One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 236



"Lah..lah..lah...malah kabur Wkwk"


ujar Neta,gadis itu tau pasti kalau itu hanya alibi Ken saja untuk menghindar supaya tidak disuruh memuji Raka yang jelas jelas saingannya.


Liona menatap punggung Ken yang mulai menjauh dari sana,ah sepertinya cowok itu masih sangat menaruh hati kepada adiknya.Zia yang menyadari arah pandang Liona itu langsung memerkirakan apa yang ada dipikiran saudarinya itu,ia kemudian membuat topik lain yang mungkin berguna mengalihkan pikiran Liona dari Ken.


"Lio,nanti sore jalan jalan yuk"


ajak Zia.


"Hah,apa?Jalan jalan?"Liona terlihat sedikit terkejut dengan ajakan tiba tiba adiknya itu.


"Iya jalan jalan,bukannya gue sering nolak kalau lo ajak jalan jalan dan juga pernah janji bakal ngajak lo pergi kalau gue udah gak sibuk?nah hari ini gue ada waktu,jadi mau gak?"Zia memperjelas ajakannya tadi kepada saudarinya.


"Mau!mau!"jawab Liona langsung terlihat senang dan bersemangat.


"Kalau begitu entar sore lo siap siap aja,nanti sore gue pulang kita langsung pergi"ujar Zia kepada saudarinya.


"Lah emang lo nanti sebelumnya mau kemana dulu dek?"tanya Liona mendengar perkataan adiknya tadi yang mengatakan kalau mereka akan pergi setelah Zia pulang dulu.


"Ada urusan bentar,tapi tenang aja gue gak bakal telat kok"jawab Zia.


"Oh oke,tapi beneran loh ya dek.


Jangan nanti lo malah ngilang aja sampai malem,gue udah capek capek nunggu eh ternyata malah gak jadi"ujar Liona.


"Tenang aja"ujar Zia.


Neta,Rena,serta Raka yang sejak tadi mendengarkan percakapan kedua bersaudari ini terlihat tersenyum tipis melihat keduanya yang sangat akur satu sama lain.


Skip....


Rena___


Mulai dari petugas keamanan dipintu masuk,orang yang bertugas dimeja resepsionis sampai para perawat dan dokter yang tak sengaja berselisih jalan atau bertatap muka dengan Rena semuanya langsung menyapa putri pemilik rumah sakit itu.


Rena saat ini sedang menuju keruangan kerja milik bundanya,ia hendak memberikan laporan tentang nilainya sekaligus ingin membicarakan beberapa hal.


Dan kini Rena sudah berada didepan ruangan bundanya,gadis itu mengulurkan tangannya memegang gagang pintu lalu mulai memutar sekaligus menderong pintu untuk membukanya dengan perlahan.


"Kamu harus lebih menjaga dirimu"


Gerakan Rena seketika berhenti setelah mendengar ada suara bundanya terdengar seperti berbicara dengan orang lain,ah sepertinya sang bunda masih memiliki tamu didalam ruangan itu.Rena-pun berniat untuk menutup pintu ruangan itu kembali,namun sebuah suara yang terdengar cukup familiar membuatnya terdiam dalam posisinya.


"tenang saja,aku akan menjaga diriku dokter"


"Menjaga diri saja tidak cukup,apa kamu tidak pernah punya niatan untuk melanjutkan pengobatanmu Zia"


Dam..Zia...Zia...Zia...nama itu seketika langsung memenuhi kepala Rena saat ini,lawan bicara bundanya saat ini bukan Zia yang dia kenal bukan?Rena berharap dan berdoa itu bukan Zia yang dia kenal.Meski pikiran dan dirinya sendiri kini mulai berkecamuk,Rena memilih diam mendengarkan lanjutan pembicaraan dua orang yang ada didalam ruangan itu.


"Bukankah sejak pertama kali aku menemui dokter,sudah kukatakan kalau seorang Zia datang bukan untuk melanjutkan pengobatan melainkan hanya ingin memantau perkembangan penyakit yang ada didalam dirinya saja"


"Tapi kamu tidak seharusnya menyerah secepat itu Zia,masih ada waktu"


"Setelah hampir 5 tahun tahun lamanya berjuang,itu bukan waktu yang singkat untuk menyerah dokter"


"Aku rasa juga sebagai ahli tentu dokter tahu dengan pasti kondisiku ini,lebih baik memberitahu kenyataan dari pada memberi harapan palsu kepadaku dokter"


"Baiklah kalau itu keputusanmu nak,


sebagai dokter bunda hanya ingin yang terbaik untukmu.Lalu bagaimana dengan keluargamu,belum juga ada satupun yang tahu?kamu tahu bunda sangat khawatir kamu tiba tiba kambuh dan tak ada yang bisa memberikan pertolongan pertama untukmu"


"Soal keluarga,aku sudah berhasil menyimpannya sejauh ini bunda.Jadi kenapa tidak diteruskan sampai akhir saja dan bunda tenang saja karena masih ada Neta dan Ken yang sering bersamaku,aku akan aman"


Baiklah kini Rena benar benar membeku ditempatnya setelah mendengar dua nama lain yang disebut oleh lawan bicara bundanya,oke gadis itu harus bersiap dengan kemungkinan terburuk yang sudah terangkai jelas dibenaknya kini.