
"Kalau gitu,papa terima ini"ujar Juna langsung menyerahkan map coklat yang sejak tadi ia pegang dan letakkan dipangkuannya sejak tadi,ia meletakkan map coklat itu keatas meja kerja papanya.
"Map apa ini?"tanya papanya Juna kepada Juna,meski begitu papanya Juna tetap menerima map yang diserahkan oleh putranya itu.
"Seseorang memberikannya padaku, kuharap papa akan menerimanya"jawab Juna sambil menatap lekat papanya.
"Memang apa isi map ini?"tanya papanya juna,tangan laki laki dewasa itu mulai bergerak membuka map coklat itu.
Papanya Juna mulai mengeluarkan lembaran kertas didalammnya,kemudian mulai membaca isi yang tertera pada kertas kertas itu.
Mata laki laki paruh baya itu langsung terbelalak sekaligus kaget membaca isi map itu,papanya Juna bahkan terlihat mengucek ngucek mata dan mulai membaca ulang untuk memastikan kalau matanya tak salah membaca semua tulisan itu.
"Siapa seseorang yang memberikan ini kepadamu nak?apa ini sungguhan?bukan penipuan bukan?"ujar papanya Juna bertanya beruntun kepada putranya.
"Teman sekolahku,itu bukan penipuan"jawab Juna.
"Teman sekolahmu?bagaimana bisa teman sekolahmu memiliki kaitan dengan perusahaan besar seperti F'Company?"tanya papanya Juna.
"Dia pemiliknya pa"jawab Juna.
Mendengar jawaban putranya,papanya Juna langsung terkekeh pelan dan kemudian meletakkan map coklat serta kertas isinya diatas meja kerjanya
"Papa tau keadaan keluarga kita sedang tidak baik baik saja nak,tapi jangan bercanda seperti ini.Mana mungkin ada anak seusia dirimu yang memiliki sebuah perusahaan besar seperti ini"ujar papanya Juna.
"Papa tidak percaya denganku?papa kira aku akan sempat sempatnya berbohong disaat seperti ini?"tanya Juna.
"Bukannya papa tidak mempercayai putra papa nak,tapi perkataanmu tadi memang terdengar tak mungkin"ujar papanya Juna.
"Aku tak berbohong pa,percayalah padaku.Ya awalnya Juna juga sedikit tidak percaya kalau teman Juna itu yang memiliki perusahan sebesar itu, tapi setelah mengetahui bagaimana ia bisa menjadi pemilik dan pimpinan perusahaan sebesar itu diusia muda, Juna jadi percaya"ujar Juna mulai meyakinkan papanya supaya percaya.
"Teman Juna itu mewarisi perusahaan itu dari mendiang ibunya,makanya dia bisa jadi pemilik sekaligus pimpinan diperusahaan itu"lanjut Juna menjelaskan.
"Benarkah?"tanya papanya Juna masih kurang yakin.
"Oke kamu bisa anggap papa percaya masalah itu"ujar papanya Juna,hal ini membuat Juna bernafas lega namun itu hanya sebentar.
"Tapi bagaimana bisa teman kamu itu semudah ini menawarkan papa pekerjaan dengan posisi yang sangat bagus seperti ini,pasti tidak percuma bukan.Apa yang kamu lakuin sampai temen kamu itu sebaik ini?"tanya papanya Juna.
"Juna dikasih tugas buat ngelakuin sesuatu,tapi papa tenang aja kok itu bukan hal yang berbaya"ujar Juna.
"Dan soal pekerjaan itu,temennya Juna bilang kalau dia nawarin papa buat kerja diperusahaannya dan ngisi jabatan itu bukan semata mata karena Juna ngelakuin apa yang dia minta aja.Tapi itu karena ternyata beberapa minggu belakangan ini dia memang udah cari tau gimana kualitas dan profesionalitas papa dalam bekerja,makanya temennya Juna itu mutusin buat nawarin posisi itu ke papa karena menurutnya papa pantas buat menempatinya"jelas Juna panjang lebar.
"Tugas apa yang teman kamu itu kasih ke kamu Juna?"tanya papanya Juna.
"Cuma tugas sederhana kok pa,biasa masalah anak muda.Temen Juna itu minta Juna buat ngawasin gerak gerik seseorang yang mau deketin dia,buat mastiin gak ada orang itu gak berlebihan entar"jawab Juna.
"Yakin hanya itu?"tanya sang papa
Juna menganggukkan kepalanya dengan mantap
"Cuma itu kok pa,Juna juga setuju bantuin temen Juna ini karena Juna rada kasian soalnya temennya Juna itu suka rada risih sama orang yang deketin dia"jelas Juna.
"Jadi papa terima aja ya pekerjaan ini,kalau papa nerima pekerjaan ini pasti papa gak bakal perlu kerja ekstra gak manusiawi kayak gini lagi"bujuk Juna.
Papanya Juna terdiam dan berfikir sejenak,laki laki ayah dari dua anak itu terlihat kembali membaca lamat lamat isi map yang tergeletak diatas mejanya.Huf...laki laki paruh baya itu menghela nafas kemudian menatap putranya yang tengah menatapnya penuh harap.
"Baiklah,papa akan terima pekerjan ini"putus papanya Juna.
"Pastiin keteman kamu itu kapan papa bisa mulai kerja diperusahaannya, biar papa bisa ngajuin surat resent secepatnya kekantor papa yang sekarang"lanjut laki laki paruh baya itu.
Senyuman Juna langsung terbit karena merasa senang dengan keputusan papanya itu
"Oke pa,Juna bakal kasih tau temen Juna soal keputusan papa ini"ujar pemuda itu dengan semangat.