
"Ekhem baiklah.Sepertinya kita cukupkan sesi pertanyaannya sampai disini saja"
Pembawa acara memecah keheningan yang sempat terjadi.
"Mari kita dengarkan pengumuman selanjutnya dari tuan Renal Antara"
Mendengar perkataan pembawa acara,tuan Renal menormalkan ekspesinya kembali lalu mulai melanjutkan ke pengumuman selanjutnya yang hendak dirinya sampaikan.
"Poin selanjutnya yang akan saya sampaikan adalah tentang pemilihan penerus utama Hantara"
Hampir semua anak anak tuan Renal langsung refleks melihat kearah sang papa,nampaknya tidak ada yang tahu soal poin yang satu ini.Kecuali dua orang yaitu Gia dan Zia.Gia tersenyum dalam hati,inilah yang ditunggu tunggu oleh gadis penuh ambisi itu.Zia?ia hanya melirik kedua kakak tertuanya secara bergantian.Liona dan Lyn sendiri terlihat melihat kearah kakak laki laki mereka,sedangkan Arga entahlah tapi perasaannya tidak enak akhir akhir ini.
"Siapa kira kira yang akan jadi penerus tuan Renal ya?"
"Tuan Muda Arga mungkin,pemuda itu putra satu satunya dikeluarga Antara"
"Belum tentu bisa saja nona Gia kembarannya"
"Bisa jadi sibungsu"
"Ah benar juga,gadis muda itu lebih berpengalaman dari kakaknya"
"Mari kita dengarkan saja"
Bisik bisik para tamu undangan.
"Tidak.Yang akan saya sampaikan ini bukan nama penerus Antara,tapi calon penerus Antara.Itu artinya tidak hanya akan ada satu nama"ujar tuan Antara.Perkataan pengusaha besar itu membuat bisikan bisikan para tamu semakin menjadi,kini mereka menerka nerka nama nama yang akan disebutkan sebagai calon penerus perusahaan besar itu.
Mendengar perkataan papanya,Arga refleks mengerutkan keningnya tak paham.Pemuda itu melirik kearah adik adiknya.Liona dan Lyn terlihat memberikan reaksi yang hampir sama dengannya.Tapi kenapa ekpresi Gia kembarannya dan adik bungsunya nampak normal normal saja?
"Kalian semua mungkin sedikit terkejut,namun saya mengambil keputusan ini demi menjamin ANTARA GROUB berada ditangan yang paling tepat dan tentunya pantas.
Dari kelima putra dan putri keluarga Antara,terdapat dua orang yang sedari awal sudah memilih untuk tak terlibat dalam perusahaan keluarga.Yang pertama adalah anak ketiga saya yaitu Lyn,putriku yang satu ini memilih fokus untuk menggapai cita citanya sebagai dokter.Dan tentu sebagai orang tua,
saya akan mendukungnya"ujar tuan Renal.
Lyn yang mendengar perkataan papa-nya langsung tersenyum tipis sangat tipis,ia merasa beruntung karena sang papa selalu menyetujui setiap langkah yang dia ambil termasuk soal profesi masa depan.
"Yang kedua dan sebenarnya cukup saya sayangkan.Anak saya yang satu ini adalah yang pertama berhasil memenuhi ekspektasi saya.Dia adalah putri bungsu saya yaitu Zia Antara"
tuan Renal menoleh dan menatap putri termudanya dengan senyuman tulus sebagai orang tua dan Zia tentu membalas senyuman dari papanya itu.
"Putri bungsu saya memilih untuk mundur sebagai calon penerus ANTARA GROUB karena ingin fokus pada tugasnya sebagai pewaris satu satunya perusahaan milik mendiang istri kedua saya.Oleh sebab itu maka tersisa tiga orang lagi yaitu Arga,Gia,dan Liona.Ketiganya adalah kandidat penerus saya untuk memimpin ANTARA GROUB"tuntas Tuan Renal.
Dari ketiganya,wajah kebingungan Liona-lah yang paling kentara. Maklum saja Liona itu adalah yang paling nol pengetahuannya soal beginian,Zia hampir saja melepas tawa melihat ekpresi bingung bingung polos dari saudarinya yang satu itu.
"Baiklah sekian pengumuman malam ino,sekarang silahkan nikmati pestanya"ujar tuan Renal mengakhiri sesi pengumuman itu.
Para tamu undanganpun mulai bubar untuk kembali menikmati pesta, seluruh anggota inti keluarga Antara-pun juga turun dari atas panggung untuk ikut berbaur dengan para tamu undangan.Kak Anna dan kak Teo juga bergerak mendekati keluarga itu begitu juga pasangan suami istri Geral dan Nada.Meski sudah lama tak terlihat tapi tentu kalian masih ingat dengan Nada yang merupakan sepupu tuan Renal dan Geral yaitu suami dari Nada bukan?
Zia yang menjadi yang terakhir turun dari atas panggung langsung menghampiri Raka yang menunggu tak jauh dari panggung.
"Maaf harus menunggu lama"ucap Zia pada Raka.Bukan apa apa tapi Zia tidak enak meninggalkan Raka sendiri ditengah tengah kumpulan tamu undangan yang sepertinya tak ada satupun yang ketua osis HANTARA itu kenal.
"Gak masalah,good job buat yang tadi"balas Raka,cowok itu juga memuji Zia yang berusaha terlihat santai diatas panggung.
"Thanks,yuk gabung bareng yang lain.
Paman sama Tante-ku kayaknya manggil"ajak Zia.
"Ayo"saut Raka.
Keduanyapun berjalan mendekat ketengah tengah kekuarga Zia yang lain+kak Jevan,kak Anna,kak Teo,serta om Geral dan tante Nada.
"Wah ini nih pasangan yang kita cari cari"ujar om Geral melihat kedatangan Zia dan Raka,sedangkan kedua anak muda itu hanya tersenyum.
"Ya ampun tante kangen sama kamu"tante Nada langsung memeluk keponakan paling mudanya itu erat.
"Zia kangen tante Nada juga"ujar Zia membalas pelukan tante Nada.
"Zia,asal kamu tahu aja tadi tante-mu ini kaget sekali mendengar kamu bawa pacar kesini,om juga kaget loh keponakan om yang paling bungsu ini udah gandeng cowok aja"ujar paman Geral pada Zia.
"Jangankan om sama tante,Arga sama mama dan papa aja baru tahu hari ini Zia punya pacar.Mana pacarannya ternyata lebih lama dari Gia dan si Jevan lagi"sungut Arga.
"Nah bener juga,kembaran kamu udah punya pacar.Kamu kapan?"tanya tante Nada pada keponakan laki laki satu satunya ini.Mendengar pertanyaan tantenya itu membuat Arga langsung misuh misuh tak jelas,yaelah kenapa harus dapet pertanyaan itu sih rutuk Arga membatin.
"Arga mah udah ditakdirin jomblo dari lahir tan"Gia tentu tak mau ketinggalan menistakan kembarannya itu.
"Jangan gitu,kasian kalian semua sama Arga"sang mama datang membela Arga,membuat Arga nampak girang karena ada yang membela.Namun kegirangan itu hanya bertahan sebentar dan berubah bad mood setelah seseorang berkata.
"Tapi ada benernya juga kata tante sama Gia kembaranmu Raka,kamu harus cari pasangan.Gimana nanti kalau kamu udah terpilih menjadi penerus papa kamu,masa penerus Antara gak punya pasangan"ujar om Geral, sebenarnya Arga tahu omnya itu hanya bercanda namun pikiran yang sejak tadi dia buang sejak diatas panggung tadi kembali datang.
"Om bisa aja"ujar Arga berusaha mengendalikan dirinya dari segala pemikiran yang muncul dibenaknya.
"TUAN RENAL"