
Masih dikediaman Rio.
Ody dan Ipek yang sudah mengantongi beberapa bukti, memutuskan untuk istirahat sejenak.
Saking semangat mengumpulkan bukti mereka sampai lupa belum makan siang, maka dari itu sekarang mereka siap-siap akan makan siang terlebih dahulu.
Setelah makan siang, Ody dan Ipek akan pergi ke kantor Polisi untuk meminta surat permintaan visum (spv) dari ke polisian untuk melakukan visum di tubuh Ody.
Memang sebenarnya bisa melakukan lewat ponsel, tetapi karna Ody dan Ipek juga ingin sekalian berkonsultasi, maka mereka memilih untuk bertemu secara langsung (Bertatap muka lebih memuaskan).
Selama kurang lebih dua jam mereka di kantor Polisi untuk konsultasi tatap muka.
Banyak pertanyaanya yang mereka tanyakan seputar kasus yang Ody alami, dan ke polisian pun menjelaskan semuanya dengan terbuka, sehingga Ody sudah sedikit bernapas lega.
Kali ini Ody dan Ipek lanjutkan ke rumah sakit untuk melakukan Visum, pastinya bukan di rumah sakit milik keluarga Rio ,bisa gawat kalo ketaun Rio apabila Ody menjalani visum akibat ulahnya, yang ada nanti disabotase lagi, heheh canda sabotase...
Tahap-tahap yang Ody jalanin dalam melakukan pemeriksaan visum adalah:
*Kondisi umum kesehatan, memeriksa kondisi kesehatan korban secara umum, misalnya ada gejala cemas, gelisah, atau bahkan panik.
*Pemeriksaan kesehatan fisik, meliputi kesehatan, denyut nadi, tekanan darah, bukti tindak kekerasa, apakah ada luka yang terlihat dari luar, dan yang lainya.
*Pemeriksaan internal, pemeriksaan luka bagian dalam, seperti patah tulang, kehamilan atau cidera bagian dalam yang lain.
*Pemeriksaan analisis forensik, memeriksa ditubuh korban ada atau tidaknya jejak dna yang pelaku tinggalkan seperti, darah, helai rambut, atau cairan ejakulasi (Dikasus pemerkosaan seperti yang Ody alami).
*Pemeriksaan psikis tujuanya adalah apakah ada gejala yang mengguncang kejiwaan dengan kejadian yang korban alami.
Itu beberapa pemeriksaan yang Ody jalani, sumber by Google.
Setelah menjalani pemeriksaan, Ody juga betkonsultasi dengan Dokter, yang Ody takutkan adalah dirinya hamil. Namun Dokter tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan mengingat kejadian Ody baru semalam maka dokter tidak bisa memastikan, tetapi dokter memberi saran agar apapun yang terjadi nanti (hamil atau tidak) Ody harus siap dan menerima semuanya dengan ikhlas, karena pasti ada hikmah disetiap musibah. Begitu nasehat dokter kira-kira sama seperti tadi ketika Ody berkonsultasi dengan ke polisian .
Ody memang belum membuat surat laporan terhadap Rio, tujuanganya adalah agar Rio mau bertanggung jawab, dan apabila Rio bertanggung jawab maka Ody tidak akan membawa kasusnya ke pihak ke polisian. Namun, apa bila keputusan Rio sebaliknya Ody akan langsung melaporkan ke polisi, karena semua bukti sudah Ody kantongi, tinggal Gas keun ajah ....
Sebelum pulang Ody dan Ipek memutuskan untuk makan dulu diluar, karena badan yang sudah lelah tidak mungkin mereka harus masak dulu buat makan malam, yang ada keburu pingsan. Maka dari itu mereka memutuskan makan dulu di warung lesehan pecel ayam pinggir jalan yang murah meriah, tetapi sudah bisa membuat perut langsung kenyang.
"Ipek, maaf yah sekali lagi aku merepotkan kamu," ucap Ody meminta maaf, karena dia merasa terlalu banyak merepotkan Ipek .
"Merepotkan apa? Yang seperti apa? Ipek bakhan nggak pernah ngerasa direpotkan." jawab Ipek dengan nada tidak suka.
"Semuanya, dari bantuan Tanu buat bukti Cctv, beres-beres rumah, biarpun aku tau kamu sebenernya cape banget, tapi kamu selalu semangat buat bantu aku, belum lagi uang kamu buat biayaya konsultasi Polisi, biyaya Visum. Pasti semua itu tidak sedikit." lirih Ody membeberkan semua rasa tidak enaknya yang dia rasakan karna kebaikan Ipek .
"Bukanya Ipek udah pernah bilang, kalo kita satu kesatuan, begitu Mba Ody bahagia, otomatis Ipek ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, ketika Mba Ody sedih dan tertimpa musibah, Ipek juga merasakan kesedihan itu. Malah Ipek berasa bersalah banget tau Mba, coba malam itu Ipek nggak langsung pulang. Tunggu sampai Mba Ody masuk kerumah paman Hasan. Pasti Ipek tau kalo Mba tidak jadi nginep, karena rumah paman yang kosong.
Ipek malah malam itu, langsung kabur ajah. Padahal Mba Ody baru turun dari motor. Makanya kejadian semalam Ipek nggak bisa bantu mba Ody." Sesal Ipek.
"Udah, semuanya sudah terjadi kamu nggak usah nyalahin diri sendiri," hibur Ody, agar Ipek tidak terlalu merasa bersalah.
"Hati ini sakit Mba, terlebih liat badan Mba Ody banyak luka, Ipek bayangin gimana ketakutanya Mba Ody semalam, nggak ada yang nolongin, dan entah gimana perlakuan dokter Rio sampai Mba kaya gini. Ipek nyesel banget," tutur Ipek sembari terisak, Ipek tidak kuat membayangkan kejadian yang Ody alami.
"Semua ini tadir Pek, biarpun aku sendiri masih belum bisa menerima, tapi kamu juga jangan menyalahkan diri kamu, karna kalau Alloh sudah menggaris kan takdir kita, bukanya kita hanya bisa menerima dan berusaha agar takdir yang kita anggap buruk tidak membuat kita terpuruk." ucap Ody, berusaha menguatkan Ipek dan juga dirinya .
Walaupun berat, tetapi Ody akan selalu berusaha menerima dan merubah kejadian ini agar tidak membuat dirinya kacau. Masih ada keluarganya yang harus Ody fikirkan, maka dari itu Ody harus melawan semua ketakutan itu.
Setelah menghabiskan makan, Ody pun kembali kerumah dokter Rio.
Ody tidak akan keluar dari kerja ini, begitu pun Ipek akan selalu ikut Ody kerja disini, untuk mengawasi sekaligus melindungi Ody, karena Ipek yakin setelah kejadian ini pasti Rio nggak akan terima gitu sajah tuntutan dari Ody untuk bertanggung jawab.
Pastinya Ipek takut, kalo Rio berbuat lebih nekad, dengan kembali melakukan kekerasan fisik atau pesikis dari kata-kata yang Rio ucapan bisa sajah menyerang mental Ody.
Apalagi teman-teman Rio bisa sajah membantu Rio dalam kasus ini.
Ody dan Ipek juga pasti sudah menyiapkan beberapa rencana, apabila Rio melakukan penolakan, dan semua yang Ody fikirkan adalah mengeluarkan bukti-bukti buat ancaman. Ody yakin, bahwa Rio akan ciut dengan bukti yang dia keluarkan, terutama dengan menyebarkan vidio kekerasan se'xsual yang dia lakukan ke Ody.
Bisa-bisa bisnis raksasa yang keluarganya jalankan hancul dalam waktu semalam.Tau kan netizen Indonesia itu bar-bar dalam menghujat. Apa lagi dividio yang Ody dapat dari bukti Cctv ada adegan wik-wik yang mana Rio memaksa dengan kekerasan, nggak jarang juga Rio menjambak rambuk Ody, dan mencengkram tangan Ody sampai memar.
Ody dan Ipek bergatian untuk membersihkan badan. Setelah Ody membersihkan badan, dia merebahkan badanyanya yang mulai pada nyeri di beberapa bagian tubuh, dan untungnya Dokter tadi juga memberikan obat .
"Pek ini udah malam, tapi kenapa Dokter dan asisten Aarav belum pulang yah? Apa mereka nggak akan pulang, atau jangan-jangan dokter Rio dan teman-temanya sedang merencanakan mengumpulkan bukti seperti yang kita lakukan," lirih Ody mencoba menebak apa yang Rio lakukan.
"Ah...kalo Ipek mah nggak yakin dokter Rio peduli dengan kejadian ini, paling juga lagi kumpul sama gengnya dan lagi kumpul di Club sambil minum ditemanya kupu-kupu." Jawab Ipek sinis
"Ko kamu tau banget Pek." tanya Ody kepo.
"Nebak ajah sebenarnya, soalnya kan temen-temenya kebanyakan gitu hidup bebas, apa lagi Clovis bukanya dia juga ada bisnis Bar dan Club malam, udah makin klop kehidupan malam mereka." jelas Ipek apa adanya.
"padahal aku udah tau kalo Clovis penikmat kupu-kupu, dan juga bisnisnya yang haram, belum dia tidak mengenal Tuhan, tapi kenapa hati ini susah untuk membencinya." batin Ipek" dengan memegangi dadanya yang selalu sesak jika berbicara atau bahkan bertemu dengan Clovis.
"memang hati itu milik Alloh dan tidak bisa dia memilih pada siapa hati kita kita ingin berlabuh, Alloh yang menetukan semuanyanya sampai kita menerima bahwa inilah takdir darinya." batin Ipek sesak setiap mengingat laki-laki yang berhasil mengisi relung hatinya.
***Ambilah sesuatu yang menurutmu baik, dan tinggalkan yang menurutmu buruk***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa..
Like✅
Comen✅
Vote✅
kasih gift✅
dan tekan favorit❤✅