
"Pagi guys!bos kalian yang paling kece,dermawan,dan pandai ini datang"
Ujar Zia lantang sedikit berteriak saat memasuki kelas,Neta hanya bisa mengamati bagaimana Zia selalu bisa dengan cepat menyembunyikan sifatnya.
"Untuk yang bilang kayak gitu lo bos,jadi kita gak perlu marah"ujar Danil si ketua kelas 12 IPS 1.
"Kalau itu Neta,pasti udah kita lemparin buku tuh"sambung Abel si bendahara kelas.
"Jahat sekali engkau wahai ibu bundahara kelas,apakah bundahara tidak kasihan pada putrimu ini"ujar Neta memulai dramanya.
(Drama kelas 12 IPS 1 mode on)
"Saya tidak memiliki rasa kasihan kepada putri tiriku"ujar Abel nampaknya mulai mengikuti alur drama pagi yang dimulai Neta.
"Ayahanda,lihat istri mudamu itu.
Dia sangat kejam kepada anakmu ini" adu Neta kepada Danil,berakting seolah olah siketua kelas adalah ayahnya.
"Maafkan Ayahanda putriku,istri muda ayahanda ini memanglah kejam bahkan kepada ayahandamu inipun"ujar Danil ikut berakting.
"Ayahanda,saudariku putri Neta,apa yang terjadi?kenapa kalian nampak bersedih?"tanya Danang ikut mengambil peran,sedangkan yang lain menikmati drama itu dengan baik.
*Lumayan hiburan pagi*batin mereka.
"Pangeran Danang anakku,istri muda ayahanda ini sangat kejam terhadap adikmu nak"ujar Danil
"Benarkah?ibunda,ibunda tidak boleh berlaku semena mena terhadap saudariku putri Neta"ujar Danang tegas,berbicara layaknya seperti seorang pangeran bangsawan.
"Kenapa tidak boleh wahai anakku pangeran Danang?tentu saja boleh. Sebaiknya kamu tidak usah ikut campur anakku atau perjodohanmu dengan putri Sarah dari kerajaan sebelah ibunda batalkan"ujar Abel semakin mendalami perannya sebagai ratu yang kejam.
"Tidak ibunda jangan lakukan itu,anakmu ini sangat mencintai putri Sarah"akting Danang sebagai pangeran Danang.
"Kalau begitu jangan ikut campur,kamu tentu tahu sekali bagaimana dekatnya persahabatan ibunda dengan calon jodohmu itu. Ibunda bisa dengan mudah membatalkan semuanya"ancam ratu Abel.
"Maaf ayahanda dan saudariku putri Neta,keberlangsungan percintaanku jauh lebih penting"ujar pangeran Danang.
"Wahai Putri Sarah,Pangeranmu datang"ujar pangeran Danang langsung berlari mendekati Sarah.
"Datanglah Wahai Pangeranku"saut Sarah.
"Dasar Pangeran Biadab!"teriak Danil dan Neta serentak meneriaki Danang.
HAHAHA...Prok...prok...prok...suara tawa dan tepuk tangan satu kelas pecah seketika menyaksikan drama dadakan sebagai hiburan pagi itu, beberapa anak kelas bahkan terlihat memegangi perut mereka sambil tertawa termasuk Zia didalamnya.
"Hahaha...kalian kocak sekaligus keren banget sumpah"ujar Zia sambil tertawa,gadis itu terlihat sangat terhibur.
"Yoi dong bos,layak dapat penghargaankan nih kita?"tanya Danil
"Iya lo semua layak dapet penghargaan"jawab Zia,yang sudah terduduk dilantai.
"Jam istirahat mau gue traktir gak nih?"tanya gadis itu menaik turunkan alisnya sambil menatap seluruh teman sekelasnya.
"MAU LAH"jawab satu kelas kompak.
"Gercep banget lo pada denger traktiran"ujar Neta.
"Ayo diri Zi"lanjut Neta mengulurkan tangannya membantu sahabatnya itu berdiri.
"Kalau gitu nanti jam Istirahat lo semua gue traktir deh"ujar Zia.
"HORE!"seru satu kelas kegirangan mendengar mereka akan ditraktir oleh Zia.
"Buk bendahara"panggil Zia ke Abel sambil berbisik.
"Kenapa Zia?"saut Abel sibendahara kelas,ikut berbisik juga.
"Hari inikan gue yang traktir mereka,jadi artinya duit mereka utuh dong"ujar Zia berniat memberi isyarat kepada Abel.
"Wah bener juga lo Zi,tanks udah diingetin"ujar Abel mengerti maksud perkataan Zia itu.
*Wah bentar lagi bu bendahara beraksi nih,untung uang kas gue udah lunas*batin Neta setelah mendengar bisik bisik sahabatnya itu dengan Abel.
"Kita gak punya duit Bel"ujar anak kelas.
"Jangan pada alasan lo pada,ini masih pagi jadi uang saku lo semua pasti masih ada"ujar bendahara itu.
"Kalau kita gak dikasih uang jajan gimana?"tanya salah satu anak kelas.
"Mustahil,lo semua anak golongan mampu semua.Mau gue sumpahin ortu lo pada bangkrut sekalian?!"ujar Abel ngegas.
"Eh jangan dong buk bendahara,ini gue bayar"ujar anak itu menyerahkan uang untuk bayar uang kas kepada Abel.
"Gue juga nih Bel"
"Nih gue bayar,jangan sumpahin ortu gue bangkrut tapi"
Satu persatu anak anak kelas mulai membayar hutang uang kas mereka, takut mereka tuh bener bener disumpahin Abel ortu mereka bangkrut.Kalau terkabulkan bahaya.
"Gini dong,guekan jadi enak"ujar Abel menerima satu persatu uang kas teman temannya dengan senang hati.
"Kerjaan lo tuh Zi"ujar Neta ke Zia
"Biarin sesekali,lagian gue suka kasian liat Abel capek nagih uang kas sama anak kelas yang suka kabur kaburan dengan berbagai alasan"ujar Zia.
"Bener juga sih"gumam Neta
"Yuk meja"ajak Neta ke Zia untuk ke meja tempat duduk mereka.
"Hm"saut Zia mengikuti Neta.
Keduanya duduk dibangku mereka
"Zi"panggil Neta kepada Zia.
"Hm"saut Zia
"Lo nanti bakal ketempatnya tante Lin ya?"tanya Neta,Zia yang mendengar pertanyaan Neta langsung menoleh kearah sahabatnya itu.
"Lo tau dari mana?"tanya Zia heran, pasalnya ia tidak memberitahu siapapun soal perubahan jadwal pertemuannya minggu ini.
"Tante Lin yang ngasih tau gue,nih dia chat gue minta tolong buat mastiin lo gak bolos buat bisa pergi tempatnya"ujar Neta menjelaskan kepada sahabatnya itu bagaimana ia bisa tahu,gadis itu bahkan me.perlihatkan halaman Chatnya dengan tante Lin aka Dokter Linda.
"Padahal kemarin gue cuma bercanda soal membolos itu,ternyata bunda Lin menanggapinya dengan serius"ujar Zia membaca halaman Chat pada layar hpnya Neta.
"Tante Lin cuma antisipasi aja, lagian dia mungkin udah cukup tau kalau omongan lo yang sering terkesan bercanda tapi aslinya serius dan bener bener bakal lo lakuin.Makanya tante Lin sampai ngubungin gue"ujar Neta.
"Eh ngomong-ngomong Zi,nanti lo gue temenin kesana ya"ujar Neta menawarkan diri.
"Gak usah deh Ta,gue hari ini pergi sendiri aja"tolak Zia.
"Lah kenapa?lo gak enak sama gue?"tanya Neta heran,tak biasanya sahabatnya itu menolak tawarannya untuk ditemani chek Up.
Zia langsung menggelengkan kepalanya petanda apa yang dipikirkan sahabatnya itu gak bener
"Bukan gue gak mau nyusahin lo, gue seneng malah kalau bisa nyusahin lo mah"ujar Zia membuat Neta memutar bola matanya malas.
"Kemarin lo bilang kalau ortu lo baru pulang dari perjalanan bisnis"
"Trus apa hubungannya?"tanya Neta memotong perkataan Zia.
"Gue gak mau lo temenin hari ini biar lo bisa ngabisin waktu keluarga sama ortu lo,lo kan sering bilang kalau kedua ortu lo itu jarang punya waktu buat lo.Dan kemarin lo bilang kalau ortu lo sengaja ambil cuti kerja dua hari buat lo,itu kesempatan buat lo Ta supaya bisa ngehabisin waktu sama orang tua lo"jelas Zia panjang lebar.
"Tapikan itu bisa gue lakuin pas udah balik nemenin lo"ujar Neta.
Zia kembali menggelengkan kepalanya pelan.
"Gak boleh,lo gak boleh sia siain waktu berharga yang sering lo tunggu itu.Lagian cuma hari inikan?minggu depan lo bisa nemenin gue lagi"ujar Zia.
"Yaudah deh iya,tapi gue yang bakal anter lo kesana dan gak boleh ada penolakan"putus Neta.
"Kalau cuma nganterin,okelah. Gue juga gak bawa mobil soalnya"ujar Zia setuju.