Beauty Clouds

Beauty Clouds
Meyakinkan Akan Cinta "Melamar"



"Aku mau melamar kamu dan menjadikan kamu istriku. Aku mau menebus semua kesalahanku, aku tidak ingin membuat kamu sendiri lagi melewati cobaan ini semua, kamu dan aku akan melewati semua yang terjadi kedepanya secara bersama-sama." Aarav dengan suara tegasnya dan mata tajam menatap Emly sebagai tanda bahwa yang ia ucapkan adalah sungguh-sungguh dari dalam hatinya.


Emly yang tengah mengusap-usap buah hatinya yang tengah tertidur di samping dia terkejut ketika mendengar ucapan dari Aarav itu, dia tidak yakin bahwa yang di katakan oleh Aarav itu suatu kebenaran. Wanita yang masih nampak sedikit pucat wajahnya pun tersenyum masam. "Aarav kamu jangan bercanda, menikah itu bukan sekedar tanggung jawab dari sebuah kesalahan, kalau tanpa cinta pernikahan hanya akan menyakiti kamu," ucap Emly ingin menyadarkan Aarav bahwa apa yang di katakanya terlalu beresiko dengan masa depan dirinya. Emly bukan tidak mau menerima Aarav, tetapi ia takut kalau Aarav nantinya justru menyesal dengan keputusanya. Wanita mana sih yang enggak senang di lamar, terlebih Aarav laki-laki yang baik dan tanggung jawab, pasti Emly akan menjadi wanita yang beruntung ketika dinikahi oleh Aarav. Tetapi bagai mana dengan Aarav? Itu alasan Emly ingin Aarav sadar bahwa pilihanya hanya akan membuatnya susah.


"Apa kamu tidak mencintai aku? Apa kamu akan menderita apabila hidup dengan aku?" tanya Aarav dengan serius.


Emly kembali tersenyum, "Bukan aku, tapi kamu. Kamu berhak dapat wanita sempurna, wanita yang bisa melayani kamu. Bukan aku wanita yang hanya akan menyusahkan kamu. Sadarlah Aarav kamu hanya iba dan merasa bersalah saja dengan aku, dan nanti kamu pasti akan menyesal kalo kamu memilih aku yang tidak bisa berbuat apa-apa. Pikirkan masa depan kamu, aku sudah memaafkan kamu ko," ucap Emly dengan suaranya yang semakin bergetar itu. Tidak sedih hanya terharu karena Aarav ternyata memperdulikam dia sampai sedetail ini, tetapi Emly juga kasihan dengan Aarav yang seolaah hanya akan menghabiskan sisa hidupnya dengn Emly yang hanya akan merepotkan dirinya.


"Perasaan ini bukan hanya perasaan kasihan semata tetapi memang aku yang masih menyayangimu, mungkin kamu tidak tahu dan tidak juga sadar. Bahwa aku adalah pengagum rahasiamu. Mungkin kamu mengira kalau aku melakukan hubungan malam itu hanya terpaksa. Tidak, aku justru menikmatinya. Itu semua karena aku menyukai kamu Emly, aku memendam perasaan sama kamu sudah lama, tetapi saat itu kondisi aku yang miskin dan tidak berani untuk mengungkapkan perasaan ini pada kamu. Terlebih kamu juga kekasih Rio, bos aku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga ketika malam itu datang, dan Clovis meminta aku untuk meniduri kamu hatiku sangat bahagia, itu tandanya aku akan memilikimu. Tetapi nasib berkata lain. Justru mqsalah yang semakin runyam yang terjadi. Dan kali ini aku diberikan waktu lagi dekat dengan kamu, maka aku tidak akan membiarkan kamu diam dam mematung dan membiarkan kamu melewati ini seorang diri. Aku sayang sama kamu Emly. Bukan terpaksa apalagi iba," ujar Aarav cukup panjang dia mengungkapkan perasaanya. Matanya menatap tajam pada Emly, agar Emly tahu bahwa apa yang ia ucapkan bukan candaan. Aarav serius dengan semua yang diucapkanya.


Emly pun kembali menunduk kan pandangannya dia tidak kuat lagi menatap laki-laki yang menjadi ayah dari anaknya. "Maaf kan aku yang dulu. Pasti sikap aku dan papih menyakiti kamu, aku memang tidak peka, aku dulu terlalu sombong, ambisiku terlalu besar untuk sebuah kehidupan yang sempurna. Sehingga akau selalu melemparkan kata-kata kasar sama kamu. Bahkan kata-kata itu lebih pantas sebagai kata-kata hinaan. Namun Tuhan ternyata sangat adil, kamu di beri kehidupan yang lebih layak dari sebelumnya dan keluarga aku kamu bisa lihat sendiri, nikmatnya hidup mewah dicabut. Bahkan untuk biaya pengobatan aku. Memakai uang kamu, aku malu. Aku minta maaf," lirih Emly dengan wajah malu dan merasa bersalahnya.


"Tidak perlu malu tidak perlu merasa bersalah. Justru apabila tidak ada Emly yang angkuh. Emly yang sombong serta, Om Erwin yang menganggap aku miskin dan tidak pantas untuk putrinya karena ketakutan seorang Papih, jikalo anaknya akan sengsara menikah dengan Aarav, mungkin tidak ada Aarav yang seperti sekarang ini. Aarav yang berhasil membuka  bisnis Gym dan Fitnes dengan puluhan cabang di kota besar. Kalian adalah motifasi sukses aku. Aku ingin membuktikan bahwa Aarav yang hanya bekerja sebagai asisten Rio, mampu memiliki omset yang melebihi gajih pokoknya." Aarav bercerita dengan tatapan tegas dan senyum damainya, ia bukan marah atau membalas kesombongan Emly dan papahnya, tetapi memang yang ia keluarkan dari bibirkanya itu benar semua. Semua kesuksesanya motifasinya adalah keluarga Emly. Ia ingin menjukan bahwa dari jelata pun bisa menjadi jelita.


Emly justru terisak ketika mendengan ucapan Aarav, dia benar-benar di buat mati kutu oleh ucapan Aarav, dia malu dengan ucapanya dulu, ternyata pepatah mengatakan kalo roda itu berputar benar adanya. Dulu ia mengira bahwa pepatah itu hanya isapan jempol semata, sebab dia tidak pernah merasakan hidup di bawah, dengan kekurangan, sejak kecil hingga dewasa hidupnya dikelilingi tumpukan harta sehingga ia tidak merasakan ada kesulitan dalam materi, hal itulah yang membuat Emly gampang merendahkan orang lain.


Namun kali ini kehidupanya berbanding terbalik, dia justru hidupnya bergantung dari orang yang telah dihinanya. Aarav yang dulu ia hina, bahkan tidak jarang kata-kata miskin, jijik, najis dan lain sebagainya lolos dari bibir Emly dan papihnya, tetapi justru dia orang yang pertama memberikan bantuan pada Emly.


Aarav menggenggam tangan Emly yang masih pucat bahkan garis-garis urat menonjol terlihat jelas, menadakan bahwa berat badan Emly menyusut banyak selama ia sakit. Tulang tengkorak di bagian bawah leher pun menonjol dengan jelas. Seolah ingin memberitahuakan bahwa perjuangan Emly untuk sembuh itu luar biasa berat.


"Izinkan aku menjadi suami kamu. Semua orang pernah berbuat salah. Tanpa terkecuali aku pun pernah melakukan kesalahan itu. Aku juga bukan orang baik, kita semua bukan orang baik, tapi biarkan kita memparbaiki diri bersama sama," lirin Aarav suaranya lembut bahkan ditelinga sangat nyaman untuk di dengar.


"Kata siapa lumpuh? Siapa yang bilang kaki kamu lumpuh? Kalau kaki kamu lumpuh kamu tidak bisa merasakan kaki kamu sakit. Kamu hanya butuh berusaha Emly, ayo semangatlah kamu, berusaha untuk sembuh. Apa kamu akan mengecewakan Zawa lagi. Dia bahkan sudah terlalu baik sama kamu, masa ia kamu tega membuat ia kecewa terus menerus sama kamu," ujar Aarav, sedikit kesal dengan pemikiran Emly yang sangat pasrah, dokter saja berkata bahwa kemungkinan untuk sembuh ada, meskipun butuh waktu panjang. Tetapi apabila Emly semangat dan memiliki kemauan tinggi ia bisa sembuh lebih cepat, itu yang dokter katakan.


"Aku akan mencoba," lirih Emly, dengan suara lembutnya bahkan dia sudah tidak tahu lagi harus memberi alasan pada Aarav, karena Aarav sudah tahu semua tentang kondisi Emly. "Benar yang di katakan Aarav, aku tidak boleh menyerah lagi. Aku harus semangat agar Zawa tidak lagi kecewa dengan aku," batin Emly. Tanpa sepengetahuan Aarav, Emly tersenyum bangga. Perempuan dengan satu anak itu merasa bangga, karena sudah di cintai oleh Aarav dengan sebegitu sempurnanya. Bahkan Aarav mampu menjaga cintanya selama ini. Laki-laki yang sangat bertanggung jawab sayang dengan anak dan juga perkerja keras. Tidak ada alasan Emly untuk menolaknya.


Terlebih Aarav mau menunggu cintanya selama ini, lalu apa lagi yang membuat Emly ragu. Bukanya laki-laki yang setia seperti ayah dari anaknya itu adalah laki-laki idaman para wanita?


...****************...


#Besti Othor minta tolong yah, mampir juga ke karya othor



Pelangi tanpa Warna


Cinta Diambang Derita



Bantu tekan fav yah, ikutin kisahnya dan kirim hadiah juga boleh banget😍😍😍