
Rio yang tidak menyangka bahwa Ody akan menyiramnya, dan juga perkataan Ody membuat Rio semakin geram. Rio berdiri dia akan melayangkan Tamparan kepada Ody .
Chandra yang saat itu duduk disamping Rio, langsung berdiri menahan pergelangan tangan Rio, lalu meminta Rio untuk bersabar, dan duduk kembali.
"Jangan seperti ini, kamu laki-laki nggak harus dengan kekerasan untuk meyelesaikan masalah. Kalo kamu menampar dia yang ada kamu mebuat masalah baru." ucap Chandra menenangkan Rio.
Suasana semakin tegang. Semua yang ada disana tidak menyangka, bahwa ody akan melakukan itu semua.
#Orang paling BERANI itu,boleh jadi paling penakut, tersudutkan, tapi dia tidak punya pilihan lagi, memutuskan mulai berani melawan.(quotes:tereliye)
Itu lah gambaran Ody saat ini, saking kesalnya Ody yang menadaptkan ejekan terus menerus, jadi dia melakukan pelawanan itu semua.
#Sabar juga ada batasnya bambang Rio, kamu sih mancing-mancing Ody#
Sedang Ipek merasa puas, melihat Ody menyiram Rio. Ipek dari tadi sebenarnya sudah menahan ingin ikut memaki Rio, tapi kekesalanya udah diwakilkan oleh Ody.
Rio yang saat ini sudah kembali duduk melirik Ody dengan sinis.
Chandra yang dari tadi diam, kini dia ikut adil dalam obrolan mereka.
"Apa rencana kamu Ody? kenapa kamu bilang akan melapor Polisi? apa nggak ada cara agar masalah ini tidak melebar kemana-mana?" tanya Chandra denga tenang.
"Sebenarnya ada cara lain selain melaporkan kepolisi, yaitu dengan dokter Rio mau bertanggung jawab. Namun nampaknya dokter Rio tidak mau menggunakan cara itu." jawab Ody dengan tersenyum sinis. "Maka pilihan lain, saya akan melapor polisi. Semua bukti sudah saya pegang." imbuh Ody dengan yakin.
"Bukankan Dokter Rio nggak mau bertanggung jawab? maka dari itu kami juga akan menutut keadilan buat Mba Ody." tambah Ipek, masih dengan susana hati yang panas.
"Bukti? punya bukti apa kamu?" tanya Rio sinis.
Ipek yang saat itu memegang bukti-bukti pun membuka tas, dan mengeluarkan ponsel serta hasil visum .
"Semua bukti ada disini," Ipek menunjukan rekaman malam kejadian itu, yang dia dapat dari cctv, seta menyodorkan map coklat hasil visum.
Rio, dan Chandra mengambil alih ponsel dan melihat vidio pelecehan yang Rio lakukan pada Ody. Setelah melihat vidio, Rio membuka map, dan melihat hasil visum yang Ody telak lakukan, disana terdapat banyak luka yang Rio buat, dan juga keterangan adanya kekerasan seksual yang Rio lakukan pada Ody.
Rio tidak mengira, bahwa Ody sudah menyiapkan semuanya.
"Bukti-bukti itu sudah cukup menguatkan buat membuat laporan ke polisi." Kata Intan ketika Rio masih memperhatikan hasil visum Ody.
Rio yang mendengar kata-kata Intan, meletakan map keatas meja.
"Lalu mau kamu apa?" tanya Rio sambil melihat kearah Ody .
"Tanggung jawab." jawab ody singkat, padat dan jelas.
"Kenapa ngotot sekali pengin aku tanggung jawab, apa ada rencana lain yang kamu rancang untuk menjebak aku?" tanya Rio kembali.
"Rencana apa maksud anda? apa meminta pertanggung jawaban dari laki-laki yang sudah mengambil kegadisanku harus memerlukan rencana lain?" oceh Ody aneh dengan sikap Rio.
"Mungkin saja, bisa jadi kamu ingin menguasai semua Aset yang aku miliki, dengan menikahi aku kamu bisa dengan mudah merubah setatusmu. Banyak kan diluaran sana yang menginginkan pernikahan dengan laki-laki kaya agar bisa dengan instan menjadi kaya." jawab Rio jutex.
"Sedikitpun saya nggak pernah berpikir seperti itu, tapi kenapa Anda selalu membahas harta. Kalo anda takut saya akan meminta harta Anda. Maka nikahi saya cukup sebagai tanggung jawab! Masalah kehidupanku biar saya cari nafkah sendiri. Anda tidak usah susah payah memberi nafkah sama saya." jawab Ody dengan geram.
"NIKAH KONTRAK," jawab Rio singkat
semua yang ada dimeja pun kaget dengan ucapan Rio.
"Maksud lo apa?" tanya Chandra kaget .
"Kalo dia ngotok gue nikahin, maka ayo nikah kontrak. Kalian sebagai saksi bahwa pernikahan yang gue jalanin hanya sebatas kontrak." Jawab Rio dengan santai.
"Gila kamu yah Rio, pernah nggak kamu mikir, kenapa Ody dengan keras meminta kamu menikahi dia." tanya Intan kali ini benar-benar sudah dibatas kesabaran.
#Jadi gemes sama Rio pengin tarik jakunya#
"Itu sudah pertimbangan paling baik Tan. memang menurut kamu gue harus gimana?Nikah betulan sama dia. Sedang gue kenal ajah baru, nikah itu butuh cinta Tan.maka solusi paling tepat ya Nikah kontrak." ucap Rio nggak mau menerima masukan dari temanya.
Disaat Intan akan membalas ucapan Rio, Chandra mengisaratkan agar setop dulu.
"pembahasan ini nggak akan menemui jalan keluar. Kalian makan saja dulu, biar saling menenagkan pikiran. Kami akan kemeja sebelah mencari solusi yang lain. ucap Chandra, melerai agar saling berfikir dingin, mencari solusi yang terbaik.
Akhirnya Rio bergabung dengan Aarav, Arzen dan Clovis kemeja sebelah.
Sedang Ody, Ipek, dan Intan memilih makan terlebih dahulu.Untuk mengisi energi pasti nanti banyak membutuhkan enegi untuk berdebat dengan sikeras kepala, Rio.
***
Rio dan teman-temanya tampak khusu dimeja sebrang, letaknya tidak terlalu jauh dengan meja ody. Namun pembicaraan mereka tidak bisa Ody dengar.
#Niatnya mau nguping yah, tapi malah nggak kedengeran hehe...
Chandra yang masih sepupu dari Rio pun menasehati Rio, agar mau menerima permintaan Ody.
"Apa yang dikatakan Intan ada benarnya Rio, gimana kalo hasil perbuatanmu, Ody hamil. Apa kamu nggak kasian nanti nasib anak kamu. Gue sepupu loe, dan juga Ayah dari satu putri, sangat menyayangkan sikap loe kalo loe membiarkan Ody melahirkan seorang Anak tanpa tau siapa ayahnya. Anak adalah anugrah dia nggak pernah bisa memilih dari rahim siapa dan dengan cara apa dia dilahirkan. Coba kamu pikirkan sekali lagi, jangan terlalu egois." Chandra menasehati Rio dengan lembut, agar Rio tidak tersinggung, dan mau memikirkan ulang keputusanya.
"Bisa jadi setelah gue nikahin tuh cewe nggak hamil gimana?" tanya Rio.
"Ya setidaknya loe sudah bertanggung jawab, mana kita tau kedepanya, siapa tau dia jodoh loe," jawab Arzen mendukung saran Chandra.
"Ga segampang itu Zen buat menikah, terutama kita belum kenal, apalagi dia bukan tipe gue, susah buat menjalin komitmen itu."jawab Rio lagi.
"Berati loe milih dipenjara dari pada tanggung jawab," celetuk Clovis. Bukti yang Ody miliki sudah sangat kuat, andai Ody benar melaporkan kamu, sudah pasti kamu bisa masuk Bui." imbuh Clovis ikut geram dengan keras kepala Rio.
Kalo gue jadi loe mending tanggung jawab dari pada berurusan dengan hukum. Sekali loe berurusan dengan hukum resikonya banyak.
1.Gimana kalo keluarga loe tahu, mereka akan kecewa, malu, marah dengan perbuatan loe.
2.loe seorang Dokter, terlebih Dokter Spesialis anak. Gimana kalo orang-orang tau kelakuan loe, pasti karir lo hancur.
bisa jadi bukan hanya karir loe sebagai Dokter yang hancur. Bahkan bisnis keluarga loe bisa hancur seketika kalo sampai nitizen pada tau diluaran sana.
Biasanya hukum sosial lebih berat dari pada hukuman polisi. Coba kamu pikirkan lagi itu semua demi masa depan loe.
Ga mau kan, kalo semua karir yang loe rintis dari bawah tiba-tiba hancur hanya karna keegoisan loe. Nasehat Aarav sebagai asisten sekaligus teman, dimana Aarav lebih banyak menghabiskan waktu dengan Rio.
"Susah banget mikirnya, tinggal pilih nikah gampang ko, yang lain pengin nikah nggak ada jodohnya. Kamu jodoh didepan mata malah nolak," cicit Clovis.
"Rio pun tampak memijat kening, dia memikirkan semua ucapan teman-temanya.
apa yang dibilang mereka ada benarnya juga." batin Rio termenung.
*mengalah itu bukan perkara orang lemah.
mengalah itu justru adalah milik orang kuat.
(quotes:tereliye)
...****************...
#Terimakasih buat udah mampir, jangan lupa, like, comen, vote, kasih gift dan tekan favorite.
❤❤❤❤