
Drrt...drtt...layar ponsel menyala diatas meja belajar disertai bunyi panggilan masuk,gadis pemilik ponsel itu langsung mengangkat mendongak keatas tepat kearah ponsel yang terus berbunyi itu.
Gadis yang sejak tadi meringkuk dilantai disebelah tempat tidur langsung perlahan bangkit dan berjalan meraih hp itu.
"Halo,ini siapa?"ucap gadis itu pelan setelah menekan ikon hijau pada layar ponsel.
"Halo Zia,ini gue Raka"saut seseorang dari seberang sana.
Zia segera melihat layar ponselnya lagi dengan benar,ternyata benar ada nama kontak cowok itu tertera disana.
"Hm,ada apa lo nelpon gue?"tanya Zia.
"Ekhem,gua cuma mau nanya aja"jawab Raka.
"Nanya apa lo?"tanya Zia.
"Besok hari minggu,gue cuma mau nanya besok elo mampir kemakam gak?" tanya Raka.
"Buat apa lo nanya gitu?"bukannya menjawab tapi Zia malah bertanya dahulu.
"Cuma kalau iya,biar nanti lo sama gue aja.Selain itu kita harus ngelakuin langkah selanjutnya,yang baru dikirim sama Neta tadi"ujar Raka.
"Apa langkah selanjutnya?kok Neta cuma bilang ke elo tapi gue enggak?" Tanya Zia terdengar gadis itu sedikit protes.
"Lo sama gue disuruh ngambir foto bareng yang rada banyak dikit, katanya gak mungkin orang pacaran gak punya foto bareng.Meski lo sama gue cuma boongan,tapi ya lo taulah.
And btw kata Neta,dia udah ngirim pesan sama lo tapi lo belum baca katanya"jelas Raka panjang lebar menjawab pertanyaan dari Zia.
"Jadi gimana?"tanya Raka.
"Besok kayaknya gak bisa,keluarga pergi liburan bareng and gue mau gak mau harus ikut"jawab Zia.
"Oke,berarti gak bisa"ujar Raka.
"Hm yap gitu,tapi gue boleh minta tolong sama lo gak?"tanya Zia.
"Minta tolong apa?"saut Raka.
"Gue minta tolong buat bawaain bunga lily buat dimakam mama gue bisa?nanti gue transfer uang buat belinya"ujar Zia kepada Raka.
"Boleh,bunga lily putihkan?"tanya Raka.
"Ya,bunga lily putih"ujar Zia mengiyakan.
"Kalau begitu gue tutup dulu"ujar Raka.
"Oke,tolong ya"ujar Zia.
"Hm"
Tut...tut...pembicaraan itu diakhiri oleh Raka terlebih dahulu.
Zia meletakkan kembali ponselnya keatas meja belajarnya kembali,ia berbalik dan berjalan menuju kearah balkon kamarnya.Hembusan dingin angin malam seketika langsung mengenai permukaan kulit gadis itu,Zia berjalan tepat dipagar pembatas balkon dan mendongak memandang langit malam.
Bibir Zia bergetar pelan,entah kenapa kini mata gadis itu memanas seketika dan air matanya mengalir begitu saja.Gadis muda itu menangis dalam diam sambil menatap para bintang serta sang rembulan yang hanya muncul hampir bulat sempurna,
kegiatan yang selalu dirinya lakukan saat merindukan seseorang yang sejujurnya bahkan belum pernah dilihatnya secara langsung.
Mendiang Mama kandungnya
Sosok perempuan yang hanya bisa ia kenal melalui foto,cerita dari mendiang kakek dan neneknya.Sosok yang hanya bisa ia kenal melalui torehan tulisan tinta pada halaman demi halaman dari buku harian yang ditinggalkan untuknya,meski begitu tetap saja Zia bisa sangatlah menyayangi wanita yang melahirkan dirinya kedunia itu.
Bulan,bintang,langit malam,tiga hal yang biasa dilihatnya saat merindukan mama kandungnya.Dengan melihat ketiga ciptaan yang maha indah dari tuhan itulah,Zia bisa melepas sedikit rasa rindunya dan merasa dekat dengan sang mama.
"Mama,apa diatas sana menyenangkan?"
gumam gadis itu pelan.
"Jika aku pergi kesana,apa kita bisa bertemu?"
"Apa aku bisa memelukmu?bisa merasakan hangat dekapanmu?"
Satu persatu gumaman pertanyaan keluar sendiri dari mulut gadis itu,
suaranya syarat akan emosi.
"Aku ingin cepat bertemu,disini sangatlah melelahkan bagiku"ujarnya berucap lagi.
Didalam kamar dibalik pintu balkon, seseorang ikut meneteskan air mata mendengar semua perkataan gadis itu dalam hening malam.
*Mami mendengarnya?putri kecilmu sangat merindukanmu,datangi dia dalam mimpi-nya*batin Lyn,seseorang yang mendengar gumaman menyedihkan dari sang adik bungsunya.
~Hai Guys,Author mau ngucapin selamat lebaran idul fitri ya bagi kita yang merayakan. Satu atau dua hari kedepan author gak janji buat apdet.Kalian pasti taulah,sibuknya dihari lebaran gimana.Jadi sampai Jumpa~