
Malam telah tiba,Zia menatap kedua perempuan yang kini tengah duduk disofa didalam ruang rawatnya untuk menjaga sekaligus menemani dirinya.
Mami serta Lyn kakaknya,meski duduk bersebelahan disofa yang sama namun lebih dari setengah jam berlalu setelah Liona saudarinya dan yang lain pulang.Tidak ada percakapan antara ibu dan anak itu.
Zia tau kalau sifat kakak ketiganya itu memang dingin dan tak banyak bicara,tapi maminya tak begitu. Wanita paruh baya itu biasanya cukup pandai mencari topik pembicaraan, tapi kini maminya malah terlihat agak gelisah duduk disana.
Sepertinya benar yang diceritakan Lyn kakaknya,kalau kakaknya itu bisa dibilang tak terlalu dekat dengan keluarga kandungnya sendiri termasuk mamanya.
*Gue harus cari topik pembicaraan* batin Zia yang mulai jenuh melihat jarak tak kasat mata antara kak Lyn dan maminya.
Zia melirik ke sekitar mulai mencari topik pembicaraan yang bagus,sampai matanya tertuju pada kalung berliontin batu rubi yang indah yang sekarang dikenakan oleh sang kakak dileher.
"Kak Lyn"panggil Zia,membuat pemilik dan maminya menoleh kearahnya.
"Ada apa,kamu butuh sesuatu?"tanya kakak ketiganya itu langsung,namun buru buru Zia menggelengkan kepalanya cepat.
"Lalu ada apa kamu memanggil kakak?" Suara kakak ketiganya Zja itu terdengar lembut meski ada kesan dingin.
Zia menganggakat jari telunjuknya mengarah kepada leher kakaknya itu
"Aku tadi tak menyadari kalau kakak memakai kalung itu"ujar Zia.
Nyonya Sela yang mendengar perkataan anak bungsunya itu langsung menoleh dan memperhatikan leher putri ketiganya,benar juga saat ini Lyn tengah mengenakan sebuah kalung.
*Tak biasanya Lyn mau mengenakan perhiasan*batin wanita itu.
"Oh ini,kakak sengaja mengenakannya" ujar Lyn kepada adik bungsunya.
"Hm ya sengaja,kakak rasa jika kakak mengenakan kalung ini.Kamu akan cepat sembuh"kak Lyn.
"Apa hubungannya?"tanya Zia tak paham.
"Orang bilang,jika tingkat kebahagian seseorang meningkat maka seseorang itu akan menjadi lebih baik dan sehat.Kalung ini spesial,
tidakkah kamu pasti senang saat melihat kakak memakai kalung ini?"kak Lyn.
Zia tersenyum mendengar penjelasan kakak ketiganya itu tentang alasan kenapa memakai kalung itu saat ini
"Hm,aku senang dan kakak bertambah cantik menggunakan kalung itu"ujar Zia sambil tersenyum tulus.
"Bagus kalau kamu senang.Itu berarti kamu akan cepat sembuh"ujar kak Lyn.
Nyonya Sela terus memperhatikan cara kedua putrinya itu berinteraksi satu sama lain,wanita itu tak pernah menyangka akan melihat interaksi persaudaraan antara kedua putrinya ini.Namun yang menjadi beban pikiran nyonya Sela sekarang adalah bagaiamana bisa Lyn anak ketiganya bisa dengan mudah bersikap selembut ini kepada Zia sedangkan kepada saudaranya yang lain,putrinya itu tampak tak pernah bersikap semanis itu dan tak begitu tertarik berinteraksi.Menurut nyonya Sela,Lyn putrinya memiliki sifat tertutup kepada siapapun bahkan dirinya.Namun Lyn terlihat menghilangkan semua dinding pembatas tak terlihat yang selama ini dibangun antara dirinya dengan orang lain saat bersama Zia.
Bagaimana bisa begitu?
Beban pertanyaan yang tiba tiba memenuhi benak nyonya Sela bukan hanya itu,ada hal lain yang berkaitan dengan kalung yang dipakai anak ketiganya.
Entah dimana dan kapan,nyonya Sela merasa pernah melihat kalung itu.
Kalung itu terasa familiar menurut Wanita itu,nyonya Sela merasa pernah melihat kalung itu ditunjukkan oleh seseorang.