
Zia menganga memandangi bangunan besar yang ada didepannya saat ini,huf ia membuang nafasnya kasar.Pantas saja pikirannya sudah tidak enak saat sahabatnya yang tengah cengengesan tak jelas disebelahnya ini meminta untuk mengambil alih kemudi dengan alasan supaya tidak repot repot menunjukkan arah untuknya selama diperjalan, perasaan tak enaknya akhirnya terbukti dengan dimana sang sahabat membawanya.Neta membawanya kesebuah tempat pusat perbelanjaan alias mall yang terlihat sangat ramai,salah satu tempat yang paling ia hindari dimuka bumi ini.
"Bukannya lo bilang tadi mau ngajak gue keliling kota biar gue bisa ngenal kota ini dengan baik ya Ta,kok kita malah nyampe dimall sih?"tanya Zia tak terima karena merasa dibohongi oleh sahabatnya itu.
"Wah lo belum tau aja Zi,kalau mall ini salah satu pusatnya remaja dikota kita ini.Jadi gue gak sepenuhnya bohong dengan ajak lo kesini"jawab Neta memberi pembelaan diri yang menurut Zia tidak cocok dengan pertanyaannya barusan.
"Trus apa hubungannya jalan jalan keliling kota yang lo janjiin tadi ke gue sama mall yang lo bilang salah satu pusat kota?"tanya Zia menatap malas sahabatnya itu.
"Gak ada sih hubungannya tapi sebelum keliling kota,kita harus isi mood serta tenaga dulu disini"jawab Neta.
"Alah bilang aja lo mau minta gue nemenin lo belanja,pake segala alasan segala"ujar Zia dapat menebak isi pikiran Neta.
"Hehehe iya temenin gue belanja ya, hari minggu nanti baru deh gue beneran ajak lo jalan jalan keliling kota.Ya ya ya"ujar Neta berusaha membujuk Zia supaya mau menemaninya belanja.
"Ogah,hari minggu gue harus kerumah sakit"tolak Zia tak mau
"Kerumah sakit?lo pasti mau pemeriksaan kan?gue temenin lo dulu,habis itu kita pergi jalan jalan"ujar Neta
"Ayo dong Zi,temenin sahabat lo ini belanja sekarang"bujuk Neta.
Huf...Zia kembali membuang nafasnya
"Oke oke gue temenin lo,tapi awas jangan lama lama.Gue kurang suka tempat yang terlalu ramai soalnya"ujar Zia akhirnya setuju, lagi pula udah terlanjur sampai sini juga pikirnya.
"Tenang aja soal itu,gak lama kok palingan tiga puluh menitan doang.Ayo masuk"saut Neta langsung menarik tangan Zia supaya cepat memasuki gedung pusat perbelanjaan itu.
"Tiga puluh menit doang ya"gumam Zia lirih,untuk kedua kalinya ia berhasil terpedaya oleh ucapan sahabatnya yang tengah sibuk memilih milih baju disalah satu store.
Tolong ingatkan Zia lain kali untuk tidak mudah mempercayai perkataan seseorang,dihitung sampai detik ini sudah hampir dua setengah jam lebih ia dibawa berkeliling mall oleh Neta.Menemani sahabatnya itu untuk berbelanja,cuma tiga puluh menit?lebih tepatnya tiga puluh menit lewat dua jam kali ya maksud Neta.
Ayolah sekarang sudah pukul lima sore dan sahabatnya itu masih terus memintanya untuk mengikuti langkahnya mengunjugi serta melihat lihat beberapa store baju,jangan lupakan beberapa paperbag milik Neta dikedua tangannya saat ini.
"Udah selesai lo?"tanya Zia kepada Neta yang baru selesai membayar belanjaannya dikasir toko.
"Udah hehehe"jawab Neta nyengir seperti minta dijitak Zia kayaknya.
"Lo bilang tadi cuma setengah jam doang,kok nambah dua jam?"tanya Zia
"Sorry Zi,gimana lagi abisnya semua pakaian ditoko keliatan bagus bagus semua"saut Neta
"Namanya juga toko tempat orang jualan baju,ya jelas isinya baju bagus semualah!kalau enggakmah pasti baju bekas"dumel Zia kesal.
"Udah sekali lagi gue minta maaf,gimana kalau gue traktir ice cream?"tawar Neta kepada sahabatnya yang sudah memasang bermuka masam itu.
"Ice cream gak sehat"tolak Zia
"Yaelah sesekali doang,nikmatin hidup lo selagi bisa"ujar Neta santai,namun sedetik kemudian ia tersadar akan perkataannya itu.
"Eh sorry Zia,yaudah ayok gue traktir lo yang lain aja"lanjut Neta merasa bersalah mengatakan hal itu dan raut wajahnya mendadak sendu.
"Gue pikir ice cream enak juga,ayo traktir gue itu aja"ujar Zia semangat.
"Zia"panggil Neta lirih
"Ayo traktir gue,gak papa kok"ujar Zia menarik tangan sang sahabat menuju salah satu stan penjual ice cream didalam mall itu.
~Beberapa saat kemudian~
"Nih Zi ice cream coklat pesanan lo"ujar Neta datang menghampiri Zia yang menunggunya disalah satu bangku.
"Tanks Ta"ucap Zia menerima ice cream yang baru saja dibeli Neta itu.
"Zi lo beneran gak apa apakan makan ice cream?gak bakal buat lo tambah sakitkan?"tanya Neta terdengar khawatir.
"Gak apa apa kok,tenang aja.Lagian sesekali makan makanan kayak gini gak bakal bikin gue kenapa napa kok"jawab Zia menenangkan sahabatnya itu.
"Btw kita mau kemana habis ini?langsung pulang?"tanya Zia mencoba mengalihkan topik.
"Enggaklah,gue mau ajak lo ketempat yang lo pasti suka"jawab Neta
"Kemana?"tanya Zia penasaran.
"Ada deh"jawab Neta membuat Zia semakin penasaran seperti apa tempat yang dimaksud sahabatnya itu.
~skip~
"Gue udah penasaran setengah masti,tapi tempat yang lo maksud tadi itu cuma taman doang?"tanya Zia menatap tak percaya Neta,ayolah sudah tiga kali ia diperdaya oleh sahabatnya itu setengah hari ini.
"Iya taman,lo bilang tadi pas dimall lo gak terlalu suka tempat yang ramaikan?"tanya Neta membuat Zia mengaggukkan kepala membenarkan.
"Nah makanya gue bawa lo ketaman,dikota ini salah satu tempat yang sepi dihari kerja dan sore hari kayak gini cuma nih taman"jelas Neta kepada Zia.
"Yuk ikutin gue,gue tau dimana bagian taman yang paling cocok buat bersantai"ajak Neta berjalan terlebih dahulu Zia masuk duluan kedalam kawasan taman.
Zia tentunya mau tak mau harus mengikuti sahabatnya itu,lagian kalau dia liat liat,lumayan bagus juga tuh taman.
Disinilah Neta dan Zia sekarang, duduk lesehan direrumputan dipinggir danau buatan ditengah taman yang mereka datangi itu,beralaskan karpet plastik kecil yang entah dari mana Neta dapatkan.
"Ini tempat salah satu tempat favorit gue kalau lagi butuh tempat buat nenangin pikiran"ujar Neta.
"Oh ya?"saut Zia
"Iya,lo sendiri punya tempat favorit gak Zi waktu masih diAS?"tanya Neta ke Zia.
"Punya,tempat favorit gue itu sebuah cafe disana.Hampir setiap hari disore hari,gue pasti mampir kesana buat makan cake coklat dan keju kesukaan gue"jawab Zia mengingat tentang tempat favorit yang sangat ia rindukan itu.
"Rajin amat lo setiap sore kesana"komen Neta.