
Anna berjalan kearah pintu kamar secara perlahan supaya suara langkah kakinya tak membangunkan Zia,Anna berhasil keluar dari kamar Zia tanpa mengusik sang pemilik kamar dan terakhir ia menutup secara perlahan serta hati hati pintu kamar Zia itu.
Setelah berhasil menutup pintu kamar Zia itu, saat berbalik ia sedikit terkejut dengan keberadaan anak ketiga gadis berwajah dingin keluarga Antara.Siapa lagi kalau bukan Lyn anak dari tuan Renal Antara dan nyonya Sela Antara,Lyn juga terlihat sedikit terkejut melihat kak Anna.Sepertinya gadis itu tadi bermenung,makanya ia tak menyadari kak Anna keluar dari dalam kamar Zia.
"Kau ingin melihat Zia,Lyn?"tanya kak Anna.
"Enggak"jawab Lyn kemudian gadis itu segera berbalik dari sana hendak pergi menuju kamarnya.
"Tunggu,jangan pergi dulu"ujar kak Anna menahan Lyn yang hendak pergi dari sana.
"Kalau memang tak ingin melihat Zia, bisa kita berbicara sebentar?"tanya Kak Anna kepada Lyn.
"Untuk apa,aku pikir kita tak seakrab itu untuk berbicara?"saut Lyn dengan nada datar seperti biasa.
"Kamu dan kakak memang tak seakrab kakak dengan Lyn,tapi apa salahnya kakak ingin berbicara dengan putri kesayangannya mama Celine selain Zia"ujar Kak Anna kepada Lyn.
"Jangan disisni,ayo ketaman belakang"ujar Lyn berjalan terlebih dahulu.
Kak Anna tersenyum mendengar jawaban yang ia inginkan itu,ia mengikuti Lyn untuk menuju ketaman belakang.
Disinilah sekarang Lyn dengan kak Anna yaitu duduk dikursi panjang yang ada ditaman belakang kediaman Antara,sudah hampir lima menit keduanya disana tapi belum ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan.
"Bagaimana keadaanmu?"tanya Kak Anna akhirnya membuka percakapan.
"Baik"jawab Lyn.
"Kakak akan tinggal diIndonesia mulai hari ini jadi jika memerlukan bantuan atau teman bercerita,hubungi saja kakak"ujar kak Anna.
"Aku tak memerlukan bantuan apapun" jawab Lyn terdengar sedikit ketus.
"Jangan menjawab seperti itu,memang sangat aneh jika ada orang yang menurutmu asing yang menawarkan bantuan.Tapi aku serius selain menitipkan Zia,mama Celine juga menitipkan dirimu untuk dijaga Lyn" jelas Kak Anna.
"Kalau kau hanya ingin membicarakan hal yang tak berguna seperti itu, lebih baik aku pergi saja"ujar Lyn hendak beranjak dari kursi taman, namun kak Anna menahan tangannya dan menarik gadis itu untuk duduk lagi.
"Jangan ikut membencinya Lyn"ujar Kak Anna tiba tiba.
kening Lyn sempat menyergit tak mengerti namun setelah mencerna perkataan wanita yang lebih tua darinya beberapa tahun itu,akhirnya dirinya mengerti apa yang dimaksud kak Anna.
"Aku tak pernah membencinya"jawab Lyn.
"Bagus kalau begitu,aku sedikit senang mendengarnya dan juga mama Celine yang ada diatas sana juga pasti sama.Kamu itu adalah satu satunya orang diantara ketiga saudara dan saudarimu yang lain yang tahu bagaimana detail dari kisah masalalu ketiga orang tua,yang menjadi alasan utama apa yang terjadi saat ini"ujar Kak Anna.
"Tiga?"tanya Lyn.
"Zia sudah tahu semuanya,sama sepertimu.Ia tahu dari cerita mendiang kakek kalian dan juga diary yang ditinggalkan mendiang mama Celine"ujar Kak Anna.
"Diary ya"gumam Lyn pelan tapi masih bisa didengar oleh kak Anna.
"Kamu masih menyimpan diary itukan?"
tanya kak Anna.
"Baguslah kalau begitu,simpan diary itu baik baik dan kalau kau memang tak menginginkannya lagi tinggal beritahu aku.Aku sebenarnya cukup penasaran apa yang mama Celine tulis disana"ujar Kak Anna.
"Kau tak tahu apa isinya?"tanya Lyn sedikit tak percaya.
"Tentu saja tidak,Zia tak pernah mengizinkanku untuk membacanya sekalipun"jawab kak Anna.
"Apakah kau mau memperlihatkan isi diary itu padaku?"tanya Kak Anna penuh harap.
"Tidak"jawab Lyn singkat membuat Kak Anna mendengus kesal.
Keduanya kembali hening
"Apa alasannya pulang kesini?"tanya Lyn membuka keheningan yang sempat kembali tercipta.
"Kau tak suka Zia pulang kekediaman Antara?"tanya Kak Anna.
"Bukan begitu,tapi seharusnya Zia lebih baik hidup tenang disana"jelas Lyn.
"Ada sesuatu yang ingin Zia cari dan dapatkan disini,sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan jika tetap diAS"jawab kak Anna.
"Penerimaan dan kasih sayang keluarga"ujar Lyn.
"Benar,kedua itu adalah salah satu alasan utamanya"ujar kak Anna membenarkan tebakan Lyn.
"Itu sangat sulit,bahkan aku tak pernah bisa masuk sepenuhnya dalam keluarga ini"ujar Lyn menatap lurus kearah kolam ikan kecil ditengah taman.
"Kamu tahu Lyn,kamu dan Zia itu sangat mirip.Kepribadian luar kalian memang terlihat seolah oleh sangat berbeda,tapi pemikiran dan kepribadian tersembunyi kalian sangatlah mirip"ujar Kak Anna.
"Kalian sama sama sangat bisa menyembunyikan masalah kalian dengan sangat rapat dan juga sama sama sulit terbaca,kamu dengan sifat dinginmu sedangkan Zia dengan sifat hangatnya hingga membuatnya seolah olah tak memiliki masalah dalam hidup"lanjut kak Anna.
Lyn hanya terdiam saat ini dan tak berniat menyaut perkataan dari kak Anna.
"Malam sudah semakin larut,ayo akhiri pembicaraan ini.Jangan sampai ada yang melihat dan mendengar pembicaraan kita,mungkin itu bisa membawa sedikit masalah untukmu"ujar kak Anna bangkit dari bangku taman itu.
"Hm"saut Lyn berdehem,ia juga ikut beranjak dari kursi itu.
"Oh iya,aku dengar kamu seorang mahasiswi kedokteran.Belajarlah yang rajin,Mama Celine pasti akan sangat senang salah satu putrinya berhasil menjadi dokter yang merupakan cita cita yang tak bisa beliau gapai"ujar Kak Anna sebelum akhirnya beranjak dari taman terlebih dahulu.
*Tentu saja aku akan berusaha dengan keras*batin Lyn,gadis itu memutuskan untuk tidak ikut beranjak dari taman itu seperti kak Anna,ia mungkin akan lebih lama disana untuk melihat langit malam yang hari ini tampak dihiasi banyak bintang.
"Aku bahkan tak bisa membencimu sama seperti kak Gia membencimu bahkan jika aku ingin melakukannya,aku bahkan lebih senang membaca semua tulisan didalam diary yang kau tinggalkan dari pada harus mendengarkan keluarga kandungku sendiri"ujar Lyn.
"Padahal aku tak terlalu banyak mengingat dan memiliki kenangan bersamamu karena saat itu aku masih sangat kecil,tapi kenapa kamu bisa memiliki pengaruh yang sangat besar padaku?mami"ujar Lyn sambil menatap langit malam dengan sendu.
Pikiran gadis itu menjadi kalut sekarang,ia bimbang untuk memposisikan dirinya dimana sekarang.Huf...Lyn menghela nafasnya berat kemudian berkata
"Setidaknya aku tak menyakitinya"