
"wih makan makanan enak sendirian aja nih"ujar Arga mendekati meja makan.
"Tau nih anak,dia kira kakak kakaknya gak mau apa"ujar Gia yang berjalan dibelakang Arga.
Sedangkan yang dimaksud tak peduli sama sekali dengan kedatangan dua kakak kembarnya itu,Liona acuh memilih untuk menikmati makanannya saja.
"Dih kakaknya dicuekin,Aduh..."ujar Arga hendak mencomot salah satu sushi dengan tangannya namun tangannya malah diketok sumpit oleh adiknya.
"Jangan berani berani ambil sushinya Lio ya,ntar gue ketok lagi"ancam Liona menyembunyikan sushinya dibalik tangannya.
"Dih pelit amat lo sama kakak sendiri juga"ujar Gia yang sudah duduk dihadapan Liona.
"Bukannya pelit duo kakak kembarku tersayang,tapi ini sushi aja Lio dapet karena dibeliin masa kalian minta sih"jelas Liona kepada Arga dan Gia.
"Siapa yang beliin emang?"tanya Gia kepada sang adik.
"Zia"jawab Liona menyebutkan nama adiknya itu,membuat Gia sang kakak langsung menunjukkan raut wajah tak suka.
"Ngapain lo minta itu orang beliin lo sushi,minta beliin sama kakakkan bisa?"tanya Gia ketus.
"Heh!"tegur Arga ke Gia
"Siapa bilang gue minta beliin,orang Zia sendiri yang inisiatif.Zia habis jalan jalan sama sahabatnya soalnya"jelas Liona supaya kakaknya tak salah paham kalau ia yang meminta dibeliin padahal enggak.
"Bagus deh,jangan minta apa apa dari Orang Asing"ujar Gia menekan kata orang asing di kalimatnya.
"Kak Gia apa apaan deh,Zia bukan orang asing tau tapi adik kita"ujar Liona kesal,gadis itu langsung pergi dari meja makan menuju kearah dapur membawa sushinya yang tersisa.
Arga menatap tajam kembarannya itu
"Apa?"tanya Gia seolah tak tau dimana letak kesalahannya.
"Gue udah sering bilang sama lo supaya jaga omongan lo,gimana kalau Zia denger?pasti dia bakal sedih"ujar Arga kepada Gia.
"Bagus dong kalau anak itu denger, supaya dia sadar diri kalau cuma jadi orang asing dikeluarga kita"saut Gia santai tak mempedulikan kekesalan kembarannya,
Sedangkan Arga memilih untuk tak bicara lagi.
~Kamar Zia~
"Bagus dong kalau anak itu denger, supaya dia sadar diri kalau cuma jadi orang asing dikeluarga kita"
Ucapan itu langsung terngiang ngiang dipikiran Zia,Ya gadis remaja itu memang tak sengaja mendengar kalimat itu keluar dari mulut saudari tertuanya.
Huf...Zia menghela nafasnya berat,rasa haus yang ia rasakan tadi sekejap langsung menghilang entah kemana.Tadi ia hendak pergi kedapur untuk mengambil minum,namun baru saja langkahnya sampai dijalan masuk keruang makan.Indra pendengarannya langsung menangkap sebuah kalimat pendek terucap dari mulut saudari tertuanya,kalimat yang langsung membuat hatinya seolah olah tersayat.Karena tak mau mendengar lebih banyak kata serupa,Zia memutuskan untuk mengutungkan niat awalnya keruang makan dan memilih untuk kembali kekamarnya saja.
Zia duduk dimeja belajarnya memegang sebuah pulpen dan sebuah buku diary kecil yang terbuka pada halaman kosong,tangannya mulai menorehkan tinta dari pulpen dan mulai menulis sesuatu disana.
Daftar Keinginan Zia Antara yang akan sebisa mungkin dia wujudkan dalam waktu kurang dari satu tahun:
1).Mendapat pengakuan penuh dan tulus dari semua anggota keluarganya
(ini harus bisa);
\-Papa Renal✓
\-Mami Sela✓
\-Kak Arga✓
\-Kak Gia
\-Kak Lyn
\-Kak Liona
2).Menyelesaikan semua kesalahpahaman keluarga yang masih ada(susah nih)
3).Menjalani kehidupan senormal mungkin(susah nih)
5).Pengen berkunjung kemakam Mama,kakek,dan nenek.
6).Menjadi anak yang lebih kuat dan bahagia.
7).Perusahaan mama harus lebih baik
8).Pengen ngerasain yang namanya liburan keluarga itu kayak apa.
9).Bisa bikin semuanya hidup bahagia
10).Gue pengen bahagia(•‿•)
Zia sudah selesai menulis sepuluh daftar keinginan yang akan berusaha ia wujudkan didalam buku hariannya, dan diantaranya sudah ada yang ia beri tanda ceklis artinya sudah dirinya selesaikan.
*Semoga gue bisa nyelesain semuanya*Zia berdoa dalam hatinya dengan penuh harapan akan terwujud.
Setelah itu Zia menutup buku diary kecilnya itu menyimpannya kedalam laci tempat yang sama dimana dirinya menyimpan obat miliknya,baru kemudian menguncinya rapat dan tentu saja melepaskan anak kuncinya dari sana kemudian menyimpannya ditempat yang aman.Sepertinya ia akan cukup sering mampir kehalaman halaman buku diary miliknya itu mulai hari ini,disana Zia akan berusaha menuliskan semua hal yang dirinya rasakan dan lalui.
Ping...ping...ping...suara notifikasi pesan masuk dari hpnya terdengar,Zia segera meraih hp miliknya kemudian memeriksa pesan yang masuk mana tau itu dari sahabatnya atau mungkin Teo kalau tidak Anna kakak angkatnya.
Tapi moodnya langsung menurun menurun tatkala mengetahui dari siapa pesan itu datang,yaitu dari cowok yang menjadi cruss kakaknya Liona dan saat ini sedang mencoba mendekatinya.Siapa lagi kalau bukan Ken yang kontaknya sengaja Zia beri nama KEN CLCB sesuai saran Neta sahabatnya,CLCB yaitu Calon Cowok Brengsek.
KEN CLCB;
Hai Zia🥰
Gimana kabar kamu hari ini?
Tadi kamu masih belum masuk sekolah ya?
Gimana pembicaraan kita kemarin?
Udah dipikirin belum?
Aku bener bener serius loh suka sama kamu,jadi kamu gak usah ragu suka sama aku.
Asal kamu tau,aku itu tipe cowok sempurna impian semua cewek di SMA Hantara,jadi kamu gak bakal nyesel terima aku.
Aku itu ganteng,keren,kapten basket, populer,kaya,udah setara sama kamu yang cantik,kaya,dan juga populer.
Zia kamu kok gak jawab sih?
Aku liat kamu udah baca pesan dari aku.
Kamu pasti Masih bimbang ya?
Zia membaca deretan chat yang lumayan banyak yang dikirim Ken padanya dengan memasang muka datar dicampur perasaan elfil sekaligus,
ayolah ini bukan pertama kalinya ada cowok yang niat mau ajak dia pdkt-an tapi Zia sama sekali belum pernah nemuin cowok tipe kayak Ken ini.
Sejak masih di AS,ada puluhan bahkan mungkin sampai ratusan cowok yang deketin atau cuma mau berteman dengannya dari bermacam ras, tipe, sampai sifat,baru kali ini dirinya memasang label 0% simpatik dan respek terhadap cowok.SUMPAH!
Zia juga heran kepada kakak keempatnya,kenapa bisa naksir banget sama cowok itu.Padahal dia yang baru ketemu dan dichat dua kali aja udah
enek dan ilfil sendiri.
"Otak dan rasa malu,itu cowok kayaknya lupa antri pas pembagian deh"
"Ah pasti karena keasyikan antri jalur pembagian kepercayaan diri nih"gumam Zia.
Zia punya niat sedikitpun untuk menanggapi cowok itu,ia mematikan notifikasi pesan hpnya supaya suaranya tak mengganggunya lagi kemudian meletakkan kembali hp miliknya kembali diatas meja belajarnya.Tapi sebelum itu tak lupa ia mengirim screenshot-an spam chat yang dikirim Ken tadi kepada Neta,hitung hitung laporan kepada sahabatnya itu.