
Lyn___
Lyn saat ini sedang berada disalah satu meja kantin kampusnya,ia tak sendiri tentunya karena ada Callie sang sahabat disana.Hanya saja Callie sedang pergi untuk membeli minum untuk keduanya,sembari menunggu Cellie maka Lyn memutuskan untuk memeriksa sebuah file yang baru saja dikirim oleh adik bungsunya kepada dirinya melalui laptop yang kini dibawanya.
Cetak biru desain bangunan rumah sakit
Glup...Lyn menelan ludahnya sekarang setelah dilayar laptopnya terpampang jelas ini sebuah desain final untuk bangunan rumah sakit yang akan dibangun untuk dirinya,padahal saat pertama kali tahu akan hadiah pemberian adik bungsunya ini Lyn hanya biasa biasa saja tapi setelah melihat isi layar laptopnya,mendadak
gadis itu jadi gugup sampai sampai menelan ludahnya sendiri.
Callie yang sudah kembali sambil membawa minuman untuk dirinya dan juga Lyn tampak heran melihat raut wajah sang sahabat yang nampak aneh saat menatap layar komputer dihadapan,Callie-kan jadi curiga kalau Lyn lagi ngeliat hal hal yang aneh disana.
"Hayo ngeliat apaan lo sampai ekspresinya gitu amat?"ujar Callie duduk disebelah Lyn dan ikut melihat apa yang tengah fokus dilihat sahabatnya itu sampai sampai tak menghiraukan kedatangannya.
"Kita-kan anak kedokteran Lyn,kok lo liat liat desan dan cetak biru bangunan sih?mana judulnya bangunan rumah sakit lagi"tanya Callie setelah melihat apa yang dilihat oleh Lyn.
Lyn menoleh menatap kearah sang sahabat dengan raut wajah yang always pelit ekspresi dan berkata
"Ini hadiah ultah dari Zia"ujar gadis itu datar.
"Ooh hadiah ultah dari adik lo,What?!"Callie yang awalnya menayuti dengan santai mendadak terlihat terkejut setelah sadar akan sesuatu.
"Jadi yang lo bilang kemarin si Zia mau bangunin lo rumah sakit sebagai hadiah Ultah beneran dong?"tanya Callie dengan setengah berbisik, entah kenapa.
"Hm"jawab Lyn singkat,ia kemudian menutup laptop miliknya dan meraih minum pesanannya yang sudah dibelikan oleh sang sahabat barusan.
Sedangkan Cellie sendiri menggelengkan kepalanya saking tak habis pikirnya dengan isi pikiran dan juga banyak uang yang adik sang sahabat hamburkan untuk sebuah hadiah ulang tahun.
"Lyn,adik lo buat gue aja ya"pinta Cellie.
"Boleh"saut Lyn.
"Serius boleh?"tanya Callie dengan mata berbinar mendengar jawaban boleh dari sahabatnya itu,gak sabar dia punya adik kaya raya.
Callie yang tadi nampak berbinar langsung mengubah raut wajahnya menjadi cemberut setelah mendengar lanjutan perkataan sahabatnya itu.
"Kalau gue mati dulu,gak ada gunanya dong adik lo jadi adik gue"ujar Callie.
"Ada"jawab Lyn.
"Apaan coba gunanya,kalau gue udah mati?"tanya Callie.
"Peti mati lo dari emas"jawab Lyn santai,namun berhasil membuat Callie semakin sebal.
"Gak deh,gak ada gunanya bagi gue"ujar Callie langsung meminum americano miliknya.
Zia & Liona___
Seperti janji Zia saat disekolah pagi tadi,gadis itu benar benar menepati janjinya untuk mengajak saudarinya yaitu Liona untuk pergi keluar menghabiskan waktu berdua alias sister time.
Dan tempat yang menjadi pilihan Liona untuk menghabiskan waktu tak lain dan tak bukan adalah mall terbesar dikota itu,sedangkan tugas Zia adalah hanya menuruti saja keinginan saudarinya ini.
Sesampai didalam mall,Liona langsung menarik tangan Zia untuk memasuki salah satu butik disana untuk melihat lihat siapa tau ada yang ingin mereka beli atau lebih tepatnya mungkin ada yang hendak Liona beli.Tiga puluh menit waktu yang dihabiskan untuk ditempat pertama yang keduanya hampiri itu dan Liona hanya menemukan satu dress yang cocok dan sesuai dengan seleranya,Zia membayar itu semua dengan kartu miliknya tanpa perlu diminta oleh Liona terlebih dahulu.
"Kok lo yang bayar dek?"tanya Liona sekeluarnya mereka dari dalam butik itu.
"Kan gue yang ngajak"jawab Zia.
"Berarti kalau lo yang ngajak berarti lo juga yang harus bayar gitu dek?"ujar Liona.
"Hm"Zia berdehem.
"Kalau gitu sering sering deh lo ngajak gue pergi"ujar Liona sambil cengengesan.
"Bangkrut gue yang ada"ujar Zia.