
"Gak kenapa napa kok,kalau begitu Gia pamit duluan ya Pa Ma.Jangan lupa rencana makan malam nanti malam"ujar Gi,setelah itu wanita muda itu langsung bergegas meninggalkan meja makan tanpa menghiraukan tatapan heran hampir semua anggota keluarganya.
"Kak Gia kenapa dah?"tanya Liona bersuara.
"Mungkin kakak kamu lagi buru buru kali"jawab sang mama.
Zia menatap lekat punggung sang saudari tertuanya itu dengan lekat, ia kembali mengingat kejadian malam dan juga pagi tadi.Namun tak lama karena ia sudah menghabiskan sarapannya,gadis itu segera menyandang tas sekolahnya dan mulai berdiri dari tempatnya.
"Lah udah mau berangkat aja kamu dek,cepet banget sarapannya?"tanya Liona saudarinya terheran heran melihat dirinya yang sudah selesai.
"Tekstur buah yang kumakan itu tidak keras malah lembut,lagian gak banyak juga porsinya makanya gue cepet selesai sarapan Lio"ujar Zia.
"Pa,Mi,kak Lyn,and Lio,aku pamit kesekolah dulu ya"pamit Zia.
"Iya hati hati dijalan sayang"saut sang papa.
"Jawab yang bener soal ujiannya dek" pesan sang mami.
"Iya pa,mi"ujar Zia mulai melangkah meninggalkan meja makan,namun baru dua langkah tapi namanya dipanggil oleh Liona.
"Eh dek,tunggu bentar"pinta Liona kepadanya.
Zia berbalik dan menaikkan satu alisnya seolah bertanya kenapa saudari itu memanggilnya
"Dek pulang sekolah bareng kakak ya?"pinta Liona
"Loh bukannya kamu bawa mobil Lio?"tanya Zia heran.
"Enggak,kakak nanti berangkat sama papa"jawab Liona.
"Em gimana ya..."ujar Zia yang langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan pelan,jujur saja ia tidak bisa karena sudah memiliki janji lain.
"Gak bisa ya?"tanya Liona mulai terlihat murung.
"Anu bukannya aku gak mau Lio,tapi hari ini itu setelah pulang sekolah aku ada jadwal pertemuan penting. Ini gak bisa ditunda soalnya jamnya udah ditentuin dari jauh jauh hari"ujar Zia mencoba menjelaskan kepada saudarinya itu.
"Emang pertemuan apa dek?"tanya sang mami.
"Ah itu mi,Zia ada pertemuan buat perencanaan proyek pembangunan gitu"jawab Zia.
"Ooh yaudah deh dek,kakak gak jadi minta pulang bareng.Nanti aku pulang bareng Rena aja"ujar Liona setelah mendengar kalau adiknya itu nanti harus bekerja.
"Nah bagus tuh Lio,kamu bareng kak Rena aja.Pasti aman,kalau gitu pamit dulu ya bai"ujar Zia kepada Liona, setelah itu ia langsung pergi dari sana untuk pergi kesekolahnya.
"Jangan murung gitu Lio sayang,adik kamu pasti lagi bener bener sibuk banyak kerjaan akhir akhir ini.Nanti kalau udah ada waktu luang,pasti adik kamu mau dengan senang hati pulang bareng sama kamu"ujar Renal kepada anak keempatnya itu.
"Iya pa,Lio juga paham kok.Cuma sedikit kecewa aja,Zia gak punya waktu buat Lio"saut Liona mendengar perkataan papanya.
*Moga aja yang papa bilang bener, tapi kapan?kapan Zia punya waktu luang buat gue?Gua-kan pengen ngabisin waktu bareng sama adik sendiri*batin Liona,ia tak bisa menyembunyikan wajah murungnya itu dengan sempurna.
Arga dapat membaca raut murung dan kekecewaan dari Liona adiknya itu,membuat merasa rasa kesal sedikit muncul dalam hatinya kepada adik bungsunya itu.
*Sesibuk apa Zia,sehingga tak punya waktu untuk saudarinya sendiri*batin Arga.
Berbeda Lyn yang sejak tadi hanya diam menjadi pendengar semua percakapan mereka.
*Terlalu banyak menuntut*batin gadis itu.