
Zia dan Neta menatap datar dua cowok yang menghadang jalan mereka
"Minggir"suruh Zia kepada Ken.
"Kamu balas dulu dong sapaan dari akunya"pinta Ken dengan sok akrabnya pakai aku kamu-an kepada Zia.
"No"ujar Zia langsung menarik Neta segera pergi dari sana,tak mempedulikan murid murid yang kebetulan berada disekitar situ melihat interaksi mereka dengan penasaran.
"Ken buat apa nyamperin Zia?"gumam Liona melihat kejadian itu dari jauh,dengan menyimpan rasa penasaran yang tinggi Liona melanjutkan langkahnya menuju kekelasnya saja. Ia bisa tanyakan tentang kejadian didepannya itu nanti kepada Zia adiknya.
Sedangkan Ken yang masih ditempatnya tadi bertemu dengan Zia menggeram kesal dengan respon gadis itu yang sangat acuh kepadanya
"Kok Zia susah banget sih dideketin" ujarnya Geram,Ken geram bagaimana bisa Zia dengan mudah mengacuhkan dan menolaknya dengan begitu santainya.Padahal selama ini tidak ada satupun cewek disekolah ini yang mampu menolak pesonanya tapi Zia, jangankan terpesona meliriknya saja enggak.
"Sabar bro,fositif tinking aja mungkin pelet lo udah abis"ujar Juna sahabatnya Ken.
"Sialan lo bangsat"Ken mengumpati Juna.
~Ditempat Neta-Zia~
Selepas meninggalkan Ken dan Juna, Zia dan Neta kembali melanjutkan perjalan mereka ke kelas.
"Itu cowok kedepannya kayaknya deketin lo gak cuma dari chat deh tapi bakal secara terang terangan juga kayak tadi"ujar Neta ke Zia.
"Iya dan bakal gawat kalau itu orang kayak gitu pas didepan Lio njir"saut Zia terdengar resah,gadis itu khawatir bagaimana respon Liona pas tau cowok yang ditaksir malah deketin Zia yang notabenya adik sendiri.
Zia langsung berhenti melangkah secara tiba tiba,sedangkan Neta yang tadi berjalan disebelahnya tak menyadari hal itu membuat sang sahabat terus berjalan sambil sibuk mengoceh sendiri.
"Trus lo harus gima..na?Loh Zianya mana?"Neta menoleh kesamping saat menyadari tak ada lagi hawa keberadaan orang lagi disebelahnya,ia berbalik melihat kearah belakang dan langsung menemukan sang sahabat yang tengah diam termenung.
"Woi kok lo malah berhenti jalan trus bengong sih?"tanya Neta menghampiri Zia.
"Ta"pamggil Zia.
"Kenapa?"tanya Neta.
"Gue kok tiba tiba males sekolah ya?"tanya Zia kepada Neta dengan tampang polosnya.
Neta menganga dengan pertanyaan random yang keluar dari mulut sahabatnya.
"Yaampun Zi yang bener aja lo nanya gitu kegue,lo liat kedepan kelas kita tinggal sepuluh langkah lagi udah sampai loh"ujar Neta tak habis pikir.
"Mau gimana lagi,mood gue udah hilang"saut Zia
"Trus mau lo apa sekarang?"tanya Neta
"Gue mau coba bolos dirooftoof sekolah deh hari ini,siapa tau seru"jawab Zia
"Kalau seru,lo mau ngapain?"tanya Neta
"Kalau seru,lain kali bisa bolos kesana lagi lah"jawab Zia dengan santai.
"Yaampun Zia,lo gak boleh bolos kayak gitu apalagi sering sering, gimana lo mau jadi orang sukses entar?"ujar Neta kepada Zia, menasehati sang sahabat agar tidak bolos.
"Tapikan gue udah sukses Neta"jawab Zia
"Sukses apaan?mana buktinya"tanya Neta
"Itu perusahan gue"jawab Zia.
"Lupa lo?"tanya Zia melihat sahabatnya yang menjadi diam.
"Gue lupa soal itu,yaudah deh lo bolos aja sana"suruh Neta ke Zia.
"Lo gak papa kekelas sendirian nih?"tanya Zia kepada Neta.
"Gak papa,tapi mana tas lo"pinta Neta,ia menyodorkan tangannya meminta tas sekolah Zia.
"Mau lo apain tas gue?"tanya Zia heran,tapi ia tetap menyerahkan tas sekolahnya kepada sahabatnya itu.
"Gue bawa kekelas,biar kursi lo gak kosong kosong amat"jawab Neta menjelaskan kegunaan tas Zia itu.
"Ooh,yaudah sampai ketemu waktu istirahat Ta"ujar Zia mulai meninggalkan Neta berjalan menjauh dari kelas mereka.
"Eh tunggu Zi,yah dia udah jauh lagi"ujar Neta.
"Trus gimana nih nasib tu anak,mana gue lupa bilang kalau ketos sama anggotanya sering patroli buat cari orang yang bolos lagi"gumam Neta
"Ah udahlah,Ziakan anak pemilik sekolah pasti aman"ujar Neta langsung melanjutkan langkahnya menuju kearah kelasnya yang sudah berjarak beberapa langkah lagi itu sambil membawa tas sekolah Zia yang ada padanya.
~Didalam kelas Zia-Neta~
"Wih Ta,bukannya itu tasnya Zia ya?"tanya salah satu cowok teman sekelasnya Neta dan Zia.
"Iya kenapa?"tanya Neta yang berjalan menuju mejanya dan Zia, kemudian meletakkan tasnya dan tas milik Zia diatas meja.
"Mana bu bos kita,kok cuma tasnya doang yang nyampe kelas?"tanya teman cowok yang satunya.
"Males masuk dia,jadi bolos deh" jawab Neta santai duduk dibangkunya.
"Buset dua hari libur emang belum puas dia?"tanya satu kelas teman cewek.
"Gak tau tuh,padahal udah mau nyampe pintu kelas tapi niat sekolahnya langsung hilang"ujar Neta.
"Yah.."ujar cewek tadi terlihat kecewa mendengar Zia tidak masuk kelas.
"Kenapa lo sedih gitu Zia bolos, padahal gue yang sahabat sekaligus temen sebangkunya biasa aja tuh?" tanya Neta pada teman sekelasnya itu.
"Alah kayak lo gak tau aja Ta,hari inikan jadwal bu bendahara kita buat mungut uang kas.Jadi pasti gak jauh jauh dari itu"bukan teman sekelas Neta yang cewek tadi yang menjawab melainkan teman cowok yang pertama kali bertanya pada Neta tadi.
"Bener tuh,nah karena kalian ingat jadi sekarang ayo bayar uang kas lo pada"ujar bendahara kelas langsung memulai sesi mengungi uang saku teman temannya.
"Mampus"ujar temen temen satu kelas Neta,langsung dengan cepat memutar otak untuk mencari alasan mencegah dari melayangnya uang saku mereka oleh bendahara kelas yang mulai bertugas.Neta hanya tertawa cekikikan melihat dan mendengar berbagai alasan konyol yang terlontar dari teman teman sekelasnya itu.
"Ekhem Ta,goceng mana"pinta bendahara kelas tiba tiba menghampirinya,langsung membuat Neta seketika berhenti cekikikan.
"Yaelah,lenyap goceng gue tiap minggu ke elo.Kalau gue jatuh kismin gimana?"ujar Neta dengan pasrah langsung mengeluarkan goceng dari saku almamaternya.
"Gara gara bayar uang kas goceng gak bakal bikin lo kismin Ta,inget lo kedua paling tajir dikelas kita setelah Zia"ujar murid cewek yang menjadi bendahara kelas kepada Neta, setelah itu sang bendahara tadi melanjutkan tugasnya menghampiri murid lain yang belum membayar uang kas.
"Punya bendahara kelas gini amat, siapa yang milih sih?"dumel Neta
"Lo pada yang milih gue Ta"saut bendahara kelas yang membuat Neta terkejut,orang itu bisa mendengar perkataannya tadi meski dari jarak yang cukup jauh
"Tajam juga tuh kuping"gumam Neta sepelan mungkin supaya tidak bisa didengar oleh bendahara kelasnya lagi.