One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 84



Kring...kring...kring...suara jam alarm berbunyi cukup keras memenuhi sebuah kamar,terlihat sang pemilik kamar mulai terusik akan suara alarm yang dirinya pasang itu.Dengan segera gadis pemilik kamar itu mematikan jam alarm kemudian menyingkirkan selimut yang menutupi dirinya,kemudian ia bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk sambil mengusap usap kedua matanya dengan tangan.


"Udah jam setengah lima,gue harus siap siap"gumam Zia pelan pada dirinya sendiri.


Tanpa tunggu lama lagi Zia turun dari tempat tidurnya kemudian masuk kekamar mandi untuk mandi dan mengganti baju,air langsung mengguyur seluruh tubuh gadis itu terasa lebih dingin dari biasa.


Setelah selesai mandi dan mengganti baju yang pas menurutnya untuk digunakan untuk keluar hari ini,Zia mengambil tas selempang kecil kemudian memasukkan dompet dan didalamnya dan beberapa barang penting lainnya kecuali hp.


Zia mengambil ponselnya membukanya kemudian mengirim pesan kepada Danil  untuk segera menjemputnya dan juga mengirim pesan untuk Neta sahabatnya setelah itu tanpa menunggu pesan yang ia kirim dibalas  oleh kedua orang itu,Zia kembali menonaktifkan hpnya itu dan menaruhnya didalam laci.


Sejak awal Zia sudah berencana untuk tidak membawa hpnya hari ini bersamanya saat pergi nanti dengan Neta dan Danil,sebagai gantinya ia memakai jam tangan dipergelangan tangan kirinya supaya nanti mudah untuk melihat waktu.Setelah memastikan sudah tidak ada yang tertinggal lagi,Zia keluar dari dalam kamarnya secara perlahan lahan dan hati hati supaya tidak menimbulkan suara brisik yang bisa mengganggu.


Setelah berhasil keluar dari dalam bangunan kediaman keluarganya,Zia mengambil sebuah tangga yang sudah ia persiapkan sebelumnya.Tangga itu ia dapat dari gudang keluarganya,Zia menyandarkan salah satu ujung tangga ketembok dan setelah memastikan posisi tangga itu pas dan kuat barulah ia mulai memanjat satu persatu anak tangga hingga sampai di atas pagar beston yang cukup tinggi.


Sesampai diatas pagar dinding beton yang tinggi itu,Zia mendorong tangga yang ia pakai tadi sampai jatuh keatas tanah.Dan sesuai perkiraan awalnya tangga itu jatuh tepat diatas tanah dibalik tumbuhan bunga yang lebat,sehingga jika tidak diperhatikan secara ditael maka tangga tadi tidak akan terlihat karena letaknya yang tersembunyi.


Selesai dengan urusan tangga, sekarang Zia menatap kearah bawah dimana jika ia melompat kesana maka ia sudah berada diluar gerbang.


Tap tanpa rasa takut dan ragu sedikitpun Zia melompat tepat kebawah dan mendarat sempurna dengan kedua kakinya diatas tanah,jika diperhatikan sejak awal maka tindakam Zia ini memang terkesan seperti orang yang sedang kabur dari rumah saja.Tapi tidak benar kok,Zia memang sengaja melakukan itu karena ini memang salah satu kebiasaan rutinnya setiap satu tahun sekali sejak beberapa tahun sebelumnya.


Zia yang sudah berhasil keluar dari kawasan kediaman kediaman keluarganya itu saat ini tinggal menunggu kedua temannya datang untuk menjemputnya saja,tidak butuh waktu lama bagi gadis itu untuk menunggu karena beberapa menit setelah ia menunggu dipinggir jalan itu dari kejauhan sudah terlihat sebuah mobil yang cukup Zia kenali berjalan mendekat kearahnya lalu berhenti tepat didepannya.


Salah satu kaca jendela mobil bagian depan terbuka dan langsung memerlihatkan Neta dan Danil didalam mobil itu.


"Zi ayo masuk,duduk dibelakang sendirian atau mau gue temenin?" tanya Neta kepada Zia.


"Sendiri aja"jawab Zia,setelah itu ia membuka pintu mobil bagian belakang lalu masuk kedalam.Zia duduk sendirian dikursi penumpang belakang sedangkan Danil dan Neta duduk didepan.


"Wah lumayan tebel juga jaket kalian"ujar Neta kepada dua orang yang menjemputnya itu.


"Keluar subuh subuh gini dingin bos,jadi harus pakai jaket"ujar Danil yang duduk dikursi pengemudi.


"Btw ini udah boleh jalankan?"tanya Cowok itu.


"Jalan aja"jawab Zia.


Setelah itu mobil milik Danil yang dinaiki oleh ketiga orang itu kembali bergerak meninggalkan tempat itu.


"Kita mau kemana dulu Zi?"tanya Neta kepada sahabatnya yang duduk dikursi penumpang.


"Jalan aja kek dulu sampai matahari udah nongol,sekalian cari tempat sarapan yang enak.Soalnya kita pergi ketempat tujuan pertama baru nanti jam delapanan"jawab Zia.


"Lah masih tiga jam-an lagi dong bos,trus kenapa kita perginya sepagi ini?"tanya Danil heran.


"Ya supaya orang rumah gak tau dan gak nanya gue pergi kemana"ujar Zia.


"Kok lo kesannya kayak orang lagi kabur sih?"ujar Neta.


"Emang"


Citt...suara ban mobil bergesekan dengan aspal karena mobil yang direm mendadak oleh Danil.


"Gue juga weh!"ujar Neta terlihat tak kalah panik mendengar perkataan sahabatnya itu.


"Aduh kening gue"rintih Zia mengusap kening yang terhantuk kedepan akibat Danil yang ngerem mendadak,ia menoleh kearah kedua orang yang tengah menatapnya tajam namun ekspresi keduanya tampak was was.


"Gak usah khawatir cuma sehari doang"ujarnya kepada Danil dan Neta.


"Gak usah khawatir matamu!kalau beneran kita dilaporin kepolisi gimana?"ujar Neta kepada sahabatnya itu.


"Gak akan"saut Zia


"Kenapa lo yakin banget keliatannya?"tanya Danil.


"Pertama;seseorang belum bisa dilaporin hilang kepolisi sebelum 24jam,kedua;gak ada yang tau kalau gue pergi sama lo berdua, ketiga; tempat lo berdua jemput tadi gak masuk area yang dipantau CCTV, Keempat;belum tentu ada yang sadar atau nyariin gue kalaupun gue hilang beneran"jelas Zia panjang lebar.


"Nil,ayo jalan lagi mobilnya"suruh Zia kepada cowok itu.


"Tunggu maksud yang no.4?"tanya Danil.


"Gak usah nanya sekarang,ayo kita lanjut jalan Nil.Kita bakal aman kok"ujar Neta kepada Danil.


"Oh oke"ujar Danil langsung mengiyakan setelah merasa suasana didalam mobil itu mendadak sedikit berubah.


"Ekhem,kalian sarapan pakai nasi kuning mau?"tanya Danil kepada Neta dan Zia setelah cukup lama hening.


"Gue sih ayo ayo aja,udah lama juga gak makan nasi kuning"ujar Neta menjadi yang pertama menyauti.


"Nasi kuning itu yang kayak mana sih?enak gak?"tanya Zia yang merasa


asing dengan nama makanan yang disebutkan oleh sahabatnya dan Danil.


"Lah emang lo belum pernah makan nasi kuning bos?"tanya Danil.


"Jangankan pernah makan denger namanya aja baru sekarang"saut Zia.


"Nasi kuning itu enak kok Zi"ujar Neta ke Zia.


"Lo maklumin aja Nil,sahabat kita inikan orang lokal rasa bule"ujar Neta kali ini ke Danil.


"Iya juga ya,Sorry bos gue baru inget lo baru pindah kesini hehehe" ujar Danil ke Zia.


"Gak papa"saut Zia kemudian gadis itu beralih ke Neta.


"Btw Ta,gue masih bisa dihitung bule loh.Kakek dari pihak mama gue orang AS asli loh"ujar gadis itu ke Neta.


"Lah emang iya?!"saut Neta kaget karena baru mengetahui tentang fakta itu.


"Iya"ujar Zia.