One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 190



"Apa hak lo buat nyuruh nyuruh gue?" saut Raka santai,membuat darah Ken langsung mendidih.


"Zia itu calon pacar gue,lo gak boleh rangkul rangkul cewek yang bentar lagi resmi jadi pacar gue!"ujar Ken terlihat akan meledak.


"Masih calon pacar-kan,jadi lo gak berhak.Dan satu hal yang harus gue kasih tau sama lo bro,status calon pacar itu gak bakal berubah menjadi pacar sampai kapanpun"ujar Raka,yang membuat Ken semakin bingung.


"KARENA ZIA ITU PACAR GUE"


Bam...semua orang yang ada disana langsung kaget mendengar kabar yang diucapkan oleh ketua osis mereka itu.Terutama Ken,Liona,Rena,dan Juna bagaimana dengan Neta?tentu saja tidak.


"Wah,ketos pacaran sama Zia"


"Zia sama Raka pacaran?"


"Gila,kalau beneran bisa jadi couple goals banget tuh"


"Anak pemilik Hantara dan ketua Osisi Hantara,Gila!'


Komen para murid.


"A-apa?"


Raut wajah Ken nampak kaget,cowok itu langsung menatap Zia seolah meminta penjelasan.


"Itu semua gak benerkan Zia?"tanya Ken.


Zia menatap Ken dengan raut wajah datar


"Memangnya ucapan Raka kurang jelas"ujar Zia datar.


"Gak mungkin,lo berdua pasti boongkan.Lo berdua aja hampir gak pernah berinteraksi disekolah,kamu pasti cuma pacaran boongankan Zia?"ujar Ken masih tak percaya.


"Wah,mereka pacaran toh.Pantes waktu itu si Raka nungguin Zia pas rapat sama anak basket"


"Iya weh,tau taunya pacaran toh"


"Cuma backtreet kali pas waktu itu"


Bisik bisik anak basket cewek yang berdiri tak jauh dari tempat Liona-Rena.


Liona tak menyaut,ia hanya fokus memperhatikan saudarinya disana.Tapi gadis itu mendengar kok apa yang dikatakan sahabatnya,tentunya Liona menjadi sedikit lega karena itu.


Back to Zia__


"Lo masih belum yakin?oke biar gue kasih bukti kalau gue sama Zia memang pacaran"ujar Raka kepada Ken.


Cowok itu memasukkan satu tangan kedalam sakunya,kemudian ia nampak mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


Sebuah kalung berwarna silver,tali kalung itu berbentuk rantai kecil dengan sebuah liontin berbentuk kunci ditengahnya.Raka mengangkat kalung itu dan menunjukkannya dihadapan Ken.


"Sayang,kalung kamu"pinta Raka kepada Zia.


Gadis yang disebut namanya oleh Raka itu langsung menganggukkan kepala pelan seolah mengerti,gadis itu mengeluarkan sebuah kalung berbentuk serupa yang awalnya ia sembunyikan dibalik hoodie putih yang ia pakai hari ini.Kalung berliontin gembok itu terlihat jelas dimata Ken,cowok itu menggelengkan kepalanya pelan seakan tak percaya dengan bukti didepannya.


"Masih kurang percaya,tenang gue punya bukti lain"ujar Raka,cowok itu kini langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah foto palaroid dari dalam sana.


"Nih,itu foto yang baru kita ambil berdua pas dua hari kemarin,pas ngedete"lanjut cowok itu.


Ken mengambil foto palaroid yang disodorkan oleh Raka itu dan benar saja kalau disana terlihat gambar Zia dan Raka yang berfoto dengan mesra didalam foto palaroid itu,Ken menatap kearah Zia.


"Zia.."panggil cowok itu.


"Semua bukti udah lo liatkan"ujar Zia.


"Gue udah bilang dari awal sama lo Ken,kalau gue gak mungkin tertarik apalagi berima lo.Tapi lo ngeyel dan keras kepala,jadi jangan anggap gue jahat dengan apa yang terjadi sekarang"lanjut Zia,setelah itu ia langsung berbalik dan melangkah meninggalkan lapangan itu dengan disusul Neta dari belakang.


"Sorry bro,mending lo cari cewek lain aja"ucap Raka mengambil kembali foto palaroid ditangan Ken itu.


Kemudian Raka melihat sekeliling menatap seluruh murid Hantara yang berkumpul disana.


"BUAT KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI,


MULAI HARI INI GUE GAK MAU LIAT ADA SATUPUN DARI KALIAN YANG BERANI GODAIN ATAU DEKETIN PACAR GUE LAGI"ujar Raka keras.


"SEKARANG KALIAN SEMUA BUBAR,PULANG KERUMAH MASING MASING"lanjut Raka membubarkan kerumunan,kemudian ia segera pergi dari sana.


Raka memeriksa ponsel miliknya yang bergetar didalam saku almamaternya, ia membaca pesan yang masuk itu kemudian terlihat segera mempercepat langkahnya sampai terlihat sedikit berlari.