One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 68



~Teo dan Anna~


Teo sedang sibuk bergelut dengan laptop dihadapannya,sebagai seseorang yang diberi kepercayaan untuk mengawasi jalannya perusahaan dilapangan membuat pria itu bisa dibilang hampir selalu sibuk disepanjang waktu.Seperti yang kalian ketahui semua kalau Teo itu adalah tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Zia dalam mengurus perusahaan.


Teo menyandarkan punggungnya disandaran kursi,ia merilekskan punggung,leher,danpinggangnya yang kaku karena terlalu lama berdiam diri didepan laptop dihadapannya.


Drt...drt...drt...ponsel genggam milik Teo bergetar diatas meja,raut lelah yang terlihat diwajah laki laki itu seketika lenyap dan berganti menjadi sebuah senyuman tipis saat melihat nama kontak yang tertera dilayar ponsel pintarnya itu.Yang menghubunginya adalah kakak angkat dari bosnya,siapa lagi kalau bukan Anna kekasihnya yang tengah berada di AS.


"Halo pacarku tersayang"sapa Teo sesaat setelah menjawab panggilan telepon itu,pria itu tampak bersemangat sekali namun itu tak lama setelah mendapatkan sautan yang diluar harapan dari sang kekasih.


"Halo juga,gak usah pake sayang sayangan gitu rada jijik gue dengernya"ujar Anna kekasih dari Teo,suara gadis itu terdengar dari spiker hpnya Teo.


"Kok gitu sih yang,akukan kangen sama kamu"ujar Teo dengan suara memelas.


"Jijik gue dengernya Teo"


"Tapi kan..."belum lagi laki laki itu selesai berbicara tapi perkataannya sudah dipotong oleh kekasihnya.


"Ngomongnya biasa atau enggak gue tutup nih"Ancam Anna.


"Iya iya gue gak ngomong kayak gitu lagi,kamu kok makin mirip sama Zia sih?"ujar Teo


"Mirip apanya?"tanya Anna.


"Makin nyebelin kalau sama aku"jawab Teo.


"Oh,gue sama Zia bukannya tambah mirip tapi gue yang ngajarin dia biar kayak gitu ke lo"ujar Anna terdengar sangat santai.


"Gitu amat kamu sama aku,aku pacar kamu loh"ujar Teo.


"Lah emang gue punya pacar,perasaan saya jomblo deh"saut Anna.


"Anna...,aku ngambek nih"


"Hehehe aku bercanda kok sayang, ngambekan banget jadi cowok"ujar Anna.


"Gak papa ngambekan,asal sama pacar sendiri"saut Teo.


"Udah ubah topik,aku nelpon kamu bukan lagi mau ladenin ngambekan kamu"ujar Anna.


"Trus kamu nelpon aku karena apa dong?"tanya Teo.


"Aku nanya dulu,kamu lagi dimana sekarang?"tanya Anna.


"Aku lagi apartement sih,lagi ngerjain laporan perusahaan yang belum selesai"jawab Teo.


"Kamu sendiri lagi dimana?"ujar Teo bertanya balik kepada Anna.


"Kalau aku sih masih dikantor sekarang"jawab Anna.


"Kalau gitu,kamu nelpon aku ada apa?"tanya Teo.


"HAH,kamu bilang apa tadi?"bukannya tak mendengar apa yang kekasihnya itu katakan tapi Teo hanya memastikan kalau dirinya benar benar tak salah dengar.


"Lusa aku bakal nyusul kalian kesana"ujar Anna mengulangi perkataannya.


"Kok cepet?"tanya Teo refleks kemudian ia langsung menutup mulutnya sadar salah pertanyaan.


"Kok kamu nanya kayak gitu sih?ooh jangan jangan kamu gak suka lagi aku ke Indo?atau kamu punya selingkuhan disana lagi?hiks...hiks..."Anna mengajukan pertanyaan beruntun kepada Teo dengan nada yang terdengar sedikit emosi dan mulai terdengar tangis dari gadis itu.Dan Teo jangan ditanya lagi ekspresi gadis itu seperti apa,pria itu sudah pucat karena takut pacarnya benar benar marah dan ia akan dihajar habis habisan oleh Zia karena membuat kakak angkat gadis itu menangis.


"Gak gitu sayang"ujar Teo mulai membujuk kekasihnya melalui ponsel genggamnya itu.


"Hiks...hiks...trus kamu kok kayak gak se-seneng gi-gitu denger aku ke Indonesia?"tanya Anna,suara gadis itu seperti tengah manangis.


"Aku itu cuma kaget sayang,kamu tiba adatiba bilang lusa bakal keindo padahal terakhir kita telponan kamu bilang bakal nyusul aku sama Zia kesini akhir bulan ini"ujar Teo menjelaskan kenapa ia tadi terdengar kaget dan heran saat kekasihnya itu bilang akan datang lusa ini.


"Gitu ya,aku kira kamu gak seneng"saut Anna dari seberang sana.


"Siapa bilang aku gak seneng,malahan aku seneng tau karena aku udah kangen banget sama kamu.Kita itu udah Ldr-an tiga tahun loh masa aku gak seneng bakal ketemu kamu lagi, Bos bocil gue juga pasti seneng banget pasti denger kakaknya balik"ujar Teo kepada Anna.


"Eh jangan kasih tau Zia dulu"ujar Anna.


"Lah kenapa?"tanya Teo.


"Biar jadi kejutan buat ulang tahunnya lusa"jawab Anna.


"Lah iya juga ya,bisa bisanya gue lupa lusa bos bocil gue ulang tahun" Ujar Teo baru ingat bosnya akan berulang tahun lusa.


"Sama aku juga baru inget kemarin pagi pas gak sengaja liat kalender, makanya aku cepet cepet ubah jadwal aku.Kamu tau sendirikan kebiasaan bos bocil kamu itu setiap hari ulang tahunnya,jadi aku khawatir"ujar Anna kepada Teo kekasihnya.


"Iya juga sih,yaudah kamu kabarin aja nanti kapan kamu berangkat trus sampainya kapan.Biar aku yang jemput kamu kebandara ya"ujar Teo.


"Iya sayang"balas Anna.


"Yaudah kalau gitu sampai sini dulu ya,aku masih ada jadwal ketemu klaen bentar lagi"ujar Anna,izin untuk mengakhiri pembicaraannya dengan sang kekasih.


"Oke kalau gitu,semangat kerjanya" ucap Teo menyemangati sang kekasih.


"Kamu juga semangat lemburnya"balas Anna,setelah itu panggilan telepon benar benar diakhiri.


Teo meletakkan ponselnya kembali diatas meja kerjanya.


"Yes...bentar lagi gue gak bakal ldr-an lagi sama ayang"ujar Teo terlihat sangat girang,ia bahkan memutar mutarkan kursi tempat duduknya saking senangnya.


"Oke,ayo kerja lagi"ujarnya pada dirinya sendiri,kemudian laki laki itu kembali fokus bergelut dengan laptop dihadapannya.


Sebagai informasi,Teo dan Anna itu sudah berpacaran empat tahun. Keduanya saling mengenal karena sama sama bekerja menjadi bawahan sekaligus tangan kanan almarhum mamanya Zia untuk mengurus perusahaan bahkan sejak mereka sama sama masih menduduki bangku kuliah. karena sering bertemu untuk dalam mengurus perusahaan itulah keduanya akhirnya menjadi dekat dan tepat setahun setelah mereka saling mengenal satu sama lain,Teo meminta Anna untuk menjadi kekasihnya.Meski awalnya takut ditolak oleh Anna tapi karena dorongan dari Zia yang bersedia membantunya,akhirnya ia berani mengungkapkan perasaannya dan ternyata Anna bersedia menerimanya sebagai kekasih karena memiliki perasaan yang sama.


Tapi keduanya harus rela menjalani hubungan jarak jauh alias ldr sejak kakeknya Zia meninggal dan ada masalah yang terjadi dicabang perusahaan yang ada diIndonesia membuat Teo harus menetap disini, karena sudah tidak ada lagi yang bisa menghendelnya setelah Tuan Antara kakeknya Zia wafat.


Sebenarnya Zia bisa saja menggantikannya sejak dua tahun lalu tapi bos mudanya saat itu belum mau untuk menginjakkan kaki dinegara ini.