
Malam ini seluruh anggota keluarga Antara berkumpul bersama diruang keluarga,satu hal yang sudah jarang dilakukan oleh keluarga itu akhir akhir ini.
"Wah sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini,kalian semua sangat sibuk akhir akhir ini dengan urusan masing masing"ujar Liona yang membuka obrolan.
Selain itu perkataan Liona memang benar,dirinya selain dengan sang mama.Ia jarang sekali bisa menghabiskan waktu dengan anggota keluarganya yang lain,mulai dari kakak dan sang adik hingga papa mereka juga terlihat sama sama makin sibuk.Liona merasa menjadi yang paling tak berguna jika sudah melihat kesibukan orang orang tersayangnya itu.
"Mau bagaimana Lio,papa akui akhir akhir ini memang terasa banyak sekali pekerjaan diperusahaan yang harus diurus.Begitu juga dengan kedua kakak kembarmu yang tentu akan semakin sibuk karena banyak hal yang harus mereka pelajari"ujar sang papa.
"Benar apa yang papa katakan Lio,kakak harus belajar banyak hal diperusahaan"ujar kak Gia yang duduk disebelah Liona.
"Ya,kakak setuju dengan apa yang kakakmu Gia katakan Lio"ujar Arga menimpali,penampilan putra sulung tuan Renal ini sudah tak sekusut tadi sore saat dirinya pulang dari kantor.
"Bagiaman dengan Lyn dan Zia,apa saja kesibukan kalian akhir akhir ini?kalian berdua kelibatannya juga tak kalah sibuk seperti papa dan kedua kakak kalian"tanya sang mama kepada anak ketiga dan kelima itu.
"Hanya lebih banyak tugas kuliah saja"jawab Lyn singkat dan jelas.
"Kesibukanku sendiri tak jauh beda dengan papa dan kak Arga serta kak Gia,Mi"jawab Zia
"Akhir akhir ini ada banyak hal diperusahaan yang dimana aku harus turut serta didalamnya"tambah gadis muda itu.
"Begitu rupanya.Tapi ingat ditengah kesibukan kalian,jangan ada satupun yang mengabaikan kesehatan.Mami sudah paham sekali dengan anggota keluarga ini yang kalau sudah sibuk pasti akan sering mengabaikan jam makan"ujar nyonya Sela melihat satu persatu suami dan anak anaknya yang akhir akhir ini memang sedang sibuk sibuknya.
"Iya ma/mi"saut semuanya mengiyakan perkataan itu.
"Jangan iya iya saja,terlebih kamu Zia.Mami sering sekali melihat bibirmu pucat karena kelelahan" tambah nyonya sela kepada sibungsu.
*Bukan vitamin sih,lebih tepatnya obat penyokong kehidupan*tentu saja Zia mengatakan hal itu didalam batin.
"Em tapi Liona punya satu pertanyaan deh ke papa,dari kemarin Lio udah mikirin perihal ini terus sampai kepala pusing"ujar Liona tiba tiba.
"Pertanyaan apa yang sampai membuat putri papa sakit kepala?ayo coba beritahu papa"pinta tuan Renal kepada anak ketiga,bukan hanya tuan Renal namun yang lain juga nampak menatap Liona penasaran dengan hal itu.
"Jadi gini,diacara perusahaan kemarinkan papa ngumumin nama Lio menjadi salah satu kandidat pewaris utama keluarga"Liona
"Hem,jadi?"tuan Renal.
"Tapikan Lio masih SMA trus gak tau apapun soal perusahaan kayak Zia,kak Arga,dan kak Gia.Trus gimana caranya coba Liona bersaing,kan Lio gak tau apa apa? Nah ini yang bikin Lio kepikiran sejak waktu itu pa"ujar Liona.
"Benar juga ya.Papa juga gak mikir sampai situ pas kemarin ngumumin hal itu"jawaban tak terduga dari sang papa bukannya membuat kebingungan Liona menghilang tapi malah bertambah.
"Lah papa gimana sih?"ujar Liona mendadak kesal mendengar jawaban papanya itu.
"Maafkan papa,Lio"ucap tuan Renal,
sungguh laki laki paruh baya itu memang tak memikirkan sampai situ saat membuat keputusan kemarin.
"Jadi Lio harus bagaimana sekarang?"