
"Mana Hp lo?"tanya Lyn datar kepada Zia.
Meski merasa bingung,Zia tetap mengangkat jari telunjuknya untuk menujuk kearah nakas dimana hp miliknya ia letakkan disana sebelum tadi ia tertidur.
Lyn mengikuti arah tunjuk adiknya itu
*Kok tadi gue gak ngeh ya,hpnya ada disana?*batin Lyn.
Tanpa pikir panjang ia langsung meraih hp tersebut dari atas nakas kemudian kembali menatap sipemilik benda persegi panjang yang kini sudah ada ditangannya itu,lalu berkata
"Hp lo sementara kakak yang pegang" ujar kak Lyn kepada Zia,kemudian melangkah pergi menuju kepintu kamar.
Namun langkah kakak ketiga Zia itu terhenti dan kemudian gadis dingin itu berbalik menatap Zia lagi
"Dan jangan lihat sosmed apapun minimal dua minggu ini"ujar gadis itu datar,sebelum akhirnya benar benar pergi dari sana.
Zia perlu loading beberapa detik sebelum akhirnya dapat mencerna apa yang baru saja terjadi,ia segera turun dari atas tempat tidurnya saat baru sadar kalau hpnya dibawa pergi oleh kakak ketiganya itu.
Disisi lain,Renal dan Sela beserta putra dan dua orang anak perempuannya berjalan menyusul kemana putri ketiga mereka pergi terlihat terburu buru tadi.
Langkah kelima orang itu berhenti saat melihat gadis yang hendak mereka susul tadi keluar dari pintu kamar sibungsu Zia,entah sadar atau enggak tapi Lyn terlihat berjalan langsung masuk kedalam kamarnya sendiri selepas dari kamar Zia.
Pandangan kelima orang itu langsung beralih saat melihat pintu kamar sibungsu yang kembali terbuka, seperkian detik kemudian terlihat Zia yang keluar dari kamarnya.
Gadis yang menjadi anggota keluarga termuda dikeluarga itu terlihat masih dengan muka bantal dan mata yang masih mata kantuk serta rambut yang sedikit acak acakan,terlihat jelas kalau gadis muda itu baru bangun tidur.
"Zia"
Zia langsung menoleh saat suara bariton papanya memanggil namanya dengan lembut,ia terlihat bingung akan keberadaan lima anggota keluarganya yang lain yang terlihat berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Kok kalian semua ngumpul disini sih?"tanya gadis itu terlihat bingung.
"Ngapain Lyn tadi masuk kekamar lo?" Gia bertanya,bukannya menjawab gadis itu malah bertanya dengan tatapan penuh selidik.
"Gak tau,tadi pas aku bangun kak Lyn udah ada dikamar aku.Zia tanya kenapa eh malah langsung nanya diman letak hpku,habis aku kasih tau hpnya langsung diambil dan dibawa pergi" jawab Zia sambil menggaruk pelan pipinya yang tak gatal.
"Adik gue itu ngomong apa sama lo?"desak Gia.
"Gia,cara ngomong kamu"tegur sang papa.
Gia tak mendengarkan perkataan papanya itu,ia terus menatap tajam kearah Zia untuk menuntut jawaban segera.
"Kak Lyn cuma ngomong kalau aku gak boleh liat sosmed untuk dua minggu kedepan,trus katanya hp aku kak Lyn yang bakal pegang dulu"jawab Zia.
Semua orang terlihat langsung menganggukkan kepala pelan mendengar jawaban gadis termuda diantara mereka itu.
"Emangnya ada apa sih?"tanya Zia yang masih bingung akan situasi.
"Zia baru mandi sore?"tanya Sela, wanita itu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dan ternyata berhasil.
"Belum mi,inikan Zia baru bangun tidur"jawab Zia,gadis itu sebenarnya tahu kalau maminya sengaja menanyakan hal itu untuk mengalihkan topik dan Zia memilih untuk mengikuti alurnya saja kali ini.
"Kalau gitu sana masuk kamar lagi,mandi trus siap siap nanti turun buat makan malam bareng"pinta mami Sela.
"Iya mi"jawab Zia.
"Emm Mi"panggil Zia.
"Kenapa sayang?"saut Sela.
"Neta mana mi,perasaan tadi ada disini?"tanya Zia,gadis itu mencari keberadaan sang sahabat.
"Ooh Neta,sahabat kamu itu tadi pamit buat pulang karena takut kesorean katanya.Neta bilang gak enak bangunin kamu yang lagi tidur nyenyak banget,makanya dia nitip pesan sama mami.Katanya tadi juga dia tinggalin pesan buat kamu,diatas nakas"jawab sang mami.
Zia mengangguk mengerti mendengar jawaban maminya itu
"Yaudah deh,kalau begitu Zia masuk lagi ya"ujar Zia,setelah itu gadis remaja itu masuk kembali kedalam kamarnya.
Setelah sibungsu masuk kembali kedalam kamarnya,kelima orang anggota keluarga Antara yang masih tersisa disana langsung spontan membubarkan diri tanpa diminta atau disuruh.Sikembar dan Liona langsung masuk kekamar masing masing,begitu juga kedua orang tua mereka.