One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 273



"Kenapa hasil kerjamu menjadi seburuk ini Arga,ini bukan pertama kalinya kamu salah menganalisis rekapan data perusahaan.Kesalahan kesalahan sebelumnya masih bisa ditolerir tapi yang kali ini,jika saya tidak menyadarinya maka perusahaan ini pasti akan mendapat masalah besar kedepannya"


"Maafkan Arga pa,Arga akan memerbaikinya"


"Memang itu yang harus kamu lakukan Arga,perbaiki kesalahanmu itu secepatnya dan jangan sampai jatuh tempo"


"Baik pa,akan Arga lakukan"


"Mulai hari ini jangan panggil saya papa saat sedang berada dilingkungan jam kerja serta segala kegiatan yang masih berkaitan dengan pekerjaan.Panggil saya seperti saudari kembarmu memanggil saya tadi,ini beguna untuk memupuk keprofesionalitasan-mu dalam bekerja"


"Baik Tuan,akan saya lakukan seperti yang tuan pinta"


"Dan satu lagi,jangan pernah ulangi kesalahan seperti ini atau kesalahan lain lagi Arga,ingat saat ini kamu tengah dalam penilaian kelayakan untuk dijadikan pewaris utama keluarga saya.Contoh Gia yang terus meningkat dalam setiap menyelesaikan tugas yang diberikan,kamu juga bisa mencontoh kehebatan adik bungsumu Zia.Ingat kamu adalah seorang laki laki Arga,jangan sampai orang orang menganggapmu pecundang diantara saudari saudarimu"


"I-iya pa"


Arga mengusap rambutnya kasar dan menghela nafas berat mengingat hal berat yang dilaluinya hari ini,kini ia baru saja pulang dikediaman keluarganya setelah selesai bekerja.


Raut wajah yang biasa terlihat selalu tenang kini terlihat kusut,sesampai dikamar nanti Arga akan memberi label pada kalender kalau hari ini adalah hari sial untuknya.Hal ini karena bukan sekali saja ia melakukan hal yang ceroboh melainkan berkali kali,bukan hanya mendapat teguran dari sang papa tapi Arga juga mendapat teguran dari para pekerja seniornya.


Laki laki paruh baya bersetelan jas hitam lengkap itu juga ikut berhenti setelah sampai dihadapan Arga,ia terlihat membungkuk sebentar lalu menyapa Arga yang tengah memasang ekpresi penuh selidik


"Selamat sore,tuan muda Arga"sapa laki laki paruh baya itu terdengar sopan sekali.


"Anda siapa?kenapa anda berada disini?"tanpa basa basi Arga langsung menanyakan siapa sosok itu dan apa tujuan sosok itu berada didalam kediaman keluarga Antara.


"Perkenalkan nama saya Hendri, sebelumnya saya adalah salah satu supir yang bekerja kepada keluarga Fransisco sebelum akhirnya bekerja kepada mendiang tuan Antara. Keberadaan saya disini atas perintah nona muda Zia yang menyuruh saya untuk menetap disini dan bertugas sebagai supir pribadinya mulai besok hari"jelas laki laki paruh baya bernama Hendri yang ternyata merupakan supir pribadi dari sang anak bungsu dikeluarga itu.


"Begitu rupanya"ujar Arga setelah mendengarkan penjelasan pak Hendri.


"Yasudah,anda boleh pergi"lanjut Arga memperbolehkan pak Hendri berlalu dari sana.


"Kenapa Zia repot repot menyuruh supirnya yang tinggal dikediaman kakek diUS untuk datang kesini, padahal disini ada pak Danu serta dua supir lain yang bekerja disini?"gumam Arga bertanya tanya.


*Yasudahlah,mungkin Zia lebih nyaman jika orang tadi yang menjadi supir pribadinya* batin Arga akhirnya.Putra pertama tuan Renal Antara itupun akhirnya melanjutkan langkahnya yang terhenti menuju kekamarnya.Arga rasa dirinya butuh berendam diair hangat untuk merilekskan badan dan otaknya yang telah bekerja keras dan tertimpa banyak beban hari ini.