
Kita tinggalkan Zawa dan Arzen yang sedang enak-enak. Kembali ke pasangan pengantin baru yang masih pulas tertidur, Clovis dan Zawa.
Clovis yang tadi tidur lebih dulu pun terbangun lebih awal. Ehmz... Clovis megeliat dan membuka kedua matanya. Dia mencoba mengingat ingat kejadian demi kejadian sebelum ia tertidur.
"Loh, bukanya aku tadi dan Ipek pemanasan buat bikin dede bayi," batin Clovis ketika memory'nya telah kembali sedikit-sedikit. "Oh, ya Tuhan aku ketiduran yah," liri Clovis sembari melihat ke samping yang ternyata istrinya pun tengah pulas tertidur dengan meringkuk, sangat menyedikan sekali.
"Ya Allah sayang, maafin Abang yah, yang ketiduran jadinya kamu ikut tidur juga. Pasti bosen banget yah Abang tinggal tidur," bisik Clovis dengan menatap wajah istrinya yang sangat memprihatinkan ketika tengah tertidur itu. Clovis saking merasa bersalahnya sampai-sampai ia membayangkan Ipek memijit dirinya dan kecapean lalu ikut menyusul Clovis tidur.
Clovis mencium wajah istrinya yang masih tertidur, wangi tubuh Ipek dan lembutnya kulitnya berhasil membuat Clovis tidak bisa berpaling dari wajah yang masih terpejam dengan damai. Cukup lama Clovis menatap wajah Ipek, bahkan rasanya Clovis enggan untuk berpaling dari wajah cantik Ipek.
Ipek menggeliat ketika tangan Clovis membelai-belai wajahnya. Ipek tampak terdiam sejenak ketika dia bangun dan tepat wajah Clovis di depa wajahnya, bahkan sepertinya jaraknya tidak sampai satu jengkal. Ipek mengerjapkan matanya berkali-kali dan seolah ia juga tengah mengingat kejadian sebelum ia tidur. Clovis pun diam tanpa ekpresi di depan wajah Ipek dan cukup lama Ipek seperti orang ling lung dengan menatap wajah Clovis. "Abang, Ipek tidak mimpi kan kalo Abang tidur dengan Ipek?" lirih Ipek, akhirnya membuka suaranya dan memecah kesunyian diantara mereka.
"Tidak sayang, kamu tidak sedang bermimpi, dan kita kan sudah menikah kemarin, bahkan Abang sudah merawa-nin kamu. Kalo soal itu nggak lupa kan?" balas Clovis dengan menoel hidung mancung Ipek.
Bush... Wajah Ipek seketika memerah karena ucapan Clovis. Yah, kalo soal itu tidak akan pernah lupa yah Vis, karena itu pengalaman pertama buat Ipek dan akan menjadi cerita buat anak cucunya nanti.
Clovis pun menahan tawanya ketika melihat wajah Ipek berubah seketika karena malu. "Oh iya Baby, Abang minta maaf yah karena pijatan kamu yang sangat enak sampai lupa, Abang jadi ketiduran dan kita tidak jadi olahraga pagi," bisik Clovis dengan perasaan yang sangat bersalah.
Ipek menarik bibirnya membentuk senyuman yang manis. "Tidak apa-apa Abang, Ipek juga jujur cape dan ngantuk jadi pas Abang ketiduran Ipek merasa senang malah karena itu tandanya Ipek bisa tidur juga bareng Abang," jawab Ipek dengan sangat jujur. Clovis pun saking gemasnya dengan kelakuan istrinya sampai-sampai menghujaminya dengan ciuman. Bahkan Ipek sampai menggelijat karena geli dengan ciuman yang Clovis hujami ke wajahnya.
"Oh iya Baby, Abang itu penasaran banget loh kenapa bisa kamu masih ting-ting sedang dulu bukanya kamu dan Arzen sudah nunu-nana? Lalu kamu dan Wahid juga sudah pernah menikah masa sih Wahid tidak melakukan penyatuan?" tanya Clovis dengan kedua tanganya memperagakan apa yang ia maksud.
"Ih seriuz Baby, Abang penasaran sekali, malahan sampe tadi Abang mimpiin pertanyaan itu loh, itu menunjukan kalo Abang sangat-sangat penasaran Beb." Clovis mencoba meyakinkan sama Ipek, bahwa dirinya sangat penasaran dengan apa yang Ipek alami sampai Ipek masih bisa menjaga ke gadisanya dan itu tandanya Ipek mengabulkan doanya di masa dulu. Di mana Clovis pernah berucap, bahwa ia pengin sekali merasakan wanita yang masih pera-wan, bagai mana sih penyatuan denga cewek yang masih pera-wan apakah berbeda dengan yang sudah berpengalaman, lalu bedanya di mana? Itu dulu pertanyaan yang ada di dalam kepala Clovis sampai sekarang dia bisa membedakan rasa itu dan rasanya tidak bisa dijabarkan saking nik-matnya dan perbedaanya membuat Clovis tidak bisa melupakan pengalaman itu.
Ipek kembali tersenyum. " Di mulai dari aku dan Arzen dulu atau aku dan Almarhum suami Ipek dulu?" tanya Ipek, menandakan bahwa ia sudah siap dan mau bercerita.
"Dari yang awal dulu dong, Ipek dan Arzen," jawab Clovis dengan jujur.
Ipek menarik nafasnya dalam. "Baik lah Ipek dan Arzen itu hanya kerja sama. Jujur dulu Ipek marah dan kesal sama Abang karena Abang jahat banget sama Ipek, padahal apa salah Ipek sampai Abang sebegitu benci dan ingin menghancurkan Ipek. Hanya karena Ipek cinta sama Abang dan mencoba mengejar cinta Ipek lalu Abang marah dan menyuruh orang-orang hau s*k memper-kosa Ipek dan mencampakan Ipek. Dari situ Ipek meminta bantuan Arzen agar membuat vidio seolah-olah Ipek dan Arzen sudah pernah melakukan hubungan suami istri. Tujuanya tidak lain dan tidak bukan agar Abang menghentikan sayembara koyol itu, dan rencana Ipek berhasil. Abang tidak lagi mengadakan sayembara itu dan Ipek bisa bebas jalan-jalan ke mana pun Ipek mau, tanpa ada laki-laki mata keranjang yang mengikuti Ipek terus." Ipek dengan nada masih ada emosi menceritakan ia dan Arzen sampai terlibat kebohongan itu dan berhasil membuat Clovis selama ini meyakini bahwa Ipek dan Arzen sudah pernah terlibat hubungan haram.
Clovis pun dengan sangat serius menyimak apa yang Ipek katakan, tidak hanya itu wajah Clovis juga terlihat sekali penyesalanya di mana Clovis juga heran kenapa dirinya dulu kejam sekali terhadap Ipek. Padahal ia tidak di ganggu dan dirugikan dengan perasaan Ipek, tetapi kenapa Clovis bisa terobsesi membuat Ipek sengsara dan menderita sampai hancur sehancur-hancurnya.
"Baby, Abang minta maaf yah, Abang dulu adalah laki-laki paling jahat yang pernah kamu kenal. Andai di tanya kenapa Abang benci sama kamu tempo dulu? Abang tidak bisa menjawab, sampai saat ini Abang tidak bisa menjawab. Abang tahu kalo Abang itu sangat jahat sama kamu. Sampai Abang merasa malu ketika mengingat semua kejahatan Abang. Padahal benar kata kamu, suka dan cinta itu datangnya tidak bisa ditebak sama sekali, tetapi entah kenapa dulu Abang sangat benci kamu, bahkan dengar nama kamu di sebut sudah membuat Abang naik darah dan ingin mengerjai kamu. Entah ketika melihat kamu sedih dan tertindas. Hati rasanya puas. Dan dari situ Abang seolah kecanduan untuk membuat kamu menderita karena Abang mendapatkan kepuasan batin," lirih Clovis dengan nada semenyesal mungkin.
Namun malah Ipek tersenyum dengan manis setiap mendengar jawaban dari bibir s*ksi suaminya itu. "Itulah indahnya jatuh cinta Abang, caranya datang tidak semuanya sama. Dan Ipek tahu dulu di dalam hati Abang sudah ada perasaan cinta dan peduli dengan Ipek. Hanya Abang gengsi untuk mengakuinya sehingga Abang terus mengganggu Ipek," ucap Ipek dengan bibir menahan senyum.
Clovis nampak mengernyitkan dahinya, heran apa benar yang di katakan istrinya itu. Di mana Clovis memang memiliki rasa kecanduan ketika sudah berhasil membuat Ipek bersedih. "Bisa kaya gitu yah kalo jatuh cinta?" tanya Clovis dengan heran.
Ipek mengangguk dengan sangat semangat. "Bisa malah banyak kok di mana cinta diawalai dari musuh malah jadi saling menyayangi," jawab Ipek dengan senyum meyakinkan.
Clovis nampak berfikir, "Benar juga apa yang dikatakan Ipek banyak cinta yang diawali dari rasa benci," batin Clovis, setidaknya hatinya tidak diliputi rasa bersalah seperti tadi. 'Benci jadi cinta' itulah kisah mereka.