
"Seharusnya begitu,terima kasih kadonya kak"saut Lyn mengucapkan terima kasih atas kado dari kak Gia.
"Sama sama dek"balas Gia
"Yes 6 kata,lo tadi cuma dapat sautan 3 kata doang Ga"ujar Gia kepada Arga niat menyombongkan hal itu.
"Gak papa,tahun depan gue kasih toko buku buat Lyn biar dia ngomong panjang sama gue"saut Arga yang tengah menahan keirian.
"Masih lama gak kak,aku sama Zia masih nunggu giliran ini"ujar Liona dari belakang kak Gia.
"Iya sabar dong Lio,nah giliran kamu sekarang"saut kak Gia pada Liona, mempersilahkan adiknya itu maju kedepan sedangkan dirinya berbalik mundur kebelakang.
"Hai kak Lyn,selamat ulang tahun yang kedua puluh tahun ya kak"ucap Liona seketika dirinya sudah berdiri tepat dihadapan Lyn kakaknya.
"Doa pertama aku sama kayak kak Arga dan kak Gia tadi,trus aku juga berharap ditahun ini semua rencana dan wacana kakak dapat terlaksana sesuai keinginan kakak.Dan ini hadiah dari Lio,semoga kakak suka.
Harap maklumin kantong pelajar SMA ya hehehe"lanjut Liona kemudian terkekeh diakhir sambil menyerahkan kotak kado darinya untuk kakak ketiganya itu.
Lyn mengangguk dan tersenyum tipis menerima kado dari adik pertamanya itu,gadis berwajah dingin itu segera membuka kotak kado itu dan ternyata isi didalamnya adalah sebuah jam tangan dari salah satu merek ternama.
"Gimana kak suka gak sama hadiahnya?
Lio sengaja ngadoin itu karena kakak -kan seorang mahasiswa yang selalu perhatian banget sama waktu,makanya Lio kasih kado itu aja"jelas Liona.
"Hm hadiah yang bagus,terima kasih hadiahnya.Ini akan sangat berguna" ucap kak Lyn kepada Liona cukup panjang,meski masih setia dengan nada datarnya.Tak sampai disitu,Lyn juga mengusap sebentar pucuk kepala adiknya itu sampai sampai membuat Liona sedikit terkejut dengan pergerakan tak terduga dari kakak ketiganya itu.
"Li-Lio senang kakak suka,dipakai terus ya jam-nya"ujar Liona sedikit terbata bata diawal,kak Lyn menganggukkan kepala tipis mengiyakan perkataan Liona.
"Oke sekarang,lo dek"ujar Liona menarik tangan Zia supaya maju kedepan tepat dihadapan kakak ketiga mereka,sebelum akhirnya ia mundur kebelakang dan berdiri disebelah dua kakak kembarnya.
"Happy Birthday"ucapnya singkat.
Tanpa bersuara pula,Lyn menerima hadiah dari sang adik bungsu.
"Kak ayo buka hadiahnya!"seru Liona tampak eksaitid,bahkan gadis itu kembali maju kedepan kedekat Zia dan kak Lyn.
"Kenapa lo keliatan semangat banget sih dek sama hadiah yang dikasih Zia?"tanya kak Arga melihat eksaitit-an Liona.
"Kata Zia tadi dia ngasuh kertas HVS sebagai kado buat kak Lyn,jadi aku pengen tau bener atau enggak"jawab Liona sambil tatapan fokus pada kotak hadiah ditangan kakak ketiganya.
"Kertas HVS?"ujar Arga penuh tanda tanya begitu pula anggota keluarga yang lain.
Lyn membuka kotak kado itu dengan santai santai saja,namun keningnya berkerut saat menemukan sebuah map didalam kotak kado itu.
"Kok map Zi,kertas HVS-nya mana?"
tanya Liona melihat hal itu.
"Ada kok,didalam map-nya"jawab Zia dengan tenang.
Kedua tangan Lyn mengeluarkan map itu secara perlahan,ia mendongak kearah sang adik bungsu sebentar.
Lalu mulai membuka dan melihat apa yang ada didalam map itu,ekspresi kakak ketiga-nya Zia itu langsung sulit diartikan setelah membaca judul pada kop kertas HVS yang berisi tulisan komputer itu.
"Hah...SURAT KUASA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT"Liona membaca judul surat itu dengan volume suara yang terbilang keras sehingga seluruh anggota keluargany dapat mendengar dengan baik.