One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 284



Zia memakai masker dan langsung menghentikan taksi sekeluar dari area parkiran restoran yang dia kunjungi bersama keluarganya,


"Mau diantar kemana nona?"tanya supir taksi pada Zia.


"Rumah sakit pak,tolong 15 menit sudah sampai kesana ya pak"pinta Zia setelah menyebutkan tujuannya.


"Tapi nona,jalan kerumah sakit butuh waktu 20 menit dari sini"supir taksi.


"Tolong usahain pak,saya akan bayar 5 kali lipat kalau bisa"ujar Zia.


"Baik nona,akan saya usahakan" supir taksi itu langsung menjalankan mobilnya dengan cepat,siapa yang tak akan tergiur dengan ongkos lima kali lipat yang ditawarkan penumpangnya ini?ini namanya rezeki nomplok.


Zia meremas jari jarinya sendiri,jika tidak sedang memakai masker yang menutupi sebagian wajahnya maka pasti akan terlihat jelas raut wajah cemas dicampur khawatir pada wajah cantiknya.


Taksi berhenti tepat didepan rumah sakit,kurang dari 15 menit.Tanpa menunggu lama Zia langsung membuka pintu dan keluar dari dalam taksi lalu merogoh tasnya mengambil dompet dan mengeluarkan uang lembaran dari dalam sana dan langsung menyerahkannya ke supir taksi yang dia tumpangi tadi itu,Zia bahkan tak menghitung jumlah pasti uang yang dia berikan yang jelas setelah uang itu ia serahkan,Zia langsung berlalu dengan cepat memasuki rumah sakit meninggalkan supir taksi yang masih menghitung jumlah ongkos yang diserahkan.


"Wah pasti gadis muda yang menjadi penumpangku tadi dari keluar kaya.


Uang yang dia berikan bahkan lebih dari lima kali lipat diperjanjian awal,uang ini bahkan bisa dijadikan ongkos ke kota sebelah"gumam supir taksi itu setelah menghitung nominal uang ditangannya,setelah itu taksi itu mulai terlihat bergerak menjauh dari area rumah sakit.


Kini kita beralih kepada sosok gadis yang berjalan tergesa gesa menuju sebuah kamar rumah sakit yang sesuai dengan nomor yang dikirimkan oleh seseorang yang telah membuatnya khawatir sejak tadi.


Brak...pintu kamar rumah sakit tujuannya ia buka dengan sedikit bertenaga sehingga menimbulkan suara.Saat pintu terbuka,Zia dapat melihat seseorang yang sedang duduk diatas ranjang rumah sakit dengan salah satu tangan dibalut gips.


Zia melangkah maju mendekati ranjang rumah sakit yang ditempati orang itu dan Tuk..


"Aw.."gadis dengan salah satu tangan dibalut gips itu langsung mengaduh kesakitan sambil mengusap keningnya yang baru saja disentil kuat oleh sahabatnya yang baru datang.


"Lo kalau datang tujuan buat ngehajar gue mending pulang deh Zi"


"Dasar Neta bodoh,enak banget lo nyuruh gue pulang sehabis ngebuat gue khawatir setelah baca pesan yang lo kirim.Emang gak punya hati lo jadi sahabat"


"Cie...gue dikhawatirin sama Zia,ahay kapan lagi coba dikhawatirin sama nona muda Antar...Aw.."Gadis dengan gips itu kembali mengaduh kesakitan karena untuk kedua kalinya kening mulusnya disentil oleh sahabatnya itu.


"KDP lo!"


"KDP,Kekerasan Dalam Persahabat. eak.."


"Ta,kayaknya otak lo tambah sedeng deh sehabis jatuh dikamar mandi"ujar Zia kepada sahabatnya,kalian pasti tau siapa.Ya jelas tentu saja itu Neta.


"Kenapa ada kata tambah dalam kalimat lo?"tanya Neta.


"Ya soalnyakan otak lo emang udah agak sedeng dari awal"jawab Zia santai.


"Anying!"umpat Neta kesal.


"Dih kasar"ujar Zia,lalu Zia-pun bergerak dan duduk dibangku disamping ranjang rumah sakit.


"Lo ngapain siang bolong gini sampai bisa jatuh dikamar mandih sih Ta?"tanya Zia kepada sahabatnya,yap Neta-lah yang mengirim pesan kepada Zia saat direstoran tadi.Isi pesan Neta adalah mengatakan kalau dirinya tengah berada dirumah sakit dengan tangan kanan dibalut gips karena lengan kirinya itu sedikit retak diakibatkan dirinya terjatuh dilantai kamar mandi dan alhasil lengan kirinya itu menghantam sesuatu hingga jadi begitu.


"Ya mandilah,ngapain lagi gue dikamar mandi lo pikir.Gerah tau pulang sekolah tuh,makanya gue mandi dan berencana berendam dulu.Nah sampai dikamar mandi ini entah nasib gue emang sial atau guenya yang ceroboh,ternyata lantai kamar mandinya licin dan bum! Gue kepleset sampai jatuh.Pas gue mau jatuh itu,lengan gue menghantam pinggiran wastafel yang lo tau sendirikan itu terbuat dari semen and marmer jadi sudah pasti keras"jelas Neta panjang lebar bagaimana kronogi kejadian naas yang menimpanya,rip lengan kirinya Neta.


"Kayaknya emang lo sial dan ceroboh sih.Trus siapa yang nganter lo kerumah sakit?Ortu lo?"tanya Zia,


Neta langsung menggelengkan kepalanya.


"Gue dianter sama bibik tadi,trus orangnya udah gue suruh pulang lagi.


Mama gue lagi diluar kota buat ngehadirin undangan nikahan temen seprofesinya kemarin pas masih jadi pramugari,kalau papa gue biasa ada tugas keluar kota lagi"jawab Neta.


"Tapi ortu lo tau gak kalau lo masuk rumah sakit gini?trus ada rencana balik gak?"


Zia kembali bertanya untuk kesekian kalinya.


"Pasti taulah.Orang pas gue otw kerumah sakit,si bibik udah langsung ngubungin mama gue.Mama gue juga udah berencana pulang tapi gue langsung larang dan bilang kalau gue dijamin aman disini,dan pasti ada sahabat yang jaga.Kasihan gue tuh sama mama gue kalau maksain pulang padahal baru tadi pagi ngirim pesan kalau dia baru nyampe tempat tujuan,takut kenapa napa soalnya nyokap guekan cewek dan nyetir mobil sendiri juga mobilnya.Kalau papa gue udah jelas gak memungkinkan soalkan kerjaannya"jelas Neta.


"Oh gitu,yaudah deh.Suruh mama lo disana aja sampai acara temennya selesai,biar gue yang jagain lo disini"