ternyata ada anak kecil di depanya yang tengah menangis karena es creamnya jatuh berserakan dan juga mengotori pakaian Ipek.


Ipek pun panik dan akan menolong anak kecil itu agar tidak menangis lagi terlebih orang-orang di sekitar pada menatap kearah Ipek dengan aneh.


"Aduh, maaf yah Mbak, anak saya jalannya meleng." Ibu-ibu muda dengan suara khasnya yang serah-serah basah, meminta maaf dan mencoba membersihkan pakaian Ipek yang kotor terkena es cream coklat dan setroberry.


Ipek diam dan mematung, bingung mau berkata apa.


"Ayo sayang, minta maaf sama Tantenya." Ibu muda itu meminta anaknya untuk meminta maaf.


"Tante, saya meminta maaf, saya tidak melihat sehingga menabrak Tante." Anak kecil yang umurnya kurang lebih tiga tahun meminta maaf kepada Ipek, dengan suara masih terisak. Namun Ipek yang masih kaget dengan sosok wanita yang berdiri di depanya justru tidak merespon. Ipek masih terpaku dalam kebingunganya. Ia bingung harus berbuat apa.


"Apa aku harus pura-pura tidak kenal, lagian sepertinga Mba Ody tidak mengenali aku. Atau aku menyapa Mba Ody?" bati Ipek bergemuruh antar bingung harus bagaimana menyikapi Ody. Yah ibu-ibu muda yang anaknya menabrak Ipek adalah Ody. Sahabat sekaligus kakanya.


Sementara Ody dan Mayra yang melihat reaksi wanita itu diam saja pun ikut bingung.


"Mbak, biar nanti bajunya saya ganti yah, itu kotor soalnya.".Ody masih terus berusaha mengajak ngobrol Ipek. Ody takut kalo wanita di depanya marah karena pakaianya kotor. Sementara kini Mayra tidak menangis lagi setelah dibujuk akan dibelikan es cream lagi.


Lagi, Ipek lagi-lagi diam masih tidak merespon apa yang Ody omongkan. Sampe akhirnya Ody bingung, dan berniat meninggalkan Ipek dengan kebingunganya. Toh yang terpenting ia sudah meminta maaf. Begitu yang ada dalam fikiran Ody.


"Mba Ody." Ipek akhirnya memanggil orang yang sedetik yang lalu dia cueki. Ody yang kaget pun langsung membalik badanya dan kembali menghampiri Ipek. Padahal Ody sudah beberapa langkah meninggalkan Ipek, tetapi ketika ia dipanggil oleh orang yang suaranya sudah ia rindukan pun langsung menoleh.


"Ipek... apa ini kamu Pek?" Ody yang masih sangat tidak yakin dengan sosok yang berdiri itu adalah Ipek, teman serta adik yang ia cari-cari selama ini.


Ipek tidak menjawab, tetapi Ipek justru memeluk Ody dengan hangat.


"Maaf Mba, Maaf Ipek sudah pergi dari kalian." Ipek terharu dan juga sangat bahagia karena ternyata dirinya berani menyapa Ody. Padahal awalnya ia ragu akan berani menyapa Ody.


Kali ini giliran Ody yang bengong, Ody benar-benar tidak menyangka bahwa Ipek kali ini seratus delapan puluh derajat berbeda. Lebih cantik, badanya kurus dan sangat anggun dengan pakaian syari'nya.


"Mba, ko gantian Mba Ody yang bengong." Ipek melepaskan pelukanya dan menggerak-gerakan kedua tanganya di depan wajah Ody.


"Ah... Aku nggak lagi mimpi kan Pek." Ody bener-bener berasa mimpi.


"Enggak Mba ini Ipek, yang dulu sering ngabisin makanan Mba Ody kalo nggak abis. Ini siapa Mba? Gemes banget." Ipek coba menggendong Mayra, dan ternyata gadis kecil nan cantik itu mau di gendong oleh Ipek.


"Ya Allah Pek, aku seneng banget akhirknya satu persatu kita kembali lagi kemarin Clo...(Ody tidak melanjutkan ucapanya pasalnya takut Ipek tidak nyaman. Benar saja Ipek seolah tidak nyaman mendengar nama orang yang pernah disukainya disebut.


"Clo... siapa, Clovis maksud Mba Ody?" tanya Ipek mencoba biasa saja toh ia kini sudah menikah.


"Ah, bukan kalo dia mah bukan urasan Mba, mau ada atau tidak ada, bukan urusan kita lah.


"Yuk kita ke ruangan Papahnya Mayra dulu. Kita ngobrol-ngobrol sebentar." Ody menarik tangan Ipek agar mengikutinya. Ipek pun pasrah saja dengan menggendong Mayra, bahkan Ia lupa bagaimana nasib rujaknya yang tidak jadi ia beli.


"Ngomong-ngomong ini anak Mba Ody yah? Bukanya anak Mba Ody kata Ar... (Ipek tidak melanjutkan pasalnya ia takut salah ucap)


"Wah... Mba Ody lagi hamil lagi? Aduh jadi pengin juga." ucap Ipek sembari mengelus perut Ody yang belum terlihat membuncit.


"Hehe... Alhamdulillah Pek dikasih kepercayaan lagi. Mudah-mudahan yang ini bisa lahir dengan selamat." Doa Ody, dengan bersungguh-sungguh.


"Amin," balas Ipek. Sementara Mayra diam saja ia belum kenal dengan Ipek sehingga mode kalem. Kalo udah kenal jangan ditanya mode cerewet banget pokoknya.


Begitu sampai di depan ruangan Rio. Mayra langsung berontak ingin turun.


"Tante, May mau turun!" lirih May.


Ipek pun menuruti keinginan Meyra. Gadis kecil itu langsung berlari dan membuka pintu ruangan papahnya.


"Papah..." Mayra langsung meminta untuk di gendong oleh Papah tercintanya. Rio pun langsung mengabulkan keinginan putri kesayanganya. Menggendong Mayra.


"Papah liat ada Tante cantik." May menunjuk pada Ipek yang baru akan masuk. Rio pun mengira wanita yang bersama Ody adalah team yang akan mengurus acara selamatan empat bulanan Ody besok.


Ody masuk dan bersalaman dan ci-pika ci-piki. Ritual lepas kangen dengan suaminya.


"Mas coba deh tebak dia siapa?" tanya Ody pada Rio sembari menunjuk kearah Ipek.


Rio tampak mengamati wanita di depanya. Sementara Ipek yang diperhatikan Rio menunduk.


"Enggak tau sayang," ucap Rio ketika melihat bahwa wanita di depanya tidak nyaman di perhatikan oleh lain jenis, dan lagi Rio memang tidak mengenali siapa wanita itu.


"Tuh kan Pek, hampir semua nggak kenal sama kamu sekarang. Abis kamu cantik banget sih. Bedanya jauh banget sama yang dulu. Bahkan kamu jadi yang paling cantik diantara kita. Aku jadi pengi Intan buru-buru liat kamu. Pasti dia tambah nggak percaya sama kamu. Awas ajah nanti kamu di kira suntik putih lah, sedot lemak lah, oprasi plastik lah. Dia kan gitu julid." kelakar Ody biasa mereka selalu usil memang.


"Hehehe... emang dokter Intan masih kaya gitu yah Mba sifatnya?" tanya Ipek yang dari dulu selalu jadi bahan ejekan dokter Intan.


"Masih lah Pek, lebih parah malah." Ody pun makin julid dengan Intan.


Rio pun sedikit paham dengan siapa wanita yang bersama Ody.


"Tunggu...tunggu... apa ini Ipek? Yang dulu...(Rio tidak melanjutkan ucapanya, tetapi semuanya tau arah pembicaraan Rio kemana)


"Haha... Mas juga nggak nyangka yah, Ipek jadi cantik banget." Secara tidak langsung Ody sudah menjawab pertanyaan Rio.


"Ya Allah, Pek. Sorry beneran nggak kenal abisan bener kata Ody beda banget makin cantik. Bagaimana kabarnya. Ayuk duduk atuh biar ceritanya makin seru." Rio mengajak Ody dan Ipek serta May yang masih di gendong untuk duduk di sofa.


"Alhamdulillah Dok, kabarnya sehat," jawab Ipek dengan senyum manis terkembang di wajahnya.


"Ngomong-ngomong ko bisa ketemu sama Ody gimana ceritanya?" Sementara Ody tengah menyiapkan minum dan cemilan untuk Ipek.


"Kebetulan saya sudah satu minggu menjaga suami di rumah sakit ini Dok."


Deg... Rio dan Ody yang mendengar seolah jantungnya berhenti berdetak.


Baru Rio serta Ody ingin mencomblangi Ipek dengan Clovis, tetapi niatnya sudah dipatahkan sekaligus dengan kabar bahwa faktanya Ipek sudah menikah..