One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 100



"Berangkat sekolah diantar sama siapa lo?"tanya Anna,tangannya sibuk memasangkan dasi sekolah Zia.


"Gak ada,naik mobil sendiri"jawab Zia.


Setelah selesai sarapan tadi,kedua perempuan berbeda usia itu berpindah keruang tamu.Lyn,Gia,dan Liona sudah berangkat baik kekampus maupun kesekolah masing masing sedangkan Arga kakak pertamanya Zia,langsung menuju keruang kerjanya sambil mengajak Teo untuk mengobrol ngobrol seputar bisnis karena kebetulan Arga hari ini tak punya jadwal kekampus dan juga jadwal meeting untuk pagi ini.Kak Anna tanpa diminta langsung membantu Zia memakai dasi karena wanita itu langsung peka melihat dasi yang masih tergantung dileher Zia tanpa dipasangkan sama sekali,Kak Anna tahu betul kalau remaja SMA didepannya ini gak bisa kalau soal urusan pasang memasang dasi.


"Lo langsung masuk kerja hari ini kak?"tanya Zia yang kali ini bertanya.


"Ya enggaklah,gue mau istirahat sekaligus mau menjelajahi mall dikota ini dulu baru deh lusa gue masuk kerja"jawab Kak Anna.


"Bagus deh,jangan mentang mentang si Teo Teo itu pacar lo.Lo langsung mau mau aja disuruh masuk kerja hari ini"ujar Zia.


"Gue gak bakal segoblok itu kali, lagian meskipun Teo pacar gue tapikan jabatan gue masih lebih tinggi dari dia.Masa gue mau diperintah sama bawahan sendiri"saut kak Anna.


"Nah itu baru kakak gue"ujar Zia bangga sambil mengancingkan almamater sekolahnya kembali,Kak Anna sudah selesai memasang memasangkan dasi sekolahnya.


"Jelaslah"ujar kak Anna.


"Lo gak mau nebeng mobil gue aja kak,biar gue anterin keapartement lo?kayaknya siTeo masih lama deh ngobrol sama kak Arga"tawar Zia.


"Gak usah deh,lo langsung kesekolah aja nanti telat.Kakak keempat lo aja udah berangkat dari tadi"ujar kak Anna menolak tawaran Zia.


"Lio kan berangkat emang sengaja berangkat cepet buat jempit kak Rena dulu"saut Zia.


"Heran gue sama lo,Liona kakak kandung lo sendiri ogah ogahan lo manggil pake kakak.Orang lain keliatannya enteng enteng aja mulut lo"ujar Kak Anna.


"Gue sama Lio kan seumuran sedangkan kak Ren kan emang beda setahun dari gue jadi wajar gue panggil kakak, lagian bukannya gue punya alasan khusus buat itu"jawab Zia.


"Sudah kuduga pasti ada alasan lain, tapi alasan lo yang pertama masuk akal juga sih,apalagi bagi lo yang udah biasa sama kehidupan luar.Nama nama pacar gue aja lo biasa panggil cuma pake nama doang,lo-gue ke orang yang lebih tua apalagi"ujar Kak Anna.


"Yau dah deh,gue berangkat duluan ya.Kalau butuh apa apa panggil aja pelayan disini,anggap diri lo tamu penting aja"ujar Zia.


"Aneh banget,biasanya orang bilang anggap rumah sendiri tapi lo malah bilang anggap tapi penting.Kapan berubahnya itu kata kata?"tanya kak Anna


"Ya itukan bisa gue bilang kalau ini tempat tinggal milik gur,lah inikan milik papa mama gue.Jadi itu artinya gue juga numpang disini"jelas Zia.


"Ada benarnya juga sih,yaudah sana berangkat"ujar Kak Anna.


"Oh iya,jangan lupa minum vitamin wajib lo.Lo bawakan?"tanya kak Anna.


"Vitamin wajib gue bawa kok"jawab Zia.


"Inget jangan sampai lupa diminum"ujar kak Anna mengingatkan kembali supaya remaja SMA itu tak lupa.


"Iya,gue berangkat dulu bai"pamit Zia berjalan menuju pintu keluar sambil menyandang tas sekolah dipunggungnya.


Zia berjalan memasuki garasi tentunya untuk mengambil mobil yang ingin ia kendarai kesekolah,hari ini ia tak memakai mobil yang biasa ia pakai melainkan memakai mobil lain.


Mobil lain itu baru saja ia beli satu minggu yang lalu dan kata penjaga sih nyampenya tadi malam, mobil sport berwarna berwarna hitam bercorak putih itu terlihat sangat elegan dan jangan tanya soal harga tentu saja harganya akan mampu membuat kaum misquin menangis mendengarnya.Mobil itu ia beli sendiri sebagai hadiah ulang tahunnya sendiri,Zia ini emang sangat mandiri sekali sampai sampai beli hadiah ulang tahun buat diri sendiri.Lagian menurutnya itu hanya sesekali dan itung itung Self Reward atas kerja kerasnya selama ini,trus buat mastiin uang direkeningnya ngalir dikit dan gak semakin numpuk menumpuk berdebu didalam bank.


Zia untuk pertama kalinya masuk dan duduk dikursi kemudi mobil barunya itu dan meletakkan tasnya dikursi sampingnya,masih anget banget guys mobil barunya.


"Ada yang kurang nih"gumam Zia.


Ia segera meraih tasnya kembali kemudian mengeluarkan sebuah kaca mata hitam yang bergaya modis dari sana,Zia langsung memakai kaca mata itu.


"Ginikan makin kacep gue😎"ujarnya penuh percaya diri saat melihat pantulan dirinya dikaca spion mobilnya.


Tit...tit...tit...Zia menyalakan klakson mobilnya beberapa kali untuk menyapa penjaga yang bertugas menjaga gerbang kediaman keluarganya itu,kemudian mobil bertambah kecepatan saat memasuki jalanan.


Ping...ping...ping...bunyi suara ponsel miliknya membuat konsentrasi Zia sedikit terganggu,dengan tangan kirinya ia meraih ponsel miliknya yang ada didalam tas.Zia mengurangi kecepatan mobilnya kemudian menepikan sebentar untuk menghentikan mobilnya,agar bisa melihat pesan yang baru masuk keponselnya itu.Ternyata itu suara notifikasi pesan masuk dari grub kelasnya dan pengirimnya adalah Neta sahabatnya serta Danil.


(Grup Chat 12 IPS 1)


Danang:Guys,lo semua tunggu gue diparkiran ya.


Abel:ngapain?kuker bgt.


Sarah:Alah,plg mau pamer motor baru dia.


Danang:Tau aja neng,plg sklh gue anter balik deh lo.


Sarah:Bnr ya lo Nang?


Danang:bnrlah itung2 testing bonceng pake motor baru.


Danang:Cih sirik nih pakketu sama gue kayaknya🧐


Neta:emang sirik dia tuh sama kita Nang,btw tungguin gue juga ya😁


Bella:pasti mau pamer jg,btw ajak gue testing mobil baru dong@Neta.


Neta:Boleh,@Abel kalau mau ikut juga boleh😁.


Abel:👍


Zia:Tungguin gue jg.


Danil:Mau pamer juga bos?


Zia:Iyalah,masa anak buah boleh pamer tp bosnya enggak.


Neta:Jgn blg lo beli mbl br jg.


Zia:😎


Someone1:Gila kok orang2 pd kaya semua sih heran.


Someone2:kitakan juga mau.


Zia:Kalau mau traktiran,tungguin kita bertiga.


Someone3:Cius nih bos?


Zia:Yoi mau kasih traktiran Ultah gue.


Someone+:ini yg kita tunggu2.


Off


Selesai membaca percakapan dalam grup kelasnya dan ikut juga menimpali,Zia menyimpan kembali ponselnya kedalam tas sekolahnya kemudian mulai menjalankan kembali mobilnya untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah yang tadi sempat tertunda.