
Tidak hanya Zawa dan Arzen saja yang sedang berbahagia dengan kabar menikahnya Emly dan Aarav, yang lain pun ikut berbahagia semua. "Abang... Abang buruan deh mandinya ini ada undangan dari Aarav sama Mba Emly kalo dia mau nikah," pekik Ipek dari balik pintu memberikan kabar bahagia itu, dan Clovis yang memang di dalam kamar mandi sana sedang sampoan dan saking penasaranya ia keluar meskipun rambut penuh busa dan tangan yang masih memijat rambutnya. Sebelumnya tentu Clovis menyambar handuknya dan memakai alakadarnya.
"Mana Baby, aku pengin lihat," ucap Clovis dengan hati penuh bunga akhirnya Emly dan Aarav akan nikah juga seperti itu pikir Clovis. Sementara Ipek yang melihat kelakuan ayah dari calon bayi yang di kandungnya malah tertawa terpingkal-pingkal. Kehamilan Ipek itu sangat berbeda dengan kehamilan Zawa di mana Ipek tidak merasakan mual, pusing tidak pengin makanan itu ini. Makanan yang selalu jadi favorite selama hamil hanya telor orek buatan mas suami dan makanan apapun yang di buat suaminya Ipek akan melahapnya. Meskipun kadang rasanya keasinan tetapi kata ibu hamil itu tetap lezat sekali. Dan juga Ipek itu bawaanya happy terus dan satu lagi yang bikin geleng kepala kejahilanya kembali ke jaman dulu kala.
Clovis yang melihat istrinya ketawa sampai memegangi perut pun ikut tertawa. Yah, mungkin jahil itu adalah salah satu pernyakit yang menular, buktinya Clovis baru satu bulan bergabung dengan keluarga Ipek tetapi dia sudah ikut-ikutan jahil, contohnya pagi ini, begitu tentu Ipek sengaja memberiahukan info bahagia itu waktu Clovis mandi. Pikir Ipek adalah suaminya akan keluar tanpa busana, dan kalau tidak setidaknya mandinya tidak lama-lama lagi. Namun dugaan Ipek salah Clovis di dalam sana yang memang sedang sampoan ide jahilnya keluar agar menghibur istrinya. Tawa renyah Ipek adalah bahagia di atas segalanya. Clovis terus menggosok-gosok rambutnya dan menambah cairan sampo hingga busanya meninggi dan dengan pedenya dia keluar dengan mata sebelah di pejamkan seolah menahan pedih dari air sampo.
Alhasil pagi ini olahraga perut di kamar yang bernuansa kental dengan warna pink, dan yang bikin keren pakaian Clovis terkhusus baju tidur pun Ipek yang pilihkan berwarna pink. Entah mungkin dia itu gadis pink.
******
Di rumah Rio dan Ody pagi hari menjadi hari yang paling ramai dan sibuk di mana putrinya akan berlari-larian dan kini ditambah dengan ada si Boy yang kadang malah menambah suasana dengan suara lengkinganya yang sahdu.
"Mas ini benaran Emly dan Aarav akan nikah?" tanya Ody yang sedang mencoba menenangkan Boy yang menangis karena di ledek oleh kakaknya Meyra, seolah bayi baru beberapa hari itu tahu kalau kakaknya meledek dan dia menangis tersedu-sedu.
Rio menghampiri Ody dan melihat kertas undangan dan membacanya. "Rio pun tidak kalah kaget dengan pernikahan Emly dan Aarav di mana Rio tidak tahu bahwa asistenya malah mau menikah, "Loh Bund, Papah malah baru tahu loh kalo Aarav dan Emly akan menikah. Sedangkan kalau di kantor kayaknya biasa saja, tidak pernah membahas pernikahan" ujar Rio yang juga kaget.
"Tapi ini tiga hari lagi loh, berati sebentar lagi yah Mas, kira-kira mau kasih hadiah apa yah Mas buat mereka?" tanya Ody bingung mau kondangan apa. Secara Ody pun merasa hutang budi pada mereka, di mana Emly dan Aarav akhirnya sepakat kalau Meyra di asuh sama Ody, tetapi kalau kangen dengan Meyra diizinkan kapan saja bertemu dengan buah hatinya.
"Papah juga bingung Bun, secara Aarav saja apa saja sudah punya, bunda pilih ajah deh kira-kira yang cocok buat Aarav dan Emly apa?" ujar Rio menyerahkan sepenuhnya pada Istrinya itu.
Di saat Rio dan Ody saling bingung ingin memberiakqn kado apa untuk asisten yang juga sekaligus sahabatnya. Tidak kalah kaget Chandra dan Intan yang juga bari tahu bahwa Aarav akan menikahi Emly, terlebih Intan tidak tahu bahwa Aarav selama ini semakin dekat hubunganya semenjak dari Emly yang di rawat di rumah sakit itu. Intan mengira kalau hubungan antara Aarav dan Emly yaitu hubungan biasa saja antara ayah dan ibu dari anak mereka.
"Loe udah tahu belum kalo Aarav dan Emly bakal nikah?" tanya Intan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Chandra tanpa permisi, dan langsung mengambil duduk di hadapan Chandra tanpa menunggu di suruh terlebih dahulu.
"Eh... lupa aku, iya walaikumsallam Pak Duda," kelakar Intan, yah mereka memang seperti itu terlebih mereka sudah bersama sejak kecil di mana mereka saling sepupuan.
"Jangan di tekanin yang itunya dong Bu dokter, nanti kalo di sebut 'perawan tua' marah," balas Chandra tidak mau kalah ingin berkelakar juga.
"Ehmzz... itu udah di sebut yah, kalo memang enggak suka bilang jangan ngqjak ribut," jawab Intan dengan nada juteknya.
"Nah kan, pasti ujungnya gitu. Ya udah kamu mau bilang apa kesini," tanya Chandar dari pada urusanya makin panjang kan. "Tahu undangan Aarav dan Emly? Aku ajah baru baca," ujar Chandra sembari mengangkat tanganya yang sedang memegang undangan dari sahabatnya itu dan ternyata sang duda juga baru membukanya
"Iya aku juga kaget, kenapa yah jodoh yang lain pada gampang-gampang banget sedangkan jodoh aku di umpetin terus sama Tuhan," dengus Intan sembari meletakan punggungnya bersender ke sandaran kursi.
"Tenang ajah Neng, gue juga sama kok, rasanya kalo mau nikah lagi masih berat banget sama Almarhum istri gue, takut dia sedih dialam sana," balas Chandra dengan suara lemahnya.
"Sama lah Chan, gue juga kalo mau menjalin hubungan lagi takut terjadi sesuatu dengan pasangan gue, pokoknya bayang-bayang jenazah mantan kekasih aku masih terbayang," balas Intan, di mana Chandr dan Intan yang juga hampir memiliki kisah percintaan yang kurang beruntung sehingga menimbulkan rasa trauma tersendiri.
...****************...
Kisah Intan dan Chandra coming soon, di mana mereka akan di bahas dari jaman-jaman masih unyu-unyu sampai dapat pasangan masing-masing. Tunggu kehadiran bambang Chandra dan Neng Intan yah...🙏🙏