
"Yau dah sekarang kamu siap siap buat makan malam,bentar lagi kita waktunya makan malam.Papa sama kakak kamu juga udah pulang semua"suruh Sela pada Liona putrinya.
"Iya ma"jawab Liona.
"Nanti kalau udh selesai langsung turun kebawah"ujar Sela
Setelah sang mama pergi dari kamarnya Liona beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk bersiap siap untuk makan malam.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam bersama,tidak ada satu pun yang berniat untuk membuka suara seperti biasa semuanya memilih untuk fokus menikmati hidangan yang ada di depan mereka.
"Ekhem,Liona bagaimana kamu udah ambil izin untuk besok seperti yang papa bilang?"tanya Renal
"Izin apaan dek?"tanya Gia ingin tahu maksud ayahnya.
"Udah kok pa,itu loh kak Lio ambil surat izin buat gak masuk sekolah besok"Liona menjawab pertanyaan papa dan Kakak perempuan pertamanya.
"Ngapain kamu gak masuk sekolah besok?"tanya Gia lagi pada adiknya itu.
"Lah emangnya kakak lupa ya"tanya Liona balik.
"Lupa apa?"
"Besok kan hari kedatangan Zia di rumah ini,bukan cuma Lio yang gak masuk besok tapi kita bertiga juga gak bakal ke kampus ataupun ke kantor.Kakak udah ambil surat izin kalian juga di kampus tadi siang"jelas Arga pada kembarannya.
Gia yang mendengar itu kaget,ia tidak tahu menahu soal Arga mengambil Izin untuk dirinya agar tidak masuk besok tanpa seizin darinya.Dan itu cuman karena menyambut kedatangan anak itu di rumah,ia harus menyianyiakan waktunya yang berharga.
"Tapi gak bisa git..."
"Gak usah berkomentar,gak ada sesi adu argumen kali ini jadi terima aja"ujar Arga cepat memotong perkataan kembarannya itu,Arga bisa menebak sejak awal kalau kembarannya itu akan berusaha protes jadi lebih baik ia hentikan dulu sebelum Gia memulainya.
"Iya Lyn,kamu juga kenapa mau protes juga"jawab Arga,Lyn menggelengkan kepalanya tanda tidak.
"Kenapa mau protes juga"ujar Arga memastikan
"Gak,buang tenaga aja"ujar Lyn,Ia benar benar tidak begitu peduli tentang masalah izin gak masuk kampus besok toh dia juga gak punya jadwal kelas buat besok jadi biarin aja.Masih ingatkan prinsip hidupnya? Lakuin apa yang kalian mau selama itu tidak mengusik kehidupan dan privasinya ia tidak peduli,itu adalah prinsip hidup calon dokter yang satu ini.
"Papa ucapkan terima kasih Arga karena sudah mengurus semuanya,kamu memang selalu bisa papa andalkan"ucap Renal mengucapkan terimakasih pada putranya itu.
"Sama sama pa,lagian Papa kayak sama siapa aja.Lagiankan ini mah hal kecil buat Arga pa"ujar Arga pada sang papa.
"Bukannya apa apa Ga,mama juga mau ngucapin terima kasih udah nemenin mama tadi buat belanja untuk kebutuhan kamar Zia tadi siang "ucap Sela yang juga berterima kasih pada putranya.
"Emangnya mama belanja apa aja tadi"tanya Liona ingin tahu.
"Mama tadi belanja beberapa baju sama hiasan dan pajangan kamarnya Zia"jawab Sang mama.
Gia memutar matanya malas lagi lagi mendengar nama Zia entah sudah berapa kali mamanya menyebutkan nama itu hari ini,yang jelas ia sangat tidak menyukainya.
"Mama cuman beliin buat Zia aja,aku ada gak?"tanya Liona berharap.
"Ada kok,liat aja di atas meja di kamar kamu dan buat kakak kamu Gia juga ada kok"jawab Sela.
"Buat Kak Lyn?"tanya Liona menyadari nama kakaknya itu tidak disebut.
"Mama gak terlalu tau gimana kriteria pakaian kesukaan Lyn,dari pada salah beli biar nanti kakak kamu aja yang beli sendiri.Iyakan sayang?"jelas Sela.
"Hmm"saut Lyn seadanya.