
~Sekolah Hantara~
Waktu pembelajaran disekolah baru saja berakhir,koridor dan lorong sekolah terlihat ramai oleh siswa siswi SMA Hantara yang berlalu lalang hendak pulang kerumah masing masing.Liona dan Rena termasuk diantara banyaknya murid itu,kedua gadis bersahabat itu berjalan beriringan keluar dari kelas mereka berjalan langsung menuju kearah parkiran sekolah berada.
"Lo jadi pulang bareng Ken?"tanya Rena kepada Liona.
"Jadilah"jawab Liona bersemangat.
"Trus mobil lo gimana?lo kan tadi pagi datengnya bawa mobil sendiri bukan dianter"tanya Rena
"Urusan mobil gue mah gampang itu,tinggal suruh pak Danu buat jemput mobil gue kesini aja"jawab Liona
"Gak kasian lo sama pak Danu,harus repot repot jemput mobil lo kesekolah?"tanya Rena lagi.
"Ngapain kasian,lagian pak Danunya juga datang kesini gak jalan kaki.Trus inikan udah bagian dari kerjaan dia"jawab Liona enteng,sedangkan Rena hanya bisa geleng geleng kepala mendengar jawaban sahabatnya itu.
"Eh itu Ken udah nunggu gue dimobilnya,gue balik duluan Ren"pamit Liona sesampainya mereka diparkiran,gadis itu langsung berjalan kearah Ken yang sudah menunggunya.Ken terlihat menunggu Liona sambil berdiri bersandar pada mobil sport miliknya.
"Gini amat punya temen bucin parah"gumam Rena selepas Liona pergi ketempat Ken,setelah itu ia berjalan kearah tempat dimana mobilnya terparkir kemudian langsung pulang kerumahnya.
"Hai Lio"sapa Ken pada Liona yang baru datang menghampirinya.
"Jadi pulang bareng sama akukan?"tanya Ken kepada gadis dihadapannya itu.
"Iya"jawab Liona terlihat malu malu.
"Silahkan masuk"ujar Ken membukakan pintu mobil mempersilahkan Liona masuk.
"Makasih"ucap Liona masuk kedalam mobil.
Setelah Liona masuk kedalam mobil barulah Ken berjalan memutar kemudian masuk kedalam mobil dan duduk dikursi pengemidi sedangkan Liona duduk disebelahnya,Ken memakai sabuk pengamannya kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk Liona juga.Liona yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menahan saltingnya saja,namun dapat ia rasakan pipinya memanas dan gadis itu berdoa dalam hatinya agar pipinya tidak memerah saat ini.
"Ayo jalan"ujar Ken menyalakan mesin mobilnya dan tak lama kemudian mobil sport milik cowok itu melaju meninggalkan area parkiran melewati pintu gerbang sekolah menjauhi area sekolah memasuki jalan raya.
"Lio"panggil Ken.
"Ya"saut Liona.
"Kamu mau mampir makan dulu atau mau langsung aku pulang?"tanya Ken kepada Liona disebelahnya.
"Hm langsung pulang aja deh Ken"jawab Liona setelah berfikir sejenak.
*sebenarnya gue mau banget kalau misalnya makan dulu apalagi sama Ken,jadi waktu berduaannya lebih lama.Tapi gue harus jaga image yang baik*ujar Liona dalam hatinya.
*Lagian kenapa Ken pake nanya segala sih?kalau dia langsung ngajak makan,pasti gue mau*masih suara hati Liona,gadis itu melamun kalut dalam pikirannya.
Ken menyadari kalau Liona tiba tiba diam melamun langsung memegang pundak gadis itu
"Lio kamu kenapa,kok bengong gitu?"tanya cowok itu pada Liona.
"Eh,gak papa kok Ken"saut Liona langsung tersadar dari lamunannya.
"Beneran gak papa?soalnya kamu tiba tiba melamun gitu,akukan jadi khawatir"ujar Ken memastikan apakah Liona benar baik baik saja.
"Aku beneran gak papa kok,tadi cuma tiba tiba kepikiran sesuatu aja tapi gak penting kok"jawab Liona.
"Oh oke"ujar Ken kembali fokus melihat jalan didepan.
"Aku antar kamu sampai sini aja ya Lio,gakpapakan?soalnya aku baru inget kalau ada urusan habis ini"ujar Ken kepada Liona.
"Gak papakok Ken,kalau begitu makasih ya udah mau anterin aku pulang"ucap Liona berterima kasih kepada Ken karena sudah mengantarnya pulang.
"Sama sama,kalau begitu sampai besok"ujar Ken kemudian langsung masuk kembali kedalam mobilnya dan langsung pergi dari sana.
Setelah mobil Ken sudah tak terlihat lagi barulah Liona berbalik memasuki gerbang kediaman keluarganya yang tadi sudah dibuka oleh penjaga yang selalu siap siaga berjaga disana.
"Selamat datang nona Liona"ujar penjaga yang membuka pintu gerbang itu sambil sedikit membungkuk.
"Hm ya"balas Liona langsung pergi dari sana.
Sedangkan penjaga tadi langsung menutup pintu gerbang itu kembali dan kemudian kembali kedalam pos penjaga disana.
"Kamu sudah Lio?"sambut sang mama saat Liona memasuki dalam kediman keluarganya.
"Udah ma"jawab Liona langsung menghampiri mamanya itu.
"Kalau gitu sana langsung kekamar bersih bersih habis itu ganti baju baru istirahat"suruh sang mama pada Liona.
"Iya ma,kalau gitu Lio kekamar dulu ya"pamit Liona langsung ke kamarnya.
Liona menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dimana kamarnya berada,saat hendak menuju kamarnya yang kebetulan melewati pintu kamar Zia gadis itu berhenti disana.
"Zia udah pulang atau belum ya?"gumamnya,akhirnya Liona memutuskan untuk mengecek kedalam kamar itu apakah sang pemilik kamar sudah pulang atau tidak.
Liona membuka pintu kamar Zia secara perlahan kemudian menjulurkan kepalanya untuk mengintip keadaan didalam kamar itu.
"Udah pulang ternyata,dia tidur" ujar Liona pelan melihat sang adik yang tengah terlelap tidur ditempat tidur,wajah saudarinya itu terlihat damai tapi keningnya menyergit melihat kain diatas kening Zia.
"Zia sakit ya?"gumam Liona setelah melihat kain itu dikening Zia, setelah itu ia menutup pintu itu kembali secara perlahan supaya tak mengusik adiknya yang tengah tertidur itu.
"Lio kamu ngapain disini?"suara mamanya dari belakang langsung membuat Liona tersentak kaget dan langsung berbalik kebelakang.
"Mama ngagetin Lio aja"ujar Liona kepada mamanya.
"Itu aja kaget,payah banget kamu jadi orang muda"saut Sela mamanya.
"Iya deh yang udah tua"balas Liona berhasil membuat sang mama menatap tajam dirinya.
"Lio bercanda ma"ujar Liona kepada mamanya yang terlihat kesal disebut tua.
"Mama ngapain disini?"tanya Liona kepada mamanya.
"Harusnya mama yang nanya itu sama kamu,disuruh langsung bersih bersih trus ganti baju ngapain malah ngintipin kamar orang?"ujar Sela bertanya kepada putrinya itu.
"Anu tadi Lio udah mau kekamar kok tapi pas lewat kamarnya Zia,Lio jadi penasaran orangnya udah pulang atau belum makanya Lio ngintip ternyata Zianya udah pulang.Tapi ma,Zia sakit ya kok dikompres gitu keningnya?"jelas Liona kepada sang mama diakhiri pertanyaan.
"Adik kamu memang udah pulang,iya badan adik kamu sedikit anget pas mama cek.Makanya mama kompres biar gak makin panas"ujar Sela menjawab pertanyaan putrinya itu.
"Ooh"
"Yaudah sana kekamar,kamu bau asem"ujar Sela langsung pergi dari sana meninggalkan putrinya itu.
"Ihh mama,Lio masih wangi gini dibilang asem"dumel Lioan kesal pada sang mama,setelah itu ia langsung pergi kekamarnya.