
Zia menikmati makanan yang menjadi isi kotak bekalnya dengan tenang,
meski sadar namun ia tak mempedulikan kekasih sang saudari yang sejak tadi selalu curi curi pandang kearahnya.Entah Liona sadar atau tidak dengan tingkah pacarnya itu Zia tidak tau,tapi sepertinya tidak melihat bagaimana santainya sang saudari menyandarkan kepalanya kepundak Ken sambil menikmati whate coklat yang diberikan si cowok.
Selain itu Zia juga menangkap tatapan malas dan mungkin muak yang ditujukan oleh Juna dan Rena kepada sepasang kekasih itu,Neta sendiri terlihat memilih mengambil sikap seperti dirinya yaitu pura pura tak peduli dengan cara ikut memakan isi kotak yang dirinya bawa.Zia sendiri membiarkan saja tindakan sahabatnya itu,toh porsi makanan yang bik Muti siapkan bisa dibilang banyak dan tak mungkin ia habiskan sendiri mengingat selera makannya yang semakin jauh berkurang akhir akhir ini.Tak lama Zia teringat sesuatu,
ia mengeluarkan sesuatu dari saku depan seragamnya.
"Oh iya gue gue belum ngasih hadiahkan buat kalian yang jadian,
nih tiket nonton bioskop buat kalian"ujar Zia sambil meletakkan tiket bioskop keatas meja dihadapan Liona dan Ken.
Liona terlihat meraih tiket itu dan melihat sejenak lalu menoleh menatap Zia
"Padahal enggak perlu repot repot loh dek,kamu ngucapin selamat pas kemarin aja kakak udah seneng banget"ujar Liona pada Zia.
Ken mengambil alih tiket bioskop itu dari tangan Liona
"Ada empat,dua buat aku sama Liona.
Duanya lagi buat siapa?"tanya Ken sambil menatap Zia.
Zia mengangkat bahunya acuh
"Terserah kalian mau ngajak siapa buat dua tiket lagi"ujarnya.
"Ah gimana kalau dua tiketnya lagi buat kamu sama Raka aja,kita doble date.Aku sama Liona kakak kamu,kamu sama Raka.Gimana sayang setuju nggak usulan aku?"ujar Ken sambil mengusap kepala Liona pelan,cowok itu terlihat antusias.
"Kakak setuju sama Ken,ayo dek doble date"ujar Liona yang menyetujui saja usulan sang kekasih.
*Bagus Liona setuju,kalau Zia mau pasti mudah buat gue curi curi kesempatan*batin Ken sambil senyum senyum sendiri,tanpa dirinya sadari kalau isi otaknya itu telah tertebak oleh empat orang dimeja itu termasuk Zia sendiri.
"Enggak dulu deh"tolak Zia langsung.
"Jadwal gue hari ini dikategorikan sibuk,bukan cuma gue tapi Raka juga lagi sibuk sibuknya bantuin pengurusan osis yang baru"Zia memberikan alasan.
"Kalian berduakan biasa ngerjain semua itu lain waktu,ayolah ini kakakmu sendiri loh yang minta Zia"ujar Ken.
"Sekali gak bisa tetep gak bisa,
dua minggu lagi ujian semester.Waktu kapan lagi?lagian kesibukan gue sama Raka juga bukan cuma satu.Harap dimengerti"ujar Zia sambil menatap saudarinya dan Ken bergantian dengan memasang ekpresi serius,setelah itu ia kembali memfokuskan diri pada bekalnya.
"Ekhem yaudah kalau kamu gak bisa dek.Kalau gitu Rena sama Juna yang ikut,gimana guys?"ujar Liona menatap sang sahabat dan Juna bergantian.
"Sory kalau gue gak bisa,hari ini sama besok harus bantuin nyokap dirumah sepulang sekolah"tolak Juna.
"Sibuk bantuin nyokap mulu lo Jun"komen Ken yang menyadari kalau sobatnya itu akhir akhir ini sering memberikan alasan yang sama saat diajak nongkrok atau pergi sepulang sekolah.
"Harus rajin bantu ortu"ujar Juna menanggapi Ken.
"Maaf besti,tapi gue juga gak bisa.
Gue udah terlanjue diajak main sama dedek angkat gue yang kedua"ujar Rena sambil menunjuk kearah Neta, sedangkan yang ditunjukk langsung otomatis angguk angguk kepala.
"Iya Lio,gue emang udah ngajak kak Ren pergi main.Kebetulan Zia juga sibuk jadi gue ngajak kak Ren deh biar ada temen"jelas Neta saat Liona menatapnya menginginkan penjelasan.
"Yah trus ini sisa tiketnya,buat siapa dong?mubazir kalau enggak ada yang pake"ujar Liona dengan raut wajah cemberut.
Neta,Zia,Juna,Rena langsung mengangkat kedua bahu mereka hampir bersamaan,tanda keempatnya juga tak tau.
Tak lama berselang,bel berbunyi petanda jam istirahat telah selesai dan itu artinya para murid itu harus kembali ke kelas masing masing.
Zia menjadi yang pertama beranjak dari meja kantin membawa kotak bekal yang telah kosong,gadis itu melenggang pergi dari sana tanpa berucap satu katapun.Neta langsung mengikuti langkah sang sahabat,tapi ia sempat berpamitan kepada yang lain.