
"Ayo buruan dek"
"Iya gak usah narik narik gue juga kali"
"Habisnya lo jalannya ragu ragu gitu sih"
"Bukan ragu Lio,inikan lagi nurunin tangga jadi harus hati hati gak boleh tergesa gesa.Nanti kalau gue jatuh gimana?"
Suara perdebatan dari dua orang gadis mengambil alih perhatian para anak kulaihan yang sedang berkumpul diruang tamu,terlihat kedua gadis itu menuruni tangga dan berjalan mendekat kearah mereka.Lyn menatap kedatangan dua gadis yang merupakan adik adiknya itu,mereka adalah Liona dan Zia.
"Halo semuanya.Hai kak Cal ketemu lagi kita"sapa Liona sedikit menunduk untuk menyapa sahabat dan teman teman fakultas kakaknya.
"Hai Liona,lama gak jumpa kita"balas Callie sambil tersenyum menatap kearah adik sahabatnya itu,sedetik kemudian matanya beralih menatap gadis yang berdiri disebelah Liona.
"Kamu pasti Zia kan,adik bungsunya Lyn?"tanya Callie kepada gadis itu.
"Eh dek,ayo sapa mereka"suruh Liona kepada adiknya yang berdiri disebelahnya.
"Perkenalkan dirimu juga"ujar Lyn
"Ah baiklah,halo semua perkenalkan nama saya Zia adiknya kak Lyn dan saudarinya Lio"ujar Zia memperkenalkan dirinya.
Tuk...
"Aduh"Zia mengusap ngusap keningnya yang sakit akibat terkena sentilan dari Liona secara tiba tiba,Zia menatap sebal kearah saudarinya itu.
"Apa liat liat?!"tanya Liona mode galak on.
"Kok lo nyentil kening gue sih,sakit tau"protes Zia
"Gue juga kakak lo ya,apa apaan tadi isi perkenalan lo"ujar Liona memberitahu alasan kekesalannya.
"Kita itu sepantaran,jadi lo gak bisa disebut kakak gue"saut Zia.
"Tapi gue lebih tua delapan bulan dari lo dek"ujar Liona.
"Cuma delapan bulan doang,gak satu tahun"balas Zia tak mau kalah.
"Lio,Zia"ujar Lyn menyebut nama kedua adiknya itu membuat dua gadis SMA itu terdiam seketika.
"Maaf kak Lyn,maaf juga kakak kakak"ucap Liona
"Maafin Zia juga kak Lyn,Sorry kakak semua"ucap Zia ikut meminta maaf.
"Lyn muka lo bisa biasa aja gak sih,kasian noh adik adik lo pada takut gitu sama lo"ujar Callie kepada Lyn sahabatnya.
"Muka gue emang gini"jawab Lyn datar.
"Eh kalian berdua ayo duduk sini sampingnya kak Manda"suruh Callie kepada Liona dan Zia,kedua anak itupun langsung menurut.
"Halo Zia perkenalkan nama kakak Callie sahabatnya kakak es batu kamu ini dan mereka bertiga itu namanya Manda serta sikembar Rey dan Ren"ujar Callie memperkenalkan kepada Zia sambil menunjuk satu persatu,Zia menganggukkan kepalanya mengerti.
"Kakak sekalian lagi mau mengerjakan tugas kah?"tanya Liona kepada kelompok anak kuliahan itu.
"Iya nih dek kita berlima ada tugas kelompok yang harus dikerjain dan kebetulan Lyn yang terpilih jadi tuan rumahnya"jawab Manda.
"Wah berarti kita ganggu dong kak"ujar Liona.
"Santai aja kali dek,kita gak keganggu kok"ujar Rey.
"Syukur deh"ujar Liona.
"Zia gimana rasanya tinggal diIndo?ada yang beda gak sama diAS?"tanya Callie kepada Zia.
"Rasanya lumayan menyenangkan kak,trus kalau ditanya bedanya tentu beda banget menurut saya sih kak"ujar Zia menjawab pertanyaan Callie.
"Loh kamu sebelumnya tinggal di AS toh?dalam rangka apa,kuliahkah?" tanya Ren kepada Zia.
"Saya emang tinggal disana dari dulu kak,baru baru ini aja pindah kesini. And saya belum kuliah kak,masih siswi SMA"jawab Zia.
"Ohh,kakak kira kamu udah kuliah"ujar Ren.
"Belum kak"ujar Zia.
"Ngomong ngomong Zia happy sweet seventeen ya,maaf telat dua hari.Hadiahnya entaran ya kakak kasih"ucap Callie kepada Zia adik sang sahabat.
"Baru ulang tahun toh,kalau begitu selamat ulang tahun Zia"ucap Manda
"Happy birtday juga Zia"ucap Rey.
"Selamat ulang tahun dari kakak juga Zia"ucap Ren
"Makasih atas ucapannya kakak kakak"balas Zia sambil tersenyum manis.
"Eh Ren lo kenapa?"tanya Rey kepada kembarannya itu.
"Jantung gue mau copot Rey,habis liat senyuman bidadari"jawab Ren.
"Ye gue kira lo kenapa kenapa, ternyata ngalus"ujar Rey menepuk punggung kembarannya itu.
"Btw dek,udah punya pacar belum?"tanya Rey kepada Zia sambil mengedipkan matanya.
*Masih gue liatin*batin Lyn.
"Belum kak,emangnya kenapa?"saut Zia.
"Kalau begitu izinkan kakak mencintaimu setulus hati kakak"ujar Rey mengeluarkan kata kata manisnya.
"Boleh kok kak,tapi ada tapinya" jawab Zia sambil tersenyum.
"Apaan tuh dek tapinya?"tanya Rey
"Tapi jangan ngerep saya cintai balik,soalnya kakak bukan tipe saya"ujar Zia.
Skamat,Rey yang tadinya sudah kesenangan mendadak lesu seketika mendengar perkataan adik Lyn itu.
HAHAHA...suara tawa langsung memenuhi ruang tamu itu.
"Kasian lo Rey gak masuk tipenya dek Zia,kalau saya gimana dek?"tanya Ren.
"Kakak juga bukan tipe saya"jawab Zia.
"Terus aja lo berdua ngalus,gak liat duo macan mau ngamuk noh adik mereka digodain"ujar Callie kepada Rey dan Ren,yang dimaksud cewek itu siapa lagi kalau bukan Liona dan Lyn yang sudah menatap datar kearah kedua cowok itu.
"Sorry girls"ucap Rey dan Ren kepada Liona dan Lyn yang tengah melihat mereka dengan tatapan datar itu.
"Btw Liona sama Zia sekarang kelas berapa?"tanya Manda
"Kita berdua kelas 12 SMA kak"jawab Liona mewakili Zia.
"Ooh berarti seangkatan ya"ujar Manda yang mebuat Liona dan Zia mengangguk serentak.
"Kok bisa seangkatan sih?"tanya Ren
"Saya sama Lio cuma beda delapan bulan kak,jadi wajar seangkatan"jawab Zia.
"Wih keren juga nyokap lo Lyn, lahirin anak cuma beda delapan bulan"ujar Rey.
Ekspresi muka Zia yang tadinya tersenyum cerah mendadak menyuram mendengar hal itu,Lyn dan Liona serta Callie langsung melihat kearah gadis itu.Manda menyadari reaksi keempat perempuan itu langsung membuatnya menyadari kalau ada dari perkataan yang salah dari Rey barusan,begitu juga dengan Ren yang merasakan hal yang sama.
"Kok pada diem,gue benerkan Ren?"ujar Rey yang masih cengengesan saja.
"Permisi non"untuk bik Muti datang sebelum suasana benar benar berubah canggung.
"Ada apa bik?"tanya Liona kepada bik Muti.
"Ini nona,waktu saya tadi beberes kamarnya nona muda hpnya bunyi beberapa kali.Ada panggilan masuk"ujar Bik Muti memberitahu tujuannya datang keruang tamu itu.
"Sini bik hp saya bik"pinta Zia,bik Muti langsung menyerahkan hp majikan mudanya itu setelah itu ia pamit pergi.
Drt...drt...drt...baru saja hp itu berpindah tangan ketangan Zia,hp itu sudah berbunyi kembali.Keningnya menyergit saat mengetahui siapa yang menghubunginya,itu adalah sekrestarinya kak Teo.
"Dari siapa dek?"tanya Liona.
"Sekretarinya kak Teo"jawab Zia,gadis itu segera menerima telepon itu.
"Halo"ujar Zia menyapa sang penelpon.
"...."
"Ada perlu apa menghubungi saya?"tanya Zia terdengar berbicara sangat formal dan auranya sangat berbeda sekarang.
"...."
"Bukankah seharusnya pak Teo yang menghadiri pertemuan itu?"
"....."
Huf Zia menghela nafasnya berat,ia langsung melihat kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Coba undur waktu pertemuan sedikit lebih lama,saya akan segera kesana dan jangan lupa siapkan materi pertemuan itu"ujar Zia
"...."
"Hm"dehem Zia,setelah itu ia mengakhiri pembicaraan itu.